BYD Klaim 5.000 Pekerja Lokal di Pabrik Subang, Targetkan 20.000 Penyerapan Naker Saat Kapasitas Maksimal

BYD resmi menegaskan komitmennya terhadap penguatan ekosistem industri otomotif nasional dengan mempekerjakan 5.000 tenaga kerja lokal di pabrik mereka yang terletak di Subang, Jawa Barat. Meskipun pabrik baru beroperasi sejak September 2026, Vice President of BYD Co., Ltd, Liu Xueliang, memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas sumber daya manusia Indonesia yang dinilainya rajin dan tekun dalam menjalankan proses produksi. Klaim ini disampaikan di tengah dinamika sosial yang mewarnai operasional pabrik, di mana baru sebulan usai diresmikan, lokasi tersebut digempur oleh sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang menuntut prioritas tenaga kerja lokal serta evaluasi izin tata ruang dan pengelolaan limbah produksi.
Ketegangan antara tuntutan masyarakat dan kebijakan perusahaan ini menjadi sorotan setelah Menteri Perindustrian Sarmuji mengumumkan telah menerima laporan terkait aksi ormas tersebut. Pihaknya menyatakan akan segera melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan seluruh aspek berjalan sesuai regulasi. Dalam hal tuntutan penyerapan tenaga kerja, Sarmuji menekankan bahwa terdapat perbedaan persepsi yang harus dirangkai ulang.
Respon Menteri Perindustrian dan Dinamika Isu Tenaga Kerja
Menanggapi pro-kontra mengenai jangkauan penyerapan tenaga kerja lokal, Sarmuji menjelaskan bahwa perlu ada penyamaan frekuensi antara pelaku industri dan masyarakat. "Point of view-nya kadang berbeda ya antara industri. Industri merasa sudah, sementara masyarakat merasa belum cukup. Ini kan sesuatu yang harus dipertemukan ini, penjelasan yang harus sama-sama satu frekuensi. Jangan sampai berbeda frekuensi, kalau berbeda frekuensi akan terus ada problem," ujar Sarmuji. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa isu ketenagakerjaan di sektor manufaktur besar tidak hanya soal kuantitas, tetapi juga bagaimana data tersebut dikomunikasikan kepada publik.
Secara operasional, BYD menegaskan bahwa 5.000 pekerja yang saat ini terserap adalah bagian dari target awal di pabrik dengan kapasitas produksi tinggi. Data rinci mengenai penyerapan tenaga kerja dan proyeksi jangka panjangnya adalah sebagai berikut:
- Pabrik BYD di Subang telah menggunakan jasa 5.000 tenaga kerja dalam negeri sejak peresmian September 2026.
- Kapasitas produksi pabrik ditargetkan hingga 150.000 unit per tahun.
- Proyeksi penyerapan tenaga kerja saat kapasitas produksi mencapai titik maksimal ditargetkan sebanyak 20.000 pekerja asal Indonesia.
Proyeksi Penyerapan 20.000 Pekerja dan Pujian Manajemen
Ke depan, seiring dengan peningkatan skala produksi hingga mencapai kapasitas maksimal, BYD memasang target ambisius untuk menyerap total 20.000 tenaga kerja Indonesia. "Pabrik ini ketika sudah mencapai kapasitas produksi maksimal. Target kami 20.000 pekerja Indonesia yang bisa bergabung," tambah Liu Xueliang. Pujian terhadap kinerja staf Indonesia disebut menjadi pendorong utama optimisme perusahaan untuk memperluas tim kerja secara signifikan. "Tenaga kerja di Indonesia 5 ribu orang lebih, staf Indonesia sangat rajin dan tekun dalam melakukan pekerjaan," ucap Liu saat peresmian pabrik. Langkah ini tidak hanya berdampak pada peningkatan output produksi, tetapi juga diharapkan mampu mengurangi angka pengangguran terdidik di wilayah sekitar serta menggenjot pertumbuhan ekonomi regional di Jawa Barat melalui efek ganda (multiplier effect) dari investasi manufaktur global ini.
BERITA TERKAIT (Otomotif)

Lelang Honda Vario 150 Pelat Merah di Jakarta: Harga Limit Rp 2,86 Juta, Kondisi Rusak Berat

Dari 10 Unit ke Target 2 Juta: Chery Beberkan Strategi Ekspor yang Ubah Citra Mobil Tiongkok

Truk Molen Rem Blong Tabrak Kerumunan di Bekasi, 6 Orang Tewas dan Sorotan Sistem Keselamatan Jalan
