IHSG Anjlok 3,52%, Analis Mirae Asset Soroti Kombinasi Rebalancing dan Sikap Risk-Off Investor
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam dengan pelemahan 179,50 poin atau 3,52 persen ke posisi 4.917,33 pada perdagangan Selasa (3/10) pukul 14.45 WIB.
- Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat frekuensi perdagangan mencapai 1,11 juta kali transaksi dengan volume 7,94 miliar lembar saham senilai Rp18,95 triliun, di mana 704 saham mengalami penurunan nilai.
- Nafan memperingatkan bahwa apabila tekanan jual terus berlanjut dan indeks gagal menembus area psikologis 5.000 secara konsisten, volatilitas pasar berpotensi tetap tinggi hingga akhir tahun.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi tajam dengan pelemahan 179,50 poin atau 3,52 persen ke posisi 4.917,33 pada perdagangan Selasa (3/10) pukul 14.45 WIB. Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, menjelaskan bahwa penurunan ini didorong oleh kombinasi sentimen penyesuaian portofolio (rebalancing aset), aksi profit taking, dan masih tingginya sikap risk-off di kalangan investor. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat frekuensi perdagangan mencapai 1,11 juta kali transaksi dengan volume 7,94 miliar lembar saham senilai Rp18,95 triliun, di mana 704 saham mengalami penurunan nilai.
Nafan memperingatkan bahwa apabila tekanan jual terus berlanjut dan indeks gagal menembus area psikologis 5.000 secara konsisten, volatilitas pasar berpotensi tetap tinggi hingga akhir tahun. Sebaliknya, pemulihan yang disertai peningkatan volume transaksi dan akumulasi saham-saham berkapitalisasi besar dapat menjadi indikasi membaiknya kepercayaan pasar.
Lima Sentimen Kunci yang Membayangi Pasar Modal
Hingga akhir 2026, Nafan memproyeksikan volatilitas IHSG akan tetap relatif tinggi karena pasar masih membutuhkan katalis positif yang kuat, khususnya dari perbaikan kepercayaan investor, stabilitas nilai tukar rupiah, dan konsistensi reformasi pasar modal. Ia mengidentifikasi lima sentimen utama yang perlu dicermati investor:
- Perkembangan evaluasi MSCI terhadap status pasar modal Indonesia, termasuk kemungkinan reklasifikasi dari Emerging Market menjadi Standalone Market.
- Kebijakan regulator terkait peningkatan free float, transparansi kepemilikan saham, dan kualitas tata kelola emiten.
- Potensi berlanjutnya capital outflow atau net foreign sell yang menekan saham berkapitalisasi besar.
- Dinamika suku bunga global, kebijakan The Fed, serta pergerakan nilai tukar Rupiah yang memengaruhi persepsi risiko.
- Perkembangan geopolitik dan harga komoditas global yang berdampak pada sektor energi, pertambangan, dan industri pengolahan.
Nafan menekankan bahwa pemulihan indeks sangat bergantung pada keberhasilan reformasi pasar modal dalam mengembalikan kepercayaan investor institusional, khususnya investor asing.
Strategi Investasi Selektif dan Peringatan untuk Saham HSC
Sebagai langkah antisipasi, Nafan menyarankan investor untuk tidak terburu-buru melakukan akumulasi agresif, melainkan menerapkan strategi buy on weakness secara bertahap terhadap saham dengan fundamental kuat, valuasi menarik, dan likuiditas memadai. Sektor perbankan, consumer goods, telekomunikasi, dan otomotif dinilai masih layak dicermati sebagai alternatif investasi yang solid. Terkait saham kategori High Shareholding Concentration (HSC) yang dikeluarkan dari perhitungan IHSG, Nafan mengingatkan bahwa saham-saham tersebut tetap tercatat di BEI dan dapat ditransaksikan, namun pergerakan harganya tidak lagi berkontribusi terhadap indeks. Investor perlu selektif mengingat risiko keterbatasan free float, konsentrasi kepemilikan, dan potensi volatilitas harga yang tinggi pada saham-saham tersebut.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Ancaman Pelemahan Rupiah: Lukman Leong Proyeksi Tembus Rp 18.350, BI Akui Tantangan Menjaga Stabilitas

IHSG Anjlok 3,78% di Akhir Perdagangan, Investor Asing Lepas 10 Saham Unggulan dengan Net Sell Rp575 Miliar

Respons Keras Publik, KAI Batalkan Rencana Perubahan Nama Rute Kereta di Gapeka 2026
