Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Jet F-15 Saudi Serbu Yaman 40 Kali Sehari, Minyak Brent Tembus US$108

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Jet F-15 Saudi Serbu Yaman 40 Kali Sehari, Minyak Brent Tembus US$108
BAGIKAN:

Jet tempur F-15 Arab Saudi melancarkan 40 serangan udara ke provinsi Taiz, Marib, dan Hodeidah dalam 24 jam terakhir, menurut klaim juru bicara militer Houthi Yahya Saree lewat media sosial Kamis (17/9/2026) yang dikutip AFP. Serangan itu dilepaskan dari Pangkalan Udara Khamis Mushait, tepat usai laporan menyebut kelompok pro Iran itu berusaha menembakkan rudal ke Mekkah serta merebut kota-kota pesisir Laut Merah dan pulau-pulau strategis di Selat Bab el-Mandeb.

Saree menambahkan, total serangan udara Saudi sepanjang pekan ini telah mencapai 450 kali. Bukti visual atau data radar independen untuk mengonfirmasi angka itu tak disertakan. Pejabat pemerintah Yaman selatan yang didukung Riyadh mengakui adanya serangan gabungan, namun Istana Kerajaan di Riyadh hingga kini memilih diam.

Balasan tidak lama menunggu. Houthi mengklaim telah menembakkan drone dan rudal baru ke Yanbu, pelabuhan minyak utama Raja Salman di Laut Merah, serta ke pangkalan udara Khamis Mushait itu sendiri. Waktu peluncuran tak disebutkan. Kedua target justru tercantum dalam daftar status siaga yang dikeluarkan Saudi pada Selasa, tapi hilang dari pengumuman Rabu. Amerika Serikat (AS) merespons dengan memperketat peringatan perjalanan dan melarang pegawai pemerintah mendekati radius 20 mil dari perbatasan Yaman.

Eskalasi ini datang di tengah perang enam bulan AS-Israel melawan Iran yang sudah mengganggu aliran tanker di Selat Hormuz. Sekarang, kendali Houthi atas Bab el-Mandeb membuka front kedua: dua selat vital untuk 20 persen pasokan minyak dunia terancam sekaligus. Harga Brent mencatat US$108 per barel Rabu (LCOc1), menyentuh level tertinggi sejak Mei.

Pasar energi menghadapi skenario terburuk: gangguan ganda di Hormuz dan Bab el-Mandeb bisa memaksa tanker mengelilingi Afrika, menambah 14 hari perjalanan dan biaya asuransi melonjak. Para pelaku pasar yang sudah grogi atas permintaan China yang lesu kini harus menghitung premi risiko geopolitik yang tak terduga.

Analisis Redaksi

Klaim 40 sorotan sehari dan 450 seminggu โ€” jika benar โ€” menandakan Saudi beralih dari operasi terbatas ke kampanye pemukulan berkelanjutan, mencerminkan ketakutan Riyadh soal kemajuan Houthi di pesisir Laut Merah. Diamnya Riyadh soal konfirmasi menyerupai pola lama: mengontrol narasi domestik sambil membiarkan ruang ambiguitas diplomatik. Namun, kebisingan rudal Houthi ke Yanbu dan Khamis Mushait membuktikan deterrensi Saudi gagal; infrastruktur minyak inti kerajaan kini jadi sasaran fair game.

Langkah selanjutnya yang logis: AS akan mendorong patroli maritim gabungan di Bab el-Mandeb mirip Operasi Prosperity Guardian, tapi keberhasilan bergantung pada kesediaan Mesir dan Yordania โ€” yang hati-hati soal opini domestik. Bagi Indonesia, impor minyak dan gas yang 60 persen lewat rute ini butuh rencana darurat diversifikasi supplier dan stok pengaman, sebelum premi flete dan asuransi makan anggaran subenergi.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ