Banjir Lahar Semeru Genangi Lumajang, 1.100 Warga Terdampak dan 117 KK Terisolasi
Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Gunung Semeru kembali menunjukkan dampak signifikan bagi keselamatan warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, setelah hujan deras memicu banjir lahar dingin yang menerjang tiga kecamatan utama pada Senin (2/11). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mencatat bahwa peristiwa ini mengakibatkan 1.100 orang terdampak secara langsung, dengan akses jalan vital yang terputus dan ratusan keluarga terisolasi akibat genangan air setinggi 60 sentimeter.
Akibatnya, konektivitas antardaerah terganggu parah. Jembatan penghubung Malang dan Lumajang dilaporkan tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Di wilayah Kecamatan Tempursari, luapan Sungai Rawaan dan Sungai Dol menggenangi sejumlah desa, sementara tanggul jebol tercatat di kawasan Wareng, Dusun Pasirejo. Material longsor juga menutupi jalan tembus Tamansari dan Iburaja, memutus jalur Purorejo dan Tamansari Bawah sepanjang 100 meter.
Dinamika Hidrologi Sungai Glidik dan Rincian Dampak Zona Banjir
Satriyo Nurseno, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, menjelaskan bahwa banjir ini dipicu oleh hujan intensitas lebat yang berlangsung sejak Minggu (1/11) pukul 22.00 WIB hingga Senin pagi, yang meningkatkan debit Sungai Glidik secara signifikan. Satriyo merinci bahwa dampak terparah dirasakan di Kecamatan Tempursari dengan sekitar 600 warga terdampak. Sementara itu, genangan di Dusun Persil, Desa Rojopolo (Lingkungan RW 09, 10, dan 11) berdampak pada 500 jiwa lainnya.
- Peningkatan debit Sungai Glidik menyebabkan jembatan penghubung Malang-Lumajang lumpuh total.
- Genangan air berketinggian 20 hingga 60 sentimeter melanda Desa Rojopolo dan wilayah Tempursari.
- Jalan Purorejo dan Tamansari Bawah putus sekitar 100 meter akibat terjangan arus deras.
- Kurang lebih 117 kepala keluarga di Dusun Taman Sari terisolasi akibat akses jalan tertutup material longsor.
Korban Jiwa di Pronojiwo dan Langkah Mitigasi Pemerintah
Terkait tragedi tanah longsor yang terjadi sebelumnya di Dusun Jonggrang, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, pada Sabtu (31/10) dini hari, Satriyo mengonfirmasi dua korban jiwa yang tertimbun material. Keduanya adalah Imron (40 tahun) dan putrinya Hilya (9 tahun) yang tertidur di dalam rumah mereka saat longsor susulan terjadi. Kedua jenazah telah dievakuasi secara mandiri oleh warga dan dimakamkan.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen memberikan bantuan pemulihan berupa semen dan bata untuk bangunan yang terdampak. Satriyo menegaskan bahwa pemerintah juga mengalokasikan santunan duka cita sebesar Rp20.000.000 untuk keluarga korban meninggal dunia serta mendistribusikan paket sembako. Tim di lapangan terus melakukan pendataan intensif guna memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak maupun terisolasi dapat terpenuhi dengan cepat.
BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Mendag Budi Santoso: Ritel Modern Jadi Katalis Utama Pengentasan Kemiskinan dan Ekspansi UMKM

Ribka Haluk Umumkan 100% Pemprov Maluku-Malut-Tanah Papua Siapkan Satgas MBG, Inspeksi Serentak Digelar November 2026

Wamendagri Ribka Haluk: Pembentukan Satgas MBG di Maluku hingga Papua Tuntas 100 Persen
