Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Menkeu Suahasil: Perombakan Pejabat Dirjen Pajak dan Bea Cukai Masih Dalam Tahap Evaluasi

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Menkeu Suahasil: Perombakan Pejabat Dirjen Pajak dan Bea Cukai Masih Dalam Tahap Evaluasi
BAGIKAN:

Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan nasib perombakan pejabat di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea Cukai belum tentu diselesaikan dalam waktu dekat. Beliau menyatakan Kementerian Keuangan saat ini masih mendalami proses serta aktivitas yang telah berjalan sebelum menarik kesimpulan final.

Keterangan itu disampaikan Suahasil dalam acara Squawk Box CNBC Indonesia, Kamis (17/9/2026). "Kita masih melihat dan mendiskusikan proses serta aktivitas yang telah berjalan," ucapnya dengan nada hati-hati, menandakan tidak ada keputusan instan yang akan dikeluarkan terkait rotasi jabatan strategis itu.

Pernyataan Menkeu ini muncul di tengah spekulasi publik mengenai kebijakan personel di dua Direktorat Jenderal penghasil utama negara. Suahasil yang baru menjabat sejak akhir Oktober 2024 memilih jalur evaluasi komprehensif daripada mengikuti arus tekanan eksternal yang sering mendesak perombakan massal.

Pendekatan ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan bukti dan kinerja (evidence-based) di atas pertimbangan politik semata. Kedua Direktorat Jenderal tersebut mengelola target penerimaan negara ratusan triliun rupiah, sehingga stabilitas kepemimpinan di tingkat eselon tinggi menjadi kritis untuk menjaga kontinuitas arus kas negara.

Bagi ribuan aparatur di lingkungan Pajak dan Bea Cukai, sinyal ini membawa dua muka: rasa aman sementara bagi yang dinilai berkinerja, namun ketidakpastian jangka panjang bagi yang menunggu keputusan. Target penerimaan pajak 2026 yang menantang membutuhkan fokus penuh, bukan distraksi rumor rotasi pejabat.

Analisis Redaksi

Sikap Suahasil yang menunda perombakan besar-besaran bukan berarti status quo akan dipertahankan selamanya. Ia membuka ruang untuk "koreksi jalur" berdasarkan data kinerja aktual, bukan sekadar daftar nama yang dikirimkan dari bawah atau dorongan politik. Ini adalah langkah bijak mengingat guncangan struktur organisasi di tengah tahun fiskal berpotensi melumpuhkan operasional audit, ekstensi, hingga pelayanan ekspor-impor.

Yang perlu diwaspadai adalah durasi evaluasi ini. Jika terlalu lama, vacuum keputusan justru akan menumbuhkan budaya "menunggu aturan baru" di lapangan. Langkah logis selanjutnya kemungkinan besar adalah penutupan daftar calon pengganti berbasis meritokrasi ketat, diusulkan ke Presiden, dan diumumkan sekaligus untuk meminimalkan periode transisi. Kunci ada pada kecepatan eksekusi setelah evaluasi selesai, bukan pada evaluasi itu sendiri.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸