VW Recall 4 Juta Mobil Dunia, Baut Kemudi Berisiko Patah & Bahayakan Pengemudi
Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

- Volkswagen AG akan melakukan penarikan kembali 4 juta unit mobil di seluruh dunia akibat potensi kerusakan pada komponen kemudi yang mengancam keselamatan pengemudi.
- Estimasi ini datang dari Handelsblatt yang dikutip Carscoops pada Selasa (29/9), mencakup sekitar 2 juta kendaraan berlogo VW, lebih dari 1 juta Skoda, 700.000 Audi, dan 200.000 Seat.
- Di pasar Amerika Serikat, cakupan penarikan ini mencakup 208.724 unit berdasarkan data National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA).
Volkswagen AG akan melakukan penarikan kembali 4 juta unit mobil di seluruh dunia akibat potensi kerusakan pada komponen kemudi yang mengancam keselamatan pengemudi. Estimasi ini datang dari Handelsblatt yang dikutip Carscoops pada Selasa (29/9), mencakup sekitar 2 juta kendaraan berlogo VW, lebih dari 1 juta Skoda, 700.000 Audi, dan 200.000 Seat.
Di pasar Amerika Serikat, cakupan penarikan ini mencakup 208.724 unit berdasarkan data National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA). Model terdampak meliputi VW Atlas tahun 2018-2019, Tiguan 2018, dan Audi Q3 tahun 2019-2021. Juru bicara Volkswagen AG menegaskan bahwa masalah ini terdeteksi melalui pemeriksaan kualitas internal pada berbagai seri kendaraan mereka.
Hancakatan, proses perbaikan kali ini jauh lebih sederhana dibandingkan skandal dieselgate sebelumnya. Tidak ada pembelian kembali unit; bengkel resmi cukup mengganti baut sisi kanan yang menahan rak kemudi ke subframe dengan komponen baru berlapis anti-korosi. Surat pemberitahuan ke pemilik dijadwalkan terkirim pada 10 November 2026, memberikan waktu cukup bagi produsen untuk logistik perbaikan.
Bahaya dari masalah ini sangat spesifik namun serius. NHTSA menjelaskan bahwa salah satu baut dapat berkarat dan patah setelah bertahun-tahun terpapar garam jalan di lingkungan tertentu. Jika rumah rak kemudi patah, pengemudi bisa kehilangan kontrol kemudi secara tiba-tiba sehingga risiko kecelakaan meningkat drastis.
Aksi recall ini diprediksi menjadi yang terbesar bagi Volkswagen sejak skandal emisi diesel pada 2015. Saat itu, Volkswagen menarik 11 juta kendaraan global. Kali ini, skala masalahnya memang lebih kecil, namun dampaknya pada kepercayaan publik terhadap keandalan komponen kritis mobil Jerman tersebut cukup besar.
Analisis Redaksi
Penarikan 4 juta unit ini menjadi ujian ketelitian sistem keamanan pasokan Volkswagen. Berbeda dengan dieselgate yang melibatkan manipulasi software, masalah ini murni terkait kualitas material dan korosi lingkungan yang seharusnya bisa terdeteksi lebih awal melalui pengujian ketahanan jangka panjang. Keterlambatan notifikasi yang mencapai tahun 2026 menunjukkan adanya prosedur internal yang panjang, namun tetap lebih baik daripada mengabaikan risiko patahnya baut kemudi.
Pemilik mobil VW, Audi, Skoda, dan Seat di Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan. Meskipun NHTSA menyoroti pasar AS, mekanisme korosi akibat garam jalan juga relevan di daerah pesisir atau wilayah dengan penggunaan de-icer di musim hujan. Warga disarankan memantau notifikasi resmi dari jaringan diler untuk memastikan unit mereka tidak terdampak, karena risiko kehilangan kontrol kemudi tidak main-main. Tidak perlu panik massal, tapi pastikan inspeksi rutin mencakup pengecekan kondisi bawah bodi dan komponen kemudi.
Secara industri, langkah VW yang lebih terbuka daripada pada 2015 patut dicatat. Tidak ada upaya membantah atau menunda pengakuan kesalahan. Ini bisa jadi sinyal perubahan budaya manajemen krisis di pabrika Jerman itu yang lebih mengutamakan keselamatan murni di atas reputasi jangka pendek. Masyarakat perlu tetap kritis dan tidak langsung mengaitkan satu masalah komponen dengan totalitas kualitas seluruh lini produksi VW.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Debut Apollo EVO di Amerika: Hypercar $3.3 Juta dengan Mesin V12 800 HP dan Eksekusi Keras

Lelang Honda Vario 150 Pelat Merah di Jakarta: Harga Limit Rp 2,86 Juta, Kondisi Rusak Berat

BYD Klaim 5.000 Pekerja Lokal di Pabrik Subang, Targetkan 20.000 Penyerapan Naker Saat Kapasitas Maksimal
