PLN Kerahkan 500 Personel dan 19 Unit UPS Jaga Listrik MotoGP Mandalika 2026
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

PT PLN (Persero) resmi menggelar Apel Siaga Keandalan Pembangkit sebagai langkah strategis menjaga stabilitas listrik selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9-11 Oktober di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Ratusan personel dikerahkan untuk mengawal keandalan pembangkit, pasokan energi primer, peralatan pendukung, hingga sistem pengendalian kelistrikan di lokasi-lokasi prioritas. Langkah ini memastikan aliran listrik stabil bagi salah satu ajang balap motor paling bergengsi di kelas dunia yang menyedot perhatian global.
Direktur Manajemen Pembangkitan PLN, Rizal Calvary Marimbo, menegaskan komitmen total perusahaan dalam mengawal seluruh rangkaian kompetisi tersebut. Ia menyebut kesiapan pembangkit sebagai fondasi vital dalam menjaga pasokan listrik tidak terputus. "Ajang internasional seperti MotoGP membutuhkan dukungan kelistrikan dengan tingkat keandalan yang tinggi. Karena itu, seluruh aspek pembangkitan kami pastikan dalam kondisi siap, mulai dari unit pembangkit, energi primer, personel, sistem pengendalian, hingga peralatan cadangan," ujar Rizal. Pernyataan ini menandai skala operasi PLN yang jauh melampaui persiapan event nasional biasa.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, turut mengapresiasi kesigapan PLN. Baginya, listrik adalah komponen penentu keberhasilan perhelatan ini. "Kami mengapresiasi kesigapan PLN yang telah mempersiapkan sistem kelistrikan secara menyeluruh. Dukungan kelistrikan yang andal menjadi salah satu faktor penting dalam menyukseskan penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 karena Nusa Tenggara Barat akan menjadi perhatian dunia internasional," kata Iqbal. Apresiasi gubernur ini menggarisbawahi peran kelistrikan sebagai wajah infrastruktur NTB di mata investor dan turis global.
Secara teknis, MotoGP Mandalika 2026 dipasok dari sistem kelistrikan Lombok dengan daya mampu pasok mencapai 438 megawatt. General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Dwipantara, Sujana, menjelaskan bahwa beban puncak diproyeksikan 391 MW, menyisakan cadangan daya 47 MW. Untuk memperkuat keandalan, PLN telah memobilisasi genset ke kawasan Sirkuit Mandalika. "Kami menyiagakan seluruh unit pembangkit dalam kondisi siap operasi dan didukung ketersediaan energi primer yang memadai. Kami juga memperkuat kesiapan di lapangan melalui penempatan genset backup, personel siaga, kendaraan pendukung, serta material cadang gangguan sehingga setiap potensi kondisi abnormal dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi," ungkap Sujana.
PLN menyiapkan total 19 unit Uninterruptible Power Supply (UPS), 7 unit genset, dan 3 Unit Gardu Bergerak (UGB). Lebih dari 500 personel siaga juga disiapkan. Inovasi Green Genset Control Room (GGCR) berbasis energi surya turut dioperasikan di Sirkuit Mandalika. "Melalui Green Genset Control Room, proses pemantauan dan pengendalian dapat dilakukan secara lebih cepat, terintegrasi, dan responsif. Inovasi ini juga menjadi bagian dari semangat kami dalam mengintegrasikan keandalan operasional dengan pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan," pungkas Sujana. Koordinasi kontinyu dilakukan untuk mengakomodir seluruh kebutuhan daya selama periode balap.
Analisis Redaksi
Persiapan kelistrikan untuk ekonomi pariwisata NTB ini menunjukkan pergeseran prioritas PLN dari sekadar menjaga pasokan ke menjaga reputasi negara. Cadangan daya 47 MW bukanlah angka mainan; ini adalah buffer untuk memastikan satu pun lampu di trek tidak kedip ketika kamera siaran global sedang merekam. Kegagalan sekecil apa pun di ajang skala besar akan berdampak pada kepercayaan investor asing terhadap iklim infrastruktur Indonesia.
Dimensi teknologi juga krusial. Penggunaan GGCR berbasis surya di tengah tingginya beban puncak menunjukkan PLN sedang menguji ketahanan inovasi terbarunya di lapangan nyata, bukan di laboratorium. Ini sinyal kuat bahwa teknologi energi terbarukan sudah masuk ke lini operasional kritis, bukan lagi sekadar program seremonial. Tantangan terbesar bukan lagi pada ketersediaan daya, melainkan pada kecepatan respons saat terjadi anomali di lapangan.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Robert Budi Hartono Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Kekayaan Capai US$12,2 Miliar

Emiten TAPG Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Rekaman pada 12 November 2026

IHSG Raih Penguatan 0,95% di Sesi I, Asing Borong 10 Saham Ini Meski Catat Net Sell
