Tempo Scan Distribusikan 640.000 Liter Air untuk 80 Titik Terdampak El Nino

Tempo Scan Group menyalurkan 640.000 liter air bersih ke 80 titik terdampak kekeringan di Jawa dan Sumatra pada Agustus-September 2026, merespons fenomena El Niño super atau 'Godzilla' yang diperkirakan BMKG akan bertahan hingga awal 2027 dan memicu kemunduran musim hujan di 61,08 persen zona musim Indonesia.
Program bertajuk "Mengalirkan Harapan, Menjaga Kehidupan" ini difokuskan pada wilayah Sumatra Selatan, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DI Yogyakarta. Distribusi dilakukan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memastikan tepat sasaran. Winny Yunitawati, Deputy Managing Director CCHC PT Tempo Scan Pacific Tbk, menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nilai tanggung jawab dan kemanfaatan perusahaan yang telah 73 tahun beroperasi di Indonesia.
Menurut Winny, program ini bertujuan meringankan beban masyarakat di tengah krisis akses air akibat cuaca ekstrem. "Menghadapi cuaca ekstrem dan prediksi musim hujan yang datang lebih lambat akibat Godzilla El Niño, program Tempo Scan Air Bersih untuk Indonesia diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat serta mendukung kesehatan dan kualitas hidup mereka di tengah krisis kekeringan," ujar Winny.
Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menyambut baik bantuan tersebut karena dampak kemarau ekstrem sangat terasa di daerahnya. "Bantuan dari Tempo Scan Group menjadi langkah konkret yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Kami mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi perhatian Tempo Scan Group dalam membantu masyarakat melewati tantangan kemarau panjang ini," tutur Arlan.
Dukungan serupa datang dari Kepala Pelaksana BPBD Bantul, Mujahid Amrudin. Ia menilai kolaborasi lintas sektor adalah kunci penanganan kekeringan. "Bantuan pasokan air bersih ini sangat membantu penanganan dampak kekeringan di area-area terdampak. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci utama dalam menjaga ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat," kata Mujahid.
Sebagai korporasi nasional, Tempo Scan menegaskan komitmen melalui aksi sosial ini untuk tumbuh bersama masyarakat, sejalan dengan reputasi mereka dalam menyediakan produk kesehatan berkualitas selama tujuh dekade lebih.
Analisis Redaksi
Inisiatif ini menandai pergeseran strategi filantropi korporat dari sekadar sumbangan dana menjadi intervensi logistik langsung yang terintegrasi dengan tata kelola penanggulangan bencana daerah. Dengan melibatkan BPBD, perusahaan menurunkan risiko penyalahgunaan atau salah sasaran bantuan, sebuah pendekatan yang lebih efektif di tengah prediksi kekeringan yang berkepanjangan hingga 2027.
Secara strategis, posisi 80 titik prioritas menunjukkan peta kekeringan yang terstruktur. Namun, mengingat skala 529 Zona Musim yang terdampak, bantuan ini masih bersifat palliatif jangka pendek. Pengawas publik perlu mengawal apakah inisiatif ini akan menjadi model berkelanjutan atau sekadar respons satu kali, mengingat ancaman kekeringan struktural yang diprediksi BMKG.
Dampak reputasi bagi Tempo Scan sangat kuat karena menggarisbawahi identitas 'perusahaan Indonesia' di tengah ketidakpastian iklim. Bagi publik, ini adalah indikator pentingnya kemitraan swasta-pemerintah dalam mitigasi risiko hidrometeorologi di musim-musim mendatang.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

BPS Catat Inflasi Oktober 2026 Tahan di 3,23 Persen, Cabai Merah Jadi Pemicu Utama

BEI Evaluasi Insentif Pajak 3% dan Rilis Empat Pilar Strategis untuk Genjot IPO dan Akses Pendanaan UMKM
Laba Bersih Phapros Melonjak 311% Didorong Efisiensi Operasional dan Penguatan Portofolio
