Koalisi Pecah Belah: Demokrat, PKS, dan NasDem Belum Putuskan Sikap Dukung Prabowo di Pilpres 2029
Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Relasi politik dalam koalisi pemerintah mengalami dinamika signifikan menjelang Pilpres 2029. Tiga dari tujuh partai anggota koalisi, yaitu Partai Demokrat, PKS, dan NasDem, secara terbuka menyatakan belum menentukan sikap dukungan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu, Golkar, PAN, dan PKB telah memastikan komitmennya untuk kembali mengusung Prabowo sebagai calon presiden dalam pertarungan lima tahun mendatang.
Ketiga partai yang masih mengambang beralasan fokus sepenuhnya pada penyukseskan program prioritas pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo. Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa belum ada pembahasan internal terkait capres dan cawapres 2029. Herzaky menjelaskan bahwa Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat ini sedang konsentrasi menjalankan tugasnya sebagai Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK). "Pertama, belum pernah ada pembicaraan mengenai capres dan cawapres di 2029 di kami karena ketum kami mas AHY adalah bagaimana kami mendapatkan tugas kemarin kepercayaan dari Bapak Presiden Prabowo di pemerintahan," ujar Herzaky kepada wartawan pada Sabtu (10/10).
Posisi serupa ditempuh oleh PKS. Sekretaris Jenderal PKS, Muhammad Kholid, menjelaskan bahwa keputusan dukungan sepenuhnya berada di bawah wewenang Majelis Syuro. Hingga saat ini, lembaga tertinggi partai tersebut belum mengambil keputusan resmi. "Terkait Pilpres 2029, musyawarah Majelis Syuro belum menetapkan keputusan," kata Kholid saat dihubungi pada Senin (12/10). Kholid menambahkan bahwa partainya masih terikat amanah untuk mengawal program strategis pemerintah yang masih berjalan hingga tahun 2029.
Partai NasDem juga menunjukkan kelenturan politik dengan menyatakan sikap belum final. Sekretaris Jenderal NasDem, Hermawi Taslim, menuturkan bahwa proses penggodokan dukungan baru akan dimulai setelah tahapan Pemilu 2029-2034 resmi berlangsung. "Masih dalam penggodokan, menunggu dimulainya tahapan pemilu 2029-2034," tegas Hermawi. Sikap ini menunjukkan bahwa NasDem memilih untuk tidak terburu-buru mengunci posisi sebelum kerangka hukum dan politik pemilu berikutnya benar-benar tergambar jelas.
Di sisi lain, koalisi pendukung Prabowo semakin solid dari tiga partai lainnya. Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menegaskan bahwa standing position Golkar sejak akhir 2024 telah menetapkan Prabowo sebagai calon presiden. "Sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas. Bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo," kata Doli di kompleks parlemen, Jakarta, pada Kamis (8/10). Meskipun cawapres belum ditentukan, Doli menekankan bahwa keputusan akhir akan mempertimbangkan keinginan Prabowo sebagai capres.
PAN dan PKB juga tidak menunjukkan keraguan. Wakil Ketua Umum PAN, Viva Yoga Mauladi, merujuk pada pernyataan resmi Ketua Umum Zulkifli Hasan di Rakernas PAN 2025 lalu yang telah menetapkan dukungan penuh. Sementara itu, Wakil Ketua Umum PKB, Faisol Reza, bahkan menyebut Prabowo layak melanjutkan pemerintahan untuk dua periode berdasarkan keberhasilan program seperti makan bergizi gratis. "PKB mendukung 100 persen atau bahkan 1.000 persen pencalonan kembali Prabowo Subianto sebagai capres 2029," kata Faisol. Suara dari internal Gerindra pun senada; Juru Bicara Sugiat Santoso mengapresiasi dukungan rekan koalisi dan menegaskan bahwa akar rumput Gerindra menginginkan Prabowo kembali maju, meskipun pemilihan cawapres tetap menjadi kewenangan final presiden di menit-menit akhir.
Analisis Redaksi
Pembagian dua kubu dalam koalisi ini mengindikasikan strategi "wait and see
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Gubernur DKI Luncurkan Duta Antihoaks, Libatkan 356 Pelajar SMA Perangi Hoaks

Puluhan Ribu Material Longsor Timbun Glamping di Bali, Dua Pengunjung Hilang dan Jalan Penghubung Terputus

Longsor Bali: 2 Jalan Amblas, 2 Penghuni Glamping Badung Masih Dicari
