Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

IHSG Anjlok 3,78% ke 4.904,29, Bayang-Bayang Pemilu AS dan Pelemahan Minyak Tekan Pasar

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Market & Saham
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

IHSG Anjlok 3,78% ke 4.904,29, Bayang-Bayang Pemilu AS dan Pelemahan Minyak Tekan Pasar
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (3/11/2026) dengan koreksi tajam sebesar 192,54 poin atau 3,78%, berakhir di level 4.904,29 .
  • Berdasarkan data Stockbit, indeks sempat dibuka menguat di area 5.126, namun berbalik arah dan menembus level psikologis 5.000 sebelum pukul 11.00 WIB.
  • Tekanan jual masif ini membuat seluruh sektor saham mengalami penurunan, dengan total volume perdagangan mencapai 226,69 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp10,22 triliun.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (3/11/2026) dengan koreksi tajam sebesar 192,54 poin atau 3,78%, berakhir di level 4.904,29. Berdasarkan data Stockbit, indeks sempat dibuka menguat di area 5.126, namun berbalik arah dan menembus level psikologis 5.000 sebelum pukul 11.00 WIB. Tekanan jual masif ini membuat seluruh sektor saham mengalami penurunan, dengan total volume perdagangan mencapai 226,69 juta lot dan nilai transaksi sebesar Rp10,22 triliun.

Sentimen negatif pasar tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dibayangi dinamika global yang kompleks. Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh pergerakan sejumlah emiten perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), serta emiten konglomerasi seperti PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).

Pelemahan Lintas Sektor dan Dampak Geopolitik Global

Berdasarkan data Refinitiv, sektor basic materials mencatatkan penurunan terdalam sebesar 5,69%, disusul sektor real estate (5,16%), energy (4,29%), consumer cyclicals (3,13%), dan financials (3,09%). Di sisi lain, pasar keuangan Indonesia juga dipengaruhi oleh jatuhnya harga minyak mentah dunia yang anjlok lebih dari 7% pada Senin (2/11/2026). Minyak Brent ditutup turun 7,63% ke US$104,77 per barel, sementara WTI merosot 7,36% ke US$96,46 per barel.

Penurunan harga minyak ini dipicu oleh harapan berakhirnya konflik antara AS, Israel, dan Iran setelah perundingan damai melibatkan pejabat Iran dan Qatar. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran berupaya menyelesaikan konflik melalui dialog, sementara Donald Trump menyebut kesepakatan damai mungkin tercapai. Bagi Indonesia sebagai importir neto minyak, hal ini diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap APBN dan inflasi, meskipun pasar tetap waspada terhadap hasil pemilu sela AS 2026 yang digelar pada hari yang sama.

Antisipasi Kebijakan KSSK dan Data Manufaktur China

Dari dalam negeri, pelaku pasar menantikan hasil rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang digelar pada hari ini. Rapat ini diharapkan memberikan kejelasan arah kebijakan sektor keuangan, terutama terkait kajian stabilitas sistem keuangan kuartal III serta respons terhadap gejolak pasar modal dan nilai tukar rupiah. Pernyataan KSSK krusial untuk menenangkan pasar di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, data ekonomi global menunjukkan sinyal positif dari China. PMI Manufaktur China versi RatingDog turun tipis menjadi 52,0 pada Oktober 2026 dari 52,1 pada September, namun masih melampaui perkiraan pasar sebesar 51,6. Angka ini menandai ekspansi selama 11 bulan berturut-turut, didorong oleh pertumbuhan produksi tercepat dalam enam bulan serta peningkatan permintaan ekspor, meskipun lajunya melambat dibandingkan bulan sebelumnya.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ