Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Mabes Polri Ambil Alih Kasus KM Virgo 8: 67 Tewas, 68 Masih Hilang

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Mabes Polri Ambil Alih Kasus KM Virgo 8: 67 Tewas, 68 Masih Hilang
BAGIKAN:

Markas Besar Polri mengambil alih pengusutan kecelakaan maut KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, sebuah peristiwa yang telah merenggut nyawa 67 penumpang dengan 68 orang lainnya masih dalam proses pencarian. Keputusan strategis ini ditandai dengan dilimpahkannya penanganan perkara dari Polda Kalimantan Selatan ke Direktorat Polisi Perairan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri.

Irjen Johnny Eddizon Isir, Kepala Divisi Humas Polri, menegaskan bahwa pelimpahan ini merupakan upaya memastikan keberlanjutan proses hukum. “Untuk proses perkaranya, saat ini telah dilimpahkan ke Mabes Polri melalui Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan,” jelas Isir dalam keterangan tertulis pada Senin (28/9). Baharkam Polri kini memegang kendali penuh atas aspek penegakan hukum dari kasus tersebut.

Keterlibatan Mabes Polri dalam kasus ini bukan hal baru. Sejak awal, institusi tersebut telah memberikan asistensi komprehensif, mulai dari operasi pencarian dan pertolongan, evakuasi, hingga identifikasi korban. Penyidik Polda Kalimantan Selatan sebelumnya telah melakukan pemeriksaan ketat terhadap nahkoda, awak kapal (ABK), dan pihak terkait lainnya. Langkah ini bertujuan untuk mengungkap kronologi kejadian serta penyebab utama kecelakaan yang menewaskan ratusan orang tersebut.

Insiden tragis ini bermula saat KM Virgo Transport 8 dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9) sekitar pukul 02.00 Wita. Saat itu, kapal sedang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak Sabtu (12/9) dan mengalami cuaca buruk. Basarnas menemukan kapal dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada hari yang sama. Hingga saat ini, total 175 korban telah ditemukan, terdiri dari 108 orang selamat dan 67 orang meninggal dunia.

Polri berkomitmen untuk melanjutkan pengusutan perkara secara transparan dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Fokus utama saat ini adalah memperoleh fakta hukum secara utuh untuk menentukan langkah selanjutnya. Proses penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dengan berkoordinasi bersama stakeholder terkait, sehingga setiap fakta yang ditemukan dapat menjadi bagian integral dari penanganan perkara ini.

Analisis Redaksi

Pemindahan kendali hukum dari tingkat daerah ke tingkat pusat mengindikasikan skala kompleksitas kasus ini yang melampaui kapasitas investigasi regional. Dengan melibatkan Korpolairud Baharkam, negara mengirimkan sinyal bahwa keselamatan pelayaran nasional menjadi prioritas keamanan, bukan sekadar insiden lokal di Kalimantan Selatan.

Fakta bahwa 68 orang masih dalam pencarian menunjukkan bahwa operasi SAR (Search and Rescue) dan investigasi teknis masih jauh dari kata selesai. Publik harus mewaspadai potensi jeda informasi yang panjang, di mana transparansi Mabes Polri akan diuji oleh kesabaran keluarga korban yang menunggu kepastian nasib orang hilang mereka.

Secara hukum, penguatan kapasitas investigasi oleh pusat membuka ruang untuk penelusuran akuntabilitas operator kapal dan regulasi keselamatan. Langkah selanjutnya secara logis akan menuntut audit teknis menyeluruh terhadap kondisi kapal dan cuaca, bukan sekadar pemeriksaan saksi awal yang sudah dilakukan oleh Polda Kalsel.

Meow! Tanya Nesi!
😸