Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Kapolri Suyudi Rombak 88 Personel Bareskrim, Ganti Kabareskrim dan Dir Tindak Pidana Siber

HukumBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Kapolri Suyudi Rombak 88 Personel Bareskrim, Ganti Kabareskrim dan Dir Tindak Pidana Siber
BAGIKAN:

Komjen Syahardianto resmi dicopot dari kursi Kepala Bareskrim Polri dalam gelombang mutasi besar-besaran yang dipimpin Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto. Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026, tertanggal 2 Oktober 2026, memindahkan Syahardianto ke pama untuk penugasan di KSP dan menggantinya dengan Irjen Asep Safrudin. Total 88 personel mengalami pergeseran dalam reshuffle yang menyentuh lini komando tertinggi penegakan hukum ini.

Perubahan struktur tidak hanya terjadi di puncak pimpinan, tetapi juga merambah ke jabatan strategis lainnya. Irjen Nunung Syaifuddin dilepas dari posisi Wakabareskrim untuk menjadi Widyaiswara di Sespim Lemdiklat, sementara Brigjen Putu Putera Sadana naik mengisi kursi yang kosong tersebut. Di sektor siber, Brigjen Adex Yudiswan dipromosikan menjadi Wakapolda Metro Jaya, membuka jalan bagi Brigjen Suhermanto yang ditunjuk sebagai Direktur Tindak Pidana Siber baru.

Keputusan ini datang beberapa waktu setelah Brigjen Eko Hadi Santoso melepas jabatan Dirtipidnarkoba pada akhir Agustus. Kini, kursi tersebut diduduki oleh Brigjen Kristian Parluhutan Siagian. Pergantian cepat di lini depan pemberantasan narkotika ini menandai dinamika yang terjadi hanya berselang hitungan minggu dari rotasi sebelumnya. Pola rotasi yang padat ini jarang terjadi dalam satu periode yang begitu singkat.

Reshuffle ini menandai pergantian pemimpin di tubuh penegakan hukum nasional secara simultan. Dari kepala hingga direktorat utama, seluruh lapisan command structure di Bareskrim mengalami penyegaran total. Ini bukan sekadar tukar posisi, melainkan penataan ulang arsitektur birokrasi keamanan. Setiap jabatan yang diisi kini diisi oleh figur dengan rekam jejak yang berbeda dari pendahulunya.

Irjen Johnny Eddizon Isir, Kadiv Humas Polri, menegaskan bahwa seluruh pergeseran ini merupakan mekanisme standard operating procedure organisasi. "Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian," kata Johnny dalam keterangan tertulis pada Sabtu (3/10). Pernyataan ini menjadi landasan resmi bagi publik untuk memahami alasan di balik perombakan masif tersebut.

Analisis Redaksi

Musuh utama dari rotasi massal adalah hilangnya kontinuitas dalam penanganan kasus berjenjang. Ketika 88 personel bergerak dalam satu gelombang, transfer data dan strategi penanganan kejahatan yang sedang berjalan menjadi rawan terfragmentasi. Pergerakan personel dari Bareskrim ke Hukum dan kepolisian daerah menciptakan zona disfungsi koordinasi sementara. Publik perlu mewaspadai potensi vacuum enforcement selama masa transisi di divisi-divisi yang mengalami perombakan total seperti Siber dan Narkoba.

Dalam jangka menengah, pergantian Kabareskrim dari Komjen ke Irjen menandakan perubahan pendekatan strategis dalam pemberantasan kejahatan. Asep Safrudin sebagai figur baru akan membawa paradigma operasional yang berbeda dengan Syahardianto. Langkah selanjutnya adalah bagaimana institusi Polri memastikan sistem reporting tetap stabil di tengah perubahan pemimpin di level strategis. Jika sinkronisasi tidak berjalan mulus, efisiensi penanganan kejahatan siber dan narkotika akan terganggu secara signifikan di lapangan.

Meow! Tanya Nesi!
😸