Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

BI dan Kemenkeu Bahas Likuiditas, Rapat Alot 26 Menit Usai Pelantikan Suahasil

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

BI dan Kemenkeu Bahas Likuiditas, Rapat Alot 26 Menit Usai Pelantikan Suahasil
BAGIKAN:

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti dan Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menutup diskusi kebijakan fiskal-moneter yang berlangsung lebih dari dua jam di Gedung BI, Jakarta, Kamis (24/9). Pertemuan yang dijadwalkan sore itu molor 26 menit karena kedalaman pembahasan. Bagi kedua pemimpin lembaga negara ini, tumpukan isu seperti likuiditas dan strategi penerbitan surat berharga tak bisa disentuh secara sekilas.

Destry Damayanti membeberkan dinamika di balik pintu ruang rapat tersebut. "Agak terlambat ya, terlambat 26 menit, karena tadi memang agak alot kita diskusinya. Biar seru gitu loh. Agak alot karena tadi membahas ini kering tempenya kok agak kurang asin ya," ujar Destry dengan nada berkelakar dalam konferensi pers. Joke tentang "kering tempe" menjadi metafora atas ketegangan yang mengunci setiap keputusan terkait strategi penerbitan surat berharga pemerintah dan Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Di sisi lain, Suahasil Nazara menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar rutinitas birokrasi. Ia menyebut momen tersebut sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan resmi setelah dirinya dilantik sebagai menteri. "Seperti yang disampaikan Bu Destry tadi, ini sebenarnya silaturahmi... ceritanya saling memperkenalkan," kata Suahasil. Bagi seorang menteri keuangan baru, memahami denyut nadi moneter yang kini dipimpin oleh Destry Damayanti adalah prasyarat mutlak sebelum mengambil keputusan kebijakan besar.

Keduanya mengakui bahwa sinergi ini bukan tanpa dasar. BI dan Kemenkeu merupakan anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), sebuah forum di mana koordinasi adalah kunci. "Siapapun dia yang memimpin 4 lembaga yang memang sebagai anggota KSSK, maka sinergi dan kolaborasi 4 lembaga ini menjadi penting," tegas Destry. Hal ini senada dengan pernyataan Suahasil yang menyebut koordinasi akan terus diperkuat, baik secara bilateral maupun melalui KSSK yang melibatkan OJK dan LPS.

Suahasil Nazara menutup paparannya dengan menekankan tujuan akhir dari semua koordinasi tersebut: pertumbuhan ekonomi yang riil. "Yang paling penting untuk Republik kita ini adalah bagaimana menumbuhkan sektor-sektor di perekonomian... sektor-sektor ini yang menciptakan penciptaan lapangan kerja," tutur Suahasil. Baginya, mandat lembaga bukan hanya menjaga stabilitas, tetapi memastikan mesin ekonomi berputar dan melindungi masyarakat dari gejolak.

Dengan pelantikan Suahasil Nazara, peta komando ekonomi nasional kini telah lengkap. Sinergi antara fiskal dan moneter yang selama ini dibahas dalam KSSK kini memiliki wajah baru yang lebih dinamis. Publik kini menunggu apakah 'rasa asin' yang diklaim Destry akan benar-benar termanifestasi dalam kebijakan konkret yang menjaga daya beli masyarakat.

Analisis Redaksi

Kehadiran Suahasil Nazara di Menkeu mengubah dinamika KSSK secara fundamental. Sebelumnya, koordinasi lebih banyak digerakkan oleh pengalaman lama, kini ada elemen adaptasi dan penguatan hubungan antar lembaga. 'Rapat alot' yang diungkap Destry bukan sekadar soal durasi, melainkan sinyal bahwa pembahasan likuiditas dan SRBI memang kompleks dan menuntut presisi tinggi dari dua sisi kebijakan. Ini menunjukkan bahwa kedua pemimpin sama-sama mengutamakan substansi di atas formalitas.

Poin krusial yang perlu diwaspadai adalah kesinkronan antara strategi penerbitan obligasi pemerintah dan SRBI. Jika keduanya tidak selaras, bisa terjadi efek substitusi yang mengganggu likuiditas domestik. Dengan latar belakang Suahasil yang kuat di bidang fiskal dan Destry yang fokus pada stabilitas moneter, pasar modal akan sangat sensitif terhadap sinyal gabungan keduanya. Sinergi yang diproyeksikan harus dapat diuji nyata dalam beberapa bulan ke depan, bukan hanya sebatas janji silaturahmi. Jika koordinasi ini solid, maka fondasi pertumbuhan ekonomi akan lebih tahan terhadap guncangan eksternal.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ