PGN Perkuat Komitmen Pengembangan Energi Rendah Karbon dengan Infrastruktur dan Inisiatif Dekarbonisasi

- Infrastruktur ini mencakup jaringan transmisi dan distribusi pipa, serta penyaluran non‑pipa melalui Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG).
- Jaringan terintegrasi ini menjadi fondasi dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi dan perluasan akses energi bagi berbagai sektor, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
- Selain itu, PGN menjajaki studi teknologi CCS sebagai opsi pendukung rantai pasok amonia rendah karbon.
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) menegaskan kembali komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional dengan memperluas infrastruktur gas bumi dan mengembangkan berbagai inisiatif energi rendah karbon, seiring pencapaian pengurangan emisi yang melampaui target hingga Agustus 2026. Corporate Secretary PGN, Fajriyah Usman, menyatakan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan gas bumi sebagai energi transisi melalui penguatan infrastruktur dan perluasan layanan ke berbagai sektor, sambil mengembangkan proyek biomethana dari limbah cair pabrik kelapa sawit (POME) dan mempelajari teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Hingga Agustus 2026, Subholding Gas Pertamina berhasil menurunkan emisi sebesar 29.574,87 ton CO₂e (tCO₂eq), atau 35,3% di atas target yang ditetapkan untuk periode tersebut, dan secara kumulatif sejak 2025 telah melampaui 68.500 tCO₂eq, setara dengan 15,7% dari target dekarbonisasi perusahaan hingga 2034.
Infrastruktur dan Operasional Gas Bumi yang Terintegrasi
Sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN mengelola jaringan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 33.000 kilometer dan melayani lebih dari 820.000 pelanggan dari segmen rumah tangga, usaha kecil dan menengah, industri, serta pembangkit listrik. Infrastruktur ini mencakup jaringan transmisi dan distribusi pipa, serta penyaluran non‑pipa melalui Compressed Natural Gas (CNG) dan Liquefied Natural Gas (LNG). Jaringan terintegrasi ini menjadi fondasi dalam optimalisasi pemanfaatan gas bumi dan perluasan akses energi bagi berbagai sektor, sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
- Jaringan pipa gas: >33.000 km
- Jumlah pelanggan: >820.000
- Penurunan emisi hingga Agustus 2026: 29.574,87 tCO₂eq (35,3% di atas target)
- Pengurangan emisi kumulatif (2025–Agustus 2026): >68.500 tCO₂eq (15,7% dari target hingga 2034)
Inisiatif Energi Rendah Karbon dan Dekarbonisasi
Sejalan dengan penguatan bisnis gas bumi, PGN mengembangkan peluang energi rendah karbon, antara lain biomethana dari Palm Oil Mill Effluent (POME). Perusahaan mendukung proyek biomethana di Sumatera Selatan bersama PT Toyota Tsusho Indonesia dan PT KIS Biofuels Indonesia, dengan kapasitas produksi sekitar 150.000 MMBTU per tahun yang ditargetkan mulai disalurkan pada 2027. Selain itu, PGN menjajaki studi teknologi CCS sebagai opsi pendukung rantai pasok amonia rendah karbon. Upaya-upaya ini dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan teknologi, kelayakan ekonomi, serta kebutuhan pasar. Pada akhir Oktober 2026, PGN juga menandatangani tujuh kesepakatan komersial dengan pemasok gas domestik untuk memperkuat portofolio pasokan gas pipa dan LNG. Atas berbagai upaya pengembangan bisnis dan dekarbonisasi tersebut, PGN meraih penghargaan "Most Outstanding Natural Gas Transition & Carbon Emission Reduction Excellence" dalam ajang Industry Award 2026. Pengakuan ini menjadi apresiasi atas peran PGN tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan energi, tetapi juga dalam keberlanjutan dan pengurangan emisi.
"Melalui koordinasi dengan pemerintah, sinergi bersama Pertamina Group, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, PGN akan terus memperkuat layanan gas bumi sekaligus mengembangkan peluang bisnis energi rendah karbon secara bertahap dan sesuai kebutuhan pasar," tutup Fajriyah Usman.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

KSPI Tekan Pemerintah: Naikkan Batas Bebas Pajak JHT ke Rp400 Juta, Ajukan Dasar Emas

LPS Ungkap 14 BPR dan BPRS Tumbang di 2026: Lemahnya Tata Kelola Jadi Biang Kerok Utama

Respons Emiten Affiliates Salim & Sinar Mas: Nyalakan Lampu Kuning Pasca Pemanggilan Bos Sawit oleh Singapura
