⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pramono Apresiasi antusiasme warga, 300 orang hadiri uji coba Namu Balai Kota

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Pramono Apresiasi antusiasme warga, 300 orang hadiri uji coba Namu Balai Kota
BAGIKAN:

Antusiasme warga melampaui ekspektasi saat uji coba perdana program Namu Balai Kota digelar pada Sabtu (3/10), dengan sekitar 300 pengunjung tercatat hadir. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara langsung mengapresiasi tingginya minat masyarakat tersebut. Ia mengakui bahwa sistem kunjungan terpaksa disesuaikan karena antrean yang memanjang jauh melampaui perkiraan awal panitia. "Alhamdulillah antusiasmenya tinggi sekali. Kan kita sampai ganti shift-shift sebenarnya. Tetapi karena antusiasmenya yang di luar dugaan sehingga kemudian antreannya menjadi panjang. Tetapi prinsipnya adalah karena ini baru hari pertama pasti itu biasa terjadi," ujar Pramono di Jakarta, Minggu (4/10).

Dalam uji coba itu, Pemprov DKI menargetkan kehadiran sekitar 400 orang setiap kali program ini berjalan secara penuh. Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda DKI, Suharini Eliawati, menjelaskan bahwa inisiatif ini berangkat dari keinginan pribadi Pramono untuk mengubah citra Balai Kota. Gedung yang sebelumnya dianggap sebagai pusat pemerintahan tertutup ini kini didesain ulang sebagai ruang terbuka. "Ini adalah ide Bapak Gubernur yang ingin Balai Kota menjadi tempat terbuka bagi warganya. Kami ingin warga Jakarta, khususnya anak-anak sekolah, bisa melihat langsung bagaimana Pemprov DKI Jakarta bekerja, sehingga tumbuh rasa bangga dan cita-cita besar untuk kota ini," papar Suharini.

Namu Balai Kota secara resmi dijadwalkan dibuka setiap dua pekan sekali, tepatnya pada hari Sabtu pukul 08.00-17.30 WIB. Program ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) bersama Jakarta City Branding, dengan dukungan dari Biro Umum dan Administrasi Setda serta sejumlah perangkat daerah. Variasi kegiatan pun ditawarkan, mulai dari Paket Tur yang dipandu Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) DKI Jakarta, hingga Jakarta Cinema Experience untuk nonton pilm.

Terobosan tidak hanya berfokus pada rekreasi, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan publik dan edukasi. Terdapat Mini Mall Pelayanan Publik yang memfasilitasi perpanjangan paspor, SIM Keliling, Samsat Keliling, serta administrasi kependudukan. Kepala Diskominfotik Marulina Dewi menegaskan filosofi di balik program ini. "Prinsipnya, warga bukan sekadar tamu, melainkan owner dari Balai Kota ini. Kami ingin anak muda dan berbagai komunitas bisa hadir untuk berkumpul, berkarya, dan merasa makin dekat dengan pemerintahannya," kata Marulina. Pendaftaran utama dilakukan secara gratis melalui platform Smart City Jakarta dan aplikasi JAKI, sementara warga yang datang tanpa reservasi tetap dapat mengakses fasilitas umum seperti bazar kuliner dan panggung musik.

Kepuasan pengunjung tergambar jelas dari respons peserta pada hari pertama. Fakhri Faizullah, salah satu warga, mengungkapkan kekagumannya. "Ternyata fasilitasnya lebih bagus daripada yang ditayangkan di TV. Kita juga bisa melihat foto gubernur-gubernur Jakarta terdahulu. Asyik banget pokoknya," tutur Fakhri. Respons serupa datang dari Siti Fatimah yang menikmati suguhan film. "Seru banget. Filmnya juga bagus," ucapnya singkat.

Analisis Redaksi

Langkah membuka Balai Kota melalui program Namu merupakan strategi komunikasi publik yang cerdas di bawah kepemimpinan Pramono Anung. Dengan memposisikan warga sebagai 'owner' dan bukan sekadar tamu, Pemprov DKI berusaha meredam jarak psikologis antara institusi pemerintahan dan masyarakat. Hal ini menjadi krusial mengingat citra gedung negara sering kali dianggap eksklusif dan tidak ramah warga.

Melihat lonjakan antusiasme yang membuat sistem terpaksa berganti shift, tantangan ke depan adalah konsistensi kapasitas dan pengelolaan pengalaman pengunjung. Jika program ini rutin berjalan tiap dua pekan, Pemprov harus memastikan infrastruktur digital dan ruang fisik tetap mampu menampung target 400 orang tanpa mengorbankan kenyamanan, agar antusiasme awal ini tidak berubah menjadi keluhan di kemudian hari.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸