Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi ke 5.850 Jelang Tutup Tahun, Analis Sarankan Waspadai Momentum Negatif

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

IHSG Berpotensi Lanjut Koreksi ke 5.850 Jelang Tutup Tahun, Analis Sarankan Waspadai Momentum Negatif
BAGIKAN:

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melanjutkan tren koreksi pada perdagangan Jumat (2/10). Sentimen pasar cenderung defensif setelah indeks resmi menembus garis psikologis 6.000 pada sesi sebelumnya. Para analis menilai bahwa struktur teknis menunjukkan sinyal pelemahan yang berpeluang bertahan hingga pekan depan.

Posisi indeks kemarin menjadi krusial untuk membaca arah hari ini. IHSG ditutup di level 6.009 pada perdagangan Kamis (1/10) sore, melemah 61,63 poin atau minus 1,02 persen. Penurunan tersebut cukup signifikan, ditandai oleh dominasi saham yang terkoreksi. Dari total transaksi, 450 saham turun sementara hanya 206 saham menguat, dan 134 saham stagnan.

Volume perdagangan tetap tinggi meski harga turun. Mengutip data RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp11,06 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 32,94 miliar saham. Aktivitas pasar yang ramai ini menunjukkan adanya upaya distribusi atau perpindahan posisi modal yang besar di level bawah.

Herditya Wicaksana, Analis Teknikal MNC Sekuritas, melihat pola koreksi dalam jangka pendek masih berlangsung. "Kami memperkirakan posisi IHSG saat ini berada pada bagian wave c dari wave (y), sehingga berpotensi terkoreksi menuju area 5.850-5.911," ujar Herditya dalam riset hariannya. Ia memproyeksikan support di 5.949 dan 5.872, dengan resistance di 6.187 dan 6.297. Rekomendasi saham dari MNC Sekuritas meliputi ASII, ARCI, BMRI, dan BULL.

Senada dengan Herditya, Ivan Rosanova dari Binaartha Sekuritas menilai momentum negatif masih kuat. "Penutupan di bawah 6.015 membuka peluang IHSG melemah menuju 5.850. Momentum negatif diperkirakan masih kuat jika penutupan mingguan terkonfirmasi berada di bawah 6.015," ujar Ivan. Ia memprediksi level support lebih dalam di 5.850, 5.607, dan 5.314, sementara resistance berada di 6.247, 6.423, 6.552, dan 6.712. Ivan merekomendasikan saham ICBP, MBMA, dan UNVR.

Analisis Redaksi

Munculnya dua pandangan teknis dari sekuritas berbeda yang mengunggulkan skenario bearish menandakan konsensus pasar mengenai kelelahan indeks. Tembusnya level 6.015 sebagai trigger kunci menjadi alarm awal bahwa koreksi tidak hanya bersifat harian, melainkan berpotensi membentuk pola turun mingguan. Jika penutupan di bawah level tersebut terkonfirmasi, tekanan jual kemungkinan akan mencari dasar baru di area 5.850.

Investor ritel perlu waspada terhadap jebakan "dead cat bounce" di area resistance terdekat. Data transaksi Rp11,06 triliun yang tetap tinggi di tengah penurunan indeks mengindikasikan rotasi sektor atau aksi jual besar-besaran. Mengingat kedua analis merekomendasikan saham defensif dan berbasis nilai, strategi paling rasional saat ini adalah mengurangi eksposur portofolio atau melakukan akumulasi hanya pada saham-saham pilihan yang memiliki fundamental kuat.

Langkah selanjutnya sangat bergantung pada konfirmasi closing intraday. Selama indeks belum mampu berdiri tegak di atas 6.015, segala upaya penguatan bisa dianggap lemah dan rawan gagal. Pengawasan ketat terhadap level support 5.850 menjadi krusial; jebolnya level ini akan membuka jalan menuju 5.607 dan seterusnya, sesuai proyeksi Ivan Rosanova.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ