⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ledakan Ruko Pakuwon: 3 Korban Luka Bakar 20-25% Dirawat Intensif di RSUD Dr Soetomo

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Ledakan Ruko Pakuwon: 3 Korban Luka Bakar 20-25% Dirawat Intensif di RSUD Dr Soetomo
BAGIKAN:

Tiga warga Surabaya kini membaringkan diri di Ruang Observasi Intensif RSUD Dr Soetomo, menjalani masa kritis pasca-terjangan ledakan dahsyat di Ruko San Antonio, Pakuwon City. Dua laki-laki dan satu perempuan ini menjadi korban termakzumah dari 58 bangunan yang porak poranda akibat pecahnya tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang bocor pada bagian pipa. Insiden yang mengguncang kawasan Kalisari Utara, Mulyorejo ini, terjadi pada Selasa (6/10) pagi, saat aktivitas dapur rumah makan Depot Nasi Tempong Sri Dewi masih berjalan normal.

Kehancuran fisik akibat hantaman gelombang ledakan (blast injury) meninggalkan bekas luka yang signifikan. Menurut data klinis awal, persentase luka bakar yang diderita ketiga korban mencapai 20 hingga 25 persen dari total luas tubuh mereka. Jejak luka ini tersebar tidak merata, membentang dari area wajah, kepala, leher, dada, hingga anggota gerak. Tingkat keparahan luka ini menuntut penanganan medis tingkat lanjut yang jauh melampaui sekadar perban dan obat luka.

Prof Dr Cita Rosita Sigit Prakoeswa, Direktur RSUD Dr Soetomo, menegaskan bahwa tim medis tidak hanya menangani bagian luar, tetapi juga mencurigai adanya gangguan pada sistem pernapasan internal. "Ketiganya mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen yang tersebar di area wajah, kepala, leher atau dada dan anggota gerak lainnya," jelas Cita pada Rabu (7/10). Kecurigaan tim medis tersebut tertuju pada risiko inhalasi, yaitu kondisi fatal di mana paru-paru rusak akibat menghirup asap panas atau gas beracun secara langsung saat letusan terjadi.

Berangkat dari kecurigaan medis tersebut, tindakan pembedahan menjadi jalur wajib bagi pemulihan para korban. Operasi ini tidak hanya bertujuan merawat jaringan yang terbakar, tetapi juga untuk menstabilkan fungsi vital organ dalam yang terancam oleh partikel dan gas racun. "Ketiga pasien telah menjalani tindakan operasi pada Selasa (6/10)," kata Cita. Saat ini, kondisi mereka dipantau secara ketat dalam ruang intensif sebagai prosedur standar pasca-operasi untuk memastikan tidak ada komplikasi silang yang muncul.

Pengamatan pasca-operasi kini menjadi fokus utama penanganan. Dokter tidak bisa berlepas diri dari kondisi ketiga pasien tanpa evaluasi berkelanjutan. Protokol pemantauan intensif diterapkan untuk memetakan perkembangan luka bakar dan fungsi pernapasan secara real-time. "Perawatan di ROI dilakukan untuk memastikan kondisi ketiga pasien dapat dipantau secara intensif setelah tindakan operasi, termasuk perkembangan kondisi luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum pasien," ujar Cita. Keputusan medis untuk langkah penanganan selanjutnya akan sangat bergantung pada respons klinis dari evaluasi hari demi hari di ruang observasi tersebut.

Di sisi lain, detil kriminal terkait pemicu utama telah dipublikasikan oleh pihak berwenang. Kombes Luthfie Sulistiawan, Kapolrestabes Surabaya, memastikan indikasi kebocoran gas sebenarnya sudah tercium oleh para pekerja dapur sebelum ledakan melahap ruko dan pemukiman sekitar. "Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," terang Luthfie. Kejadian ini menyoroti potensi kelalaian prosedur keselamatan kerja dalam industri kuliner, di mana deteksi dini terhadap gas bocor tidak diindahkan, berujung pada hilangnya 58 bangunan dan kelima korban yang terluka.

Analisis Redaksi

Kasus ledakan Ruko Pakuwon City ini bukan sekadar peristiwa musibah, melainkan cerminan seriusnya risiko keamanan kerja di sektor publik. Fakta bahwa pekerja dapur telah mencium bau gas dan kejadian tetap terjadi, mengindikasikan ada celah prosedur Standar Operasional Prosedur (SOP) atau pelatihan penanganan darurat yang minim di tempat tersebut. Dengan kerugian material 58 bangunan, tekanan psikologis dan trauma fisik para korban menjadi masalah yang tidak akan cepat memudar. Peran RSUD Dr Soetomo menjadi penentu vital, di mana protokol pemantauan intensif pasca operasi ini harus berjalan tanpa celah untuk mencegah komplikasi jangka panjang seperti pneumonia akibat inhalasi gas.

Apa yang harus diwaspadai kini bukan hanya keselamatan jangka pendek para korban, tetapi juga implikasi hukum dan keselamatan bangunan di kawasan tersebut. Jika indikasi kebocoran pipa pada tiga tabung gas memang benar menjadi pemicu, maka standar keamanan instalasi gas di area ruko padat perlu ditinjau ulang secara menyeluruh. Potensi konflik antara hak hidup korban atas kompensasi dan tanggung jawab pemilik usaha akan menjadi ujian hukum berikutnya. Langkah selanjutnya secara logis adalah evaluasi menyeluruh terhadap struktur 58 bangunan yang rusak untuk menilai kelayakan huni dan mencegah risiko pascakebakaran atau keruntuhan struktural bagi warga di sekitar area ledakan.

Dalam jangka panjang, insiden ini harus menjadi peringatan keras bagi regulasi keselamatan kerja kuliner di perkotaan. Kebocoran gas yang seharusnya mudah dideteksi dan diatasi secara teknis, justru berubah menjadi kalamitas. Hal ini menuntut keterlibatan pemerintah daerah dalam audit mendadak terhadap instalasi gas di seluruh lokasi ruko dan rumah makan, mengingat ledakan di kawasan padat seperti Pakuwon City memiliki tingkat bahaya yang eksponensial terhadap keselamatan warga sekitar.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
😸