Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Sindikasi Karhutla: BKSDA Evakuasi Orang Utan dan Trenggiling dari Api di Kotawaringin Timur

Berita NasionalRina WijayaRina WijayaSumber: CNN Nasional
Rina Wijaya
Rina Wijaya
Jurnalis Investigasi

Fokus pada liputan mendalam dan isu-isu sosial yang berdampak pada masyarakat luas.

Sindikasi Karhutla: BKSDA Evakuasi Orang Utan dan Trenggiling dari Api di Kotawaringin Timur
BAGIKAN:

Seekor orang utan betina bernama Sindi dan seekor trenggiling berhasil dievakuasi dari kepungan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Evakuasi orang utan ini dilakukan hingga dini hari di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) Dusun Ramban, Desa Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, saat lahan di sekitar masih terbakar. Selain Sindi, tim pemadam juga menyelamatkan trenggiling seberat 10 kilogram di Desa Terantang, Kecamatan Seranau, dari amukan bara api. Kedua satwa kritis tersebut kini dalam kondisi stabil di bawah pengawasan petugas konservasi.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa Sindi, yang diperkirakan berusia 20 tahun dengan bobot 32 kilogram, pertama kali ditemukan pada Jumat (25/9) pukul 15.00 WIB. Regu pemadam dari pihak perusahaan tengah mengambil air saat melihat satwa itu berada di atas pohon kering di perbatasan HTR Ramban dengan PT MJSP. "Lokasinya di HTR Ramban, vegetasi dominan tanaman kelapa sawit yang kondisinya sudah dan masih terbakar," kata Muriansyah, Minggu (27/9). Informasi segera dilaporkan ke BKSDA Resort Sampit, memicu respons cepat dari tim rescue Seksi KSDA Wilayah II bersama Yayasan Orangutan Foundation International (OFI).

Proses evakuasi Sindi terbilang dramatis dan tidak mudah. Tim rescue berangkat dari Pangkalan Bun pukul 17.20 WIB, namun baru tiba di lokasi sekitar pukul 22.00 WIB. Sindi terus berpindah tempat di dahan tinggi, menyulitkan petugas untuk membius satwa tersebut. Situasi kian menantang karena asap karhutla masih menyelimuti kawasan, sementara tanah di bawah pohon masih menyimpan bara api. "Petugas kemudian harus memanjat pohon untuk menurunkan Sindi secara hati-hati. Sekitar pukul 02.30 WIB, orang utan betina tersebut akhirnya berhasil dievakuasi," ungkap Muriansyah. Pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka bakar pada tubuh Sindi, dan hasil tes darah menandakan satwa itu sehat serta bebas penyakit.

Menyusul evakuasi Sindi, perhatian beralih pada seekor trenggiling betina seberat sekitar 10 kilogram yang ditemukan di Desa Terantang. Satwa dilindungi ini ditemukan saat tim pemadam kebakaran lahan PT Rimba Makmur Utama (RMU) sedang berjibaku menangani api. Penyerahan trenggiling ke petugas BKSDA Pos Sampit berlangsung pada Selasa (22/9) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Komandan BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, menyatakan bahwa setelah diperiksa, kondisi trenggiling terlihat sehat, aktif, dan tidak ditemukan luka akibat karhutla. "Karena kondisi trenggiling dilihat sehat, aktif dan tidak ada luka, menghindari stres serta sesuai arahan pimpinan, Rabu, 23 September, trenggiling dilepasliarkan di wilayah PT RMU yang aman dari kebakaran," ujarnya.

Keputusan pelepasliaran cepat trenggiling diambil untuk mempercepat proses pengembalian satwa ke habitat alaminya, menghindari stres akibat penahanan lama. Sementara itu, Sindi yang telah melalui proses evakuasi berat kini menjalani pemeriksaan di klinik dan pusat karantina OFI di Pangkalan Bun. Sindi rencananya akan ditranslokasikan ke Suaka Margasatwa (SM) Lamandau, Kabupaten Kotawaringin Barat, sesuai arahan Kepala Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (SKSDA) Wilayah II. Keberhasilan penyelamatan dua satwa ini menjadi bukti nyata dampak langsung karhutla terhadap keanekaragaman hayati, di mana api tak hanya menghanguskan lahan, tapi juga mengancam populasi satwa endemik yang sangat rentan.

Analisis Redaksi

Kasus ini mengungkap bahwa kebakaran lahan di kawasan Hutan Tanaman Rakyat (HTR) dan konsesi perusahaan tetap menjadi ancaman mematikan bagi satwa liar, khususnya yang berada di tepian hutan. Evakuasi Sindi yang memakan waktu hingga dini hari di tengah asap pekat menunjukkan betapa sulitnya upaya penyelamatan saat kondisi lapangan tidak kondusif. Keberhasilan tim gabungan BKSDA dan OFI membuktikan pentingnya kesiapsiagaan respons cepat, di mana koordinasi antar-lembaga menjadi kunci untuk meminimalkan stres pada satwa.

Langkah cepat pelepasliaran trenggiling di wilayah PT RMU yang aman merupakan strategi konservasi yang praktis dan efisien. Pendekatan ini menekankan prinsip meminimalkan intervensi manusia untuk mencegah habituasi atau stres pada satwa. Namun, fakta bahwa trenggiling dan Sindi harus dievakuasi mengindikasikan bahwa sekat-sekat antara kawasan konservasi dan lahan terbakar masih sangat tipis. Perusahaan dan otoritas terkait perlu memperketat pengawasan api di area perbatasan, karena setiap detik kebakaran yang menyala adalah risiko nyata bagi kelangsungan hidup satwa seperti orang utan dan trenggiling yang populasinya terus terancam.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸