Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

RSCM Pastikan Siswi Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak Pasca Diduga Keracunan MBG

KesehatanSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

RSCM Pastikan Siswi Karo Tak Alami Gangguan Fungsi Otak Pasca Diduga Keracunan MBG
BAGIKAN:

Neurolog anak Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof. Setyo Handryastuti, memastikan siswi SMA yang diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, tidak mengalami gangguan fungsi otak. Penetapan itu didasarkan pada serangkaian pemeriksaan menyeluruh yang ia lakukan secara langsung pada pasien, Febiona Purba, meliputi wawancara mendalam dengan pasien dan keluarga, kajian riwayat perawatan sebelumnya, pemeriksaan fisik dan neurologis, hingga elektroensefalografi (EEG).

"Insya allah saya bisa pastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada yang pertama. Jadi ananda bisa aktivitas kembali, ceria kembali," tegas Prof. Handry saat dikonfirmasi detikHealth, Rabu (16/9). Di sisi lain, penanganan medis juga melibatkan tim psikiatri. Dokter spesialis kedokteran jiwa Tjhin Wiguna menilai kondisi Febiona saat ini cukup baik dan emosinya relatif stabil, meskipun masih mengalami kegelisahan sesekali yang diharapkan akan membaik seiring waktu.

Kasus ini bermula dari rujukan dua siswi, Febiona Purba dan Agnes Parulina, ke RSCM pada Sabtu (12/9). Keduanya ditempatkan di ruang rawat inap biasa, tidak memerlukan perawatan intensif. Keputusan rujukan ke Jakarta dipicu laporan orang tua Febiona, Elvinus, yang mengaku putrinya mengalami hilang ingatan usai mengonsumsi MBG. Elvinus bercerita, awalnya Febiona pulang dari rumah sakit di Karo dalam kondisi normal. Namun, setelah tiba di rumah, putrinya kejang dan dibawa ke RS Haji. Di situlah gejala aneh muncul: Febiona bicara seperti anak-anak dan tidak mengenali wajah keluarga maupun teman sekelas.

Perkembangan kasus menarik perhatian tingkat nasional. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin langsung mengumpulkan tim ahli di RSCM untuk memeriksa pasien, langkah yang diambil sesuai arahan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau korban secara langsung saat kunjungan kerja ke Sumatera Utara. Keberangkatan pasien dari Bandara Internasional Kualanamu, Deliserdang, pun diantar langsung oleh Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, menandakan seriusnya penanganan kasus ini oleh pemerintah pusat dan daerah.

Kronologi yang disampaikan Elvinus menambah lapisan kompleksitas pada kasus ini. Ia mengakui awalnya tidak percaya laporan gangguan ingatan yang dialami anaknya, dan baru menyadari keparahan kondisi ketika Febiona sudah dirawat inap. Fakta bahwa gejala neurologis berat justru muncul setelah pasien dinyatakan sembuh dan pulang dari rumah sakit rujukan pertama di Karo menjadi pertanyaan kritis yang belum terjawab sepenuhnya oleh pemeriksaan di RSCM.

Analisis Redaksi

Kesimpulan RSCM yang menyingkirkan gangguan fungsi otak organik melalui EEG dan pemeriksaan neurologis komprehensif memberikan kelegaan, namun tak menutup pintu kemungkinan gangguan fungsional non-organik atau efek toksisitas yang bersifat sementara. Keterangan psikiater soal "kegelisahan sesekali" dan riwayat perilaku regresif (bicara seperti anak-anak) serta amnesia yang diceritakan ayah, mengarah pada kemungkinan gangguan konversi atau reaksi stres akut yang dipicu trauma kejang dan hospitalisasi. Hal ini menuntut follow-up psikiatrik jangka panjang, bukan sekadar pelepasan administrasi.

Secara struktural, kasus ini mengungkap celah dalam protokol surveilans pasca-rawat inap untuk korban keracunan pangan massal. Gejala berat yang muncul di rumah, bukan di rumah sakit, menunjukkan perlunya mekanisme *home monitoring* atau *safety netting* yang ketat sebelum pasien dideklarasikan pulih total. Keterlibatan pejabat tinggi hingga Gubernur dan Wakil Presiden, meskipun menunjukkan respons cepat, berisiko menciptakan tekanan politik agar kasus "cepat selesai" tanpa investigasi toksikologi mendalam. Masalah inti โ€” sumber racun di MBG Karo โ€” tetap terbuka dan menunggu jawaban ilmiah, bukan pernyataan kesehatan pasien individu.

BERITA TERKAIT (Kesehatan)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ