Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

InJourney Gandeng Danantara Kerek Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Hampir Rp5 Triliun

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

InJourney Gandeng Danantara Kerek Dampak Ekonomi MotoGP Mandalika Hampir Rp5 Triliun
BAGIKAN:

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney mengambil langkah strategis dengan menggandeng Danantara Indonesia dan beberapa kementerian untuk memperkuat sinergi penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Langkah ini bukan sekadar persiapan teknis lintasan, melainkan upaya memastikan ajang balap dunia itu menjadi mesin penggerak ekonomi yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Dalam pertemuan koordinasi yang digelar pada Rabu (7/10), para pemangku kepentingan menyepakati penguatan kolaborasi lintas sektor demi mengoptimalkan manfaat bagi ekosistem pariwisata dan perekonomian nasional.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa helatan MotoGP di Mandalika merupakan bagian dari strategi menjadikan event internasional sebagai katalis pengembangan destinasi. "MotoGP Mandalika bukan sekedar tiga hari balapan. Namun lebih dari itu, yang kita bangun adalah legacy untuk Indonesia dan event ini menjadi katalis untuk mengembangkan destinasi, memperkuat konektivitas, menggerakkan ekonomi lokal, sekaligus membawa Indonesia dan Mandalika ke panggung global," ujar Maya. Ia menekankan bahwa keberlanjutan event harus diukur dari pertumbuhan ekonomi dan pengenalan Indonesia di kancah internasional.

Pertumbuhan antusiasme publik terlihat dari data penonton yang terus meroket. Sejak 2022, animo penonton terus meningkat; pada 2023 jumlah penonton mencapai 102.929 orang, naik menjadi 121.252 orang pada 2024, dan mencetak rekor 140.324 penonton pada 2025. Deputy CEO MotoGP Sports Entertainment Group, Carlos Ezpeleta, menilai Indonesia memiliki posisi strategis di kawasan Asia. "Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi MotoGP. Besarnya antusiasme penggemar, termasuk tingginya penjualan tiket, menunjukkan bahwa Indonesia memiliki basis penggemar yang kuat. Kami melihat potensi yang besar untuk terus mengembangkan MotoGP di Indonesia, tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga dari sisi ekonomi dan pariwisata," ujar Carlos.

Dari sisi dampak ekonomi, penyelenggaraan MotoGP diperkirakan memberikan efek ganda senilai hampir Rp5 triliun. Angka ini ditopang oleh keterlibatan 3.000 tenaga kerja lokal dan sekitar 600 UMKM yang terintegrasi dalam ekosistem penyelenggaraan. Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengamati perubahan nyata ini. "Trafik menuju Mandalika terus berkembang, diikuti pertumbuhan hotel, restoran, penerbangan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya. Ini menunjukkan bahwa sebuah event internasional dapat menjadi katalis yang mendorong pertumbuhan ekosistem secara lebih luas," papar Dony. Tingkat hunian akomodasi di sekitar Mandalika bahkan telah mendekati 100 persen menjelang event.

Konektivitas juga menjadi fokus utama penunjang pertumbuhan ini. InJourney Airports mencatat adanya 66 penerbangan tambahan di Bandara Internasional Lombok untuk mendukung periode balapan 2026. Rinciannya meliputi 48 penerbangan tambahan, 11 sewa, empat penggantian pesawat berkapasitas besar, dan tiga posisi. Di luar lintasan, event ini juga melahirkan talenta lokal; 380 marshal NTB kini berstandar internasional FIM dan mendapat kesempatan bertugas di luar negeri, seperti di Sepang. Kehadiran pembalap muda seperti Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama juga menjadi representasi transfer pengetahuan yang berhasil membangun kapasitas sumber daya manusia lokal.

Analisis Redaksi

Sinergi yang dibangun antara InJourney, Danantara, dan kementerian terkait menandakan pergeseran paradigma pengelolaan event internasional di Indonesia. Dari sekadar penyelenggaraan seremonial, MotoGP kini diposisikan sebagai instrumen kebijakan ekonomi terstruktur. Angka dampak ekonomi mendekati Rp5 triliun yang melibatkan ribuan tenaga kerja lokal menunjukkan bahwa multiplikator ekonomi dari sport tourism ini sudah mulai terasa signifikan di sektor riil.

Perlu diwaspadai, keberlanjutan dampak ekonomi sangat bergantung pada kualitas infrastruktur pendukung di luar lintasan balapan. Lonjakan kebutuhan akomodasi dan transportasi udara yang mencapai 66 slot tambahan menunjukkan bahwa beban logistik sedang diuji. Jika koordinasi lintas kementerian tidak terjaga, lonjakan permintaan ini berisiko menciptakan kebingungan pasar atau penalti biaya bagi wisatawan dan penonton.

Secara strategis, fokus pada peningkatan kompetensi marshal dan lahirnya talenta pembalap muda menunjukkan investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Langkah ini logis karena memastikan bahwa legacy event tidak hanya berhenti pada keuntungan finansial satu kali, tetapi juga membangun industri pendukung yang mandiri dan berdaya saing global di NTB.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ