Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Puskesmas Glugur Darat Ditarget Rampung Desember, Rico Waas Perketat Layanan dan SDM

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Puskesmas Glugur Darat Ditarget Rampung Desember, Rico Waas Perketat Layanan dan SDM
BAGIKAN:

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengunci target rampungnya pembangunan Puskesmas Glugur Darat di Kecamatan Medan Timur pada minggu ketiga Desember 2026. Komitmen ini ia tegaskan saat meninjau langsung progres pekerjaan di Jalan Pendidikan pada Kamis (24/9). Saat ini, struktur bangunan lama telah dibongkar sepenuhnya dan proyek telah memasuki tahap critical, yaitu pengecoran fondasi. Target waktu ini menjadi tolok ukur kinerja kontraktor dalam menangani satu dari tiga fasilitas kesehatan baru yang kini sedang digencarkan oleh Pemerintah Kota Medan.

Proyek renovasi ini tidak berdiri sendiri. Puskesmas Glugur Darat merupakan bagian dari paket pembangunan yang mencakup Puskesmas Jalan Bunga Melati di Medan Tuntungan dan Puskesmas Jalan Rengas Pulau di Medan Marelan. Ketiga unit ini dirancang dengan standar modern: dua lantai dengan luas bangunan sekitar 1.200 meter persegi. Fitur krusial yang disematkan adalah Instalasi Gawat Darurat (IGD) yang beroperasi 24 jam nonstop. Selama proses konstruksi berlangsung, layanan publik tidak boleh lumpuh. Oleh karena itu, operasional sementara dipindahkan ke lokasi yang sudah ditentukan di Jalan Mustafa No. 4, Medan, guna memastikan akses kesehatan warga tetap terjaga.

Rico Waas menegaskan bahwa fokus pembenahan tidak hanya sebatas fisik bangunan. "Pembenahan puskesmas bukan hanya bangunannya, tetapi juga kualitas pelayanannya. Kami ingin wajah dunia kesehatan Kota Medan semakin baik," ujar Rico. Ia menekankan bahwa infrastruktur harus seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Pemenuhan kebutuhan SDM menjadi prioritas agar standar layanan sesuai dengan desain baru fasilitas tersebut.

Implementasi operasional IGD 24 jam akan dilakukan secara bertahap. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Surya Syahputra Pulungan, menjelaskan bahwa kesiapan staf adalah kunci. Mulai dari dokter spesialis hingga tenaga kesehatan pendukung harus sudah siap sebelum IGD tersebut diresmikan. Di samping pembangunan tiga puskesmas baru, Pemkot Medan juga tengah merehabilitasi 28 puskesmas lainnya. Gerakan besar ini mengisyaratkan bahwa sektor kesehatan menjadi prioritas utama dalam perencanaan kota, dengan harapan beban kerja rumah sakit rujukan bisa ditekan melalui penguatan puskesmas.

Sebagai mekanisme pengawasan, Rico membuka kanal pengaduan bagi masyarakat. "Kalau tenaga medisnya tidak bagus, tinggal laporkan ke kita. Kita benahi," pungkas Rico. Pernyataan ini menjadi sinyal keras bagi seluruh aparatur kesehatan di Kota Medan: standar pelayanan tidak boleh turun meski fasilitas baru tersedia. Dampaknya, seluruh tenaga kesehatan di Kota Medan kini berada di bawah sorotan yang lebih ketat. Setiap keluhan warga akan dievaluasi secara cepat untuk perbaikan sistemik.

Analisis Redaksi

Target selesai minggu ketiga Desember 2026 menunjukkan urgensi tinggi dari kepemimpinan Rico Waas untuk menyelesaikan infrastruktur kesehatan sebelum akhir tahun fiskal. Namun, tantangan terbesar sebenarnya bukan pada fisiknya, melainkan pada kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang diutarakan Plt Kadis Kesehatan. Transisi ke IGD 24 jam memerlukan sinergi yang mulus antara dokter, paramedis, dan manajemen logistik, yang jika kurang terkoordinasi, berisiko menghambat laju layanan meski gedungnya sudah megah.

Saya melihat langkah merehabilitasi 28 puskesmas lainnya secara paralel sebagai upaya strategis untuk mengurangi overkapasitas rumah sakit. Namun, janji Rico Waas untuk mengevaluasi segera jika ada kelalaian pelayanan tenaga medis adalah pisau bermata dua. Jika dieksekusi dengan baik, ini akan memicu kompetisi sehat dan akuntabilitas. Tetapi, jika tidak didukung sistem manajemen kinerja yang jelas, tekanan ini bisa membebani para tenaga kesehatan yang sudah bekerja di bawah kapasitas maksimal. Publik perlu mengawal apakah evaluasi yang dijanjikan benar-benar transparan atau hanya slogan politis.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ