Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun untuk Percepat Ekosistem Peternakan Terintegrasi

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Pemerintah Siapkan Rp17 Triliun untuk Percepat Ekosistem Peternakan Terintegrasi
BAGIKAN:

Pemerintah menggelontorkan anggaran sebesar Rp17 triliun untuk mempercepat pembangunan ekosistem peternakan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah strategis ini diklaim sebagai upaya konkret untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjamin ketersediaan ayam, telur, dan susu bagi kebutuhan dalam negeri. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, proyek ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat industri peternakan.

"Lima pabrik pakan, DOC dan seterusnya itu selesai tahun depan. Insyaallah lima ini diresmikan tahun depan," ujar Amran saat kunjungan kerja di Bone, Sulawesi Selatan, pada Jumat (25/9) lalu. Ia menjelaskan bahwa tahap awal pembangunan mencakup lima kawasan strategis yang tersebar di Lampung, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Gorontalo. Untuk kelima kawasan ini, pemerintah telah mencairkan anggaran awal sebesar Rp2,2 triliun yang sudah ditandatangani oleh Presiden.

Dia mendesak agar pekerjaan di lapangan dikebut dengan cepat. "Sudah bor-bor. Targetnya tahun depan selesai. Administrasinya sudah selesai, anggarannya juga sudah selesai. Yang penting selesai dulu," tegasnya. Kawasan tersebut dirancang bukan sekadar tempat produksi, melainkan rantai pasok lengkap yang mencakup pembibitan atau DOC, budidaya ayam, produksi telur, hingga pengembangan sapi perah. Integrasi ini juga ditujukan untuk memperkuat pasokan pangan bergizi bagi program [Makan Bergizi Gratis] (MBG), di mana kawasan peternakan akan menjadi off-taker utama produk tersebut.

Salah satu kunci efisiensi terletak pada industri pakan. Jagung, sebagai bahan baku utama, didorong agar bersumber dari sentra produksi lokal seperti Bone dan Soppeng. "Ayam butuh pakan. Pakannya dari jagung. Jagung ini nanti dari Bone, Soppeng, kabupaten tetangga, dari mana saja. Karena ini yang menjadi pakan nanti," kata Mentan Amran. Dengan membangun pabrik pakan di dekat sentra jagung, biaya logistik dapat ditekan. "Jadi dari hulu ke hilir ini holistik. Itu murah. Daripada jagung ini dikirim ke Surabaya, dikirim ke Jakarta, setelah jadi pakan dikembalikan," ujarnya. Selain itu, fasilitas pembibitan ayam akan disediakan lengkap di kawasan tersebut agar kebutuhan DOC tidak lagi bergantung pada impor atau pengiriman dari jarak jauh.

Di Sulawesi Selatan, kawasan pengembangan di Bone dengan luas sekitar 150 hektare menjadi salah satu titik tolak utama. Amran menekankan bahwa pendekatan terintegrasi ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga penguatan pasar bahan baku dan distribusi. Pengembangan produksi susu, ayam, dan telur dipandang sebagai investasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. "Minum susu, telur, ayam dan seterusnya. Itu mimpi Bapak Presiden. Generasi kita adalah generasi cerdas nanti ke depan, sehingga mencapai Indonesia Emas," tutup Amran, mengaitkan stabilitas pangan dengan visi besar bangsa.

Analisis Redaksi

Skema terintegrasi ini menandai pergeseran paradigma dalam kebijakan pangan nasional, dari sekadar intervensi harga menjadi penguatan infrastruktur rantai pasok. Dengan menyatukan pembibitan, pakan, dan produksi di satu kawasan, pemerintah berupaya memecahkan masalah klasik peternakan Indonesia: tingginya biaya logistik dan ketergantungan pada bahan baku luar. Efisiensi ini krusial untuk menjaga daya sait harga jual akhir di pasar domestik.

Namun, keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada kecepatan eksekusi dan koordinasi antar-kementerian. Angka Rp17 triliun yang masif tidak akan berdampak signifikan jika pembangunan fisik belum terealisasi sesuai target tahun depan. Selain itu, integrasi dengan program Makan Bergizi Gratis menciptakan ekosistem lingkaran tertutup yang menguntungkan, tetapi perlu diawasi ketat agar tidak menimbulkan dominasi pasar atau distorsi harga yang merugikan petani jagung lokal yang menjadi pemasok utama.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸