⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Dokter RSJPD Harapan Kita Ungkap Strategi Perawatan Guna Cegah Sakit Gigi dan Pencabutan

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: Antara News
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Dokter RSJPD Harapan Kita Ungkap Strategi Perawatan Guna Cegah Sakit Gigi dan Pencabutan
BAGIKAN:

Rahmanto Budi, dokter gigi umum dari Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita, menegaskan pentingnya perawatan preventif sebagai kunci utama untuk menghindari nyeri kronis hingga pencabutan gigi. Pernyataan ini disampaikan dalam konteks peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional, menggarisbawahi bahwa intervensi dini jauh lebih efisien dan efektif dibandingkan penanganan pada tahap kerusakan berat.

Pendekatan yang dipaparkan oleh Rahmanto Budi berfokus pada perubahan perilaku dan kebiasaan harian pasien yang sering diabaikan. Ia menekankan bahwa sakit gigi bukan semata-mata masalah biologis, melainkan akumulasi dari pola konsumsi dan kebersihan mulut yang buruk dalam jangka panjang. Tanpa kesadaran merawat gigi sejak dini, risiko kehilangan gigi permanen meningkat signifikan seiring bertambahnya usia.

Strategi perawatan ini tidak hanya berlaku untuk anak-anak, tetapi juga krusial bagi orang dewasa yang menganggap diri mereka kebal terhadap masalah kesehatan rongga mulut. Data klinis menunjukkan bahwa gangguan pada struktur gigi sering kali menjadi pemicu awal bagi masalah kesehatan sistemik lainnya. Oleh karena itu, edukasi mengenai cara menyikat gigi yang benar dan frekuensi kunjungan ke dokter gigi menjadi prioritas utama dalam pencegahan.

Dalam praktiknya, dokter gigi dari RSJPD Harapan Kita ini mengingatkan bahwa pencegahan harus dimulai dari pemahaman tentang bahaya plak dan karies. Pasien perlu memahami bahwa rasa nyeri adalah tanda alarm terakhir, bukan sinyal pertama. Menunda perawatan hingga sakit terasa parah sering kali sudah terlambat untuk mempertahankan struktur gigi secara utuh, sehingga opsi pencabutan menjadi jalan satu-satunya.

Masyarakat didorong untuk menjadikan check-up rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat, bukan hanya saat terjadi keluhan akut. Dengan mengadopsi prinsip perawatan ini, beban biaya medis dapat ditekan dan kualitas hidup pasien terjaga. Peringatan Hari Kesehatan Gigi Nasional menjadi momentum tepat untuk menyelaraskan persepsi publik tentang urgensi kesehatan gigi, dari sekadar merawat saat sakit menjadi menjaga sejak sehat.

Analisis Redaksi

Pernyataan Rahmanto Budi menyoroti kegagalan sistemik dalam edukasi kesehatan gigi di Indonesia, di mana mayoritas masyarakat baru mencari pertolongan setelah kondisinya kritis. Pendekatan preventif yang ditawarkan sebenarnya standar emas dalam praktik kedokteran, namun belum sepenuhnya tertanam dalam budaya lokal. Ini mengindikasikan adanya kesenjangan besar antara pengetahuan medis dan kesadaran publik yang perlu segera dijembatani.

Apa yang perlu diwaspadai adalah berlanjutnya budaya "menunggu sakit" yang memperburuk beban kerja fasilitas kesehatan dan meningkatkan risiko komplikasi. Tanpa perubahan paradigma ini, angka pencabutan gigi akan terus tinggi, berdampak pada nutrisi dan kesehatan mental pasien. Langkah logis selanjutnya adalah integrasi edukasi ini ke dalam kurikulum kesehatan dasar, memastikan bahwa pencegahan menjadi insting alami, bukan anjuran opsional.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
😸