Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pemerintah Klaten Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun Lewat Diseminasi PAUD Satu Tahun Pra-Sekolah

Berita NasionalAhmad HidayatAhmad HidayatSumber: CNN Nasional
Ahmad Hidayat
Ahmad Hidayat
Analis Politik

Mengamati dinamika politik nasional dan kebijakan pemerintah secara kritis.

Pemerintah Klaten Wujudkan Wajib Belajar 13 Tahun Lewat Diseminasi PAUD Satu Tahun Pra-Sekolah
BAGIKAN:

Pemerintah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, mempercepat implementasi kebijakan pendidikan berbasis siklus hidup melalui kampanye Wajib Belajar 13 Tahun dengan mendorong partisipasi anak pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) satu tahun sebelum masuk Sekolah Dasar (SD). Inisiatif strategis ini diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Implementasi Wajib Belajar PAUD 1 Tahun Pra-Sekolah yang dirangkaikan dengan penutupan lomba video kampanye, yang berlangsung di Gedung Wanita Klaten pada Jumat (30/10). Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Klaten, Jaka Purwanto, secara resmi membuka acara tersebut sekaligus menyerahkan piagam penghargaan kepada para pemenang, menandai komitmen daerah dalam menyiapkan fondasi pendidikan yang kokoh bagi generasi muda.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klaten, Agus Setyawan Prasetyoko, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Klaten, yang menunjukkan sinergi lintas sektor dalam mendukung kebijakan pendidikan. Tujuan utama dari diseminasi ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan urgensi pendidikan prasekolah sebagai prasyarat kesiapan anak memasuki jenjang SD. Melalui pendekatan layanan PAUD yang berkualitas, pemerintah daerah berkeyakinan bahwa setiap anak di Klaten memiliki peluang untuk tumbuh kembang secara optimal, selaras dengan potensi dan tahapan perkembangannya secara komprehensif.

Implementasi Kebijakan dan Sinergi Multi-Pihak

Dalam sambutannya, Jaka Purwanto menegaskan bahwa keberhasilan program ini tidak bisa dilakukan sepihak oleh pemerintah daerah saja, melainkan memerlukan kolaborasi intensif dari berbagai pemangku kepentingan. "Untuk mewujudkan hal tersebut diperlukan komitmen dan kerjasama dari berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, orang tua, masyarakat, dan Bunda PAUD, semuanya harus berjalan seiringan," jelas Jaka. Pernyataan ini menggarisbawahi pendekatan holistik dalam pembangunan karakter anak sejak dini, di mana peran orang tua dan komunitas lokal diposisikan sebagai agen perubahan utama di tingkat akar rumput.

Sebagai sarana edukasi masif, Disdikbud Klaten memanfaatkan media digital melalui Lomba Video Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun. Strategi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan edukasi kepada orang tua mengenai manfaat konkret pendidikan anak usia dini, sekaligus memecah stigma bahwa PAUD hanya sekadar tempat penitipan anak. Keterlibatan masyarakat dalam konten kreatif ini dinilai efektif untuk merangkul lapisan masyarakat yang lebih luas dalam mendukung kebijakan pendidikan wajib belajar.

Peran Kritis Bunda PAUD dalam Transformasi Sosial

Salah satu dampak positif dari kampanye ini terlihat dari respons figur sentral di tingkat desa, yaitu Erna Yuli Hastuti, Bunda PAUD Desa Duwet, Kecamatan Wonosari, yang meraih Juara I kategori desa. Erna mengakui keterkejutannya atas prestasi tersebut, namun ia menekankan bahwa penghargaannya hanyalah awal dari tanggung jawab moral untuk mengedukasi warganya. Ia berharap lomba ini tidak hanya memicu semangat produksi konten, tetapi memperkuat peran Bunda PAUD sebagai edukator di lingkungan masing-masing untuk mengajak putra-putri mendaftar ke PAUD setempat, demi melahirkan generasi yang berprestasi.

Lebih jauh, Erna mengangkat isu strategis mengenai kecanduan gawai di kalangan anak-anak sebagai salah satu fokus kampanyenya. "Harapannya supaya orang tua itu terpacu biar anak-anaknya tidak main HP saja," ujarnya. Ia mengedukasi bahwa PAUD bukan hanya tempat bermain, melainkan wadah untuk menyalurkan bakat dan minat melalui pendekatan bermain sambil belajar. Berkat sinergi kebijakan dan partisipasi aktif masyarakat ini, berikut adalah daftar pemegang penghargaan dalam Lomba Video Kampanye Wajib Belajar 13 Tahun:

  • Kategori Kecamatan: Juara I: Kecamatan Gantiwarno; Juara II: Kecamatan Klaten Utara; Juara III: Kecamatan Cawas; Juara Favorit: Kecamatan Wedi.
  • Kategori Desa: Juara I: Desa Duwet (Wonosari); Juara II: Desa Kanoman (Karangnongko); Juara III: Desa Kwaren (Ngawen); Juara Favorit: Desa Mlese (Ceper).

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸