Rotasi dan Penyegaran Organisasi, Tito Lantik Pejabat Kemendagri
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melantik sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Senin (5/10).
Berlangsung di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, pelantikan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.
Mendagri mengatakan, pelantikan pejabat lazim dilakukan dalam organisasi, khususnya terkait birokrasi pemerintahan dengan dinamika tinggi, termasuk pengisian jabatan, rotasi, penyegaran, dan promosi berdasarkan kebutuhan.
"Ada rotasi di eselon yang sama, juga untuk penyegaran, karena enggak mungkin berlama-lama betul di satu tempat. Kemudian itu enggak sehat juga buat organisasi. Kemudian kedua, ada juga yang naik promosi dari eselon III ke eselon II," kata Tito.
Ia menyatakan, proses pelantikan telah melalui penilaian dan pengamatan terhadap kinerja masing-masing pejabat. Sebagai Mendagri, Tito menyebut telah mengenal sejumlah pejabat beserta karakter, kelebihan, dan kekurangannya.
"Ada yang [kinerja] bagus, saya juga enggak akan segan-segan, yang muda-muda juga tampil. Sebaliknya yang senior-senior, jangan kemudian merasa bahwa karena senior, itu enggak akan mungkin diganti, atau tetap bertahan di jabatan itu," katanya.
Mendagri menjelaskan, rotasi diperlukan untuk menjaga kinerja dan memberikan penyegaran bagi pejabat maupun organisasi.
Menurutnya, seseorang yang terlalu lama berada dalam suatu jabatan dapat mengalami penurunan semangat dan kinerja sehingga perlu menghadapi lingkungan serta tantangan baru. Tito optimistis, para pejabat yang dilantik dapat memberikan kinerja terbaik di tengah dinamika organisasi.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

MA Abaskan Suket SMA Gibran, Perintahkan Dokumen Dimusnahkan

MA Mohon Kasasi, Suket SMA Gibran Dimusnahkan dan Status Hukumnya Dibatalkan

Polrestabes Surabaya Jelaskan Mutasi 7 Polisi Pasca Gerebek Anggota DPRD Gerindra
