Mahasiswa Kesmas UNNES Gandakan Layanan di SDN Gajahmungkur 02 Lewat Program SEHATI
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Semarang (Unnes) menyelesaikan eksekusi program SEHATI (Sekolah Sehat, Aman, Tertib dan Bersih) di SD Negeri Gajahmungkur 02, Semarang, bulan September lalu. Kolaborasi ini melibatkan lima peminatan studi, yakni Biostatistik dan Kependudukan, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), yang langsung berbenah dalam ekosistem pendidikan dasar tersebut.
Luaran dari kolaborasi ini bukan sekadar laporan kerja kelompok, melainkan aset teknis yang siap pakai. Tim mahasiswa menghasilkan naskah kebijakan, desain sekolah sehat, naskah akademik, draft kebijakan, dashboard interaktif, digitalisasi data kesehatan, hingga buku profil demografi sekolah. Mereka juga menyediakan analisis status gizi berbasis data yang krusial untuk pemantauan tumbuh kembang siswa secara rutin.
Aspek keselamatan dan lingkungan juga menjadi fokus utama penyusunan. Melalui proses hazard mapping, tim memetakan potensi bahaya fisik di area sekolah dan menyusun peta jalur evakuasi yang jelas. Di bidang lingkungan, mereka meninggalkan unit komposter sebagai sarana pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan, mengurangi ketergantungan pada timbunan residu di tempat pembuangan akhir.
Dina Puspitasari, wali kelas 6 SD Negeri Gajahmungkur 02, mengaku terdorong oleh proses dan hasil yang ditunjukkan mahasiswa. "Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada mahasiswa. Kami melihat bagaimana prosesnya dari awal datang sampai di titik ini. Luar biasa sekali, semuanya bagus dan insyaAllah juga bermanfaat untuk sekolah dan anak-anak didik kita. Produk-produknya juga sangat bermanfaat," ujar Dina. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa langsung menyentuh aspek operasional sekolah, bukan hanya停留在 di tataran teori kelas.
Kendati mengapresiasi hasil, Dina memberikan catatan penting untuk proses di kemudian hari. Ia berharap tim peneliti melibatkan lebih banyak guru agar data yang terkumpul tidak bias terhadap satu sudut pandang saja. "Sarannya mungkin bisa lebih berkomunikasi dengan beberapa guru, jadi tidak hanya satu narasumber saja. Karena pendapat itu subjektif, mungkin bisa melibatkan satu, dua, atau tiga orang supaya datanya bisa lebih dipastikan lagi," katanya. Hal ini menegaskan pentingnya validitas data sosial yang diperoleh melalui multi-perspektif di lapangan.
Analisis Redaksi
Langkah mahasiswa Unnes ini sejalan dengan tren global Promosi Kesehatan yang berfokus pada determinan kesehatan melalui perbaikan lingkungan fisik. Dengan mengintegrasikan K3 dan pengelolaan sampah melalui komposter, sekolah tidak hanya mengejar target kesehatan individu siswa, tetapi juga membangun fondasi infrastruktur yang aman dan higienis. Keberadaan dashboard interaktif dan digitalisasi data akan memudahkan pihak sekolah memantau tren kesehatan dalam jangka panjang tanpa bergantung pada kertas-kertas administrasi yang rawan tersamar atau tidak terawat.
Kritik dari pihak sekolah yang meminta melibatkan lebih banyak guru adalah masukan strategis. Data demografi dan kesehatan sekolah bersifat dinamis. Jika hanya diambil dari satu narasumber, ada risiko bias informasi yang dapat menyesatkan arah intervensi kebijakan di kemudian hari. Pelibatan multi-pelaku di lingkungan sekolah, terutama dari berbagai jenjang pengajar, akan menghasilkan peta masalah kesehatan yang lebih utuh dan representatif.
Masa depan program pengabdian masyarakat semacam ini harus beralih dari pendekatan satu arah (memberi) menjadi kemitraan setara (membangun sistem). Jika model ini berhasil, replikasi program SEHATI ke sekolah-sekolah lain di Jawa Tengah menjadi langkah logis berikutnya. Namun, kunci keberlanjutannya terletak pada kapasitas sekolah dalam mengoperasikan dan merawat aset digital serta fisik yang ditinggalkan mahasiswa tersebut setelah mereka lulus.
BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Di Balik Puncak F1 2026: Rutinitas Latihan Ekstrem Kimi Antonelli Jaga Kebugaran di Tengah Tekanan G-Force

Polri dan BPOM Rumuskan Regulasi Ketat untuk Atasi Penyalahgunaan Kratom

Kapolri dan Kepala BPOM Perketat Pengawasan Narkotika, Obat Keras, dan Kosmetik Ilegal
