Selasa, 3 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

13 Gempa Dangkal Guncang Bandung Sejak Agustus, BMKG Temukan Sesar Belum Terpetakan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

13 Gempa Dangkal Guncang Bandung Sejak Agustus, BMKG Temukan Sesar Belum Terpetakan
BAGIKAN:

Sebanyak 13 kali gempa bumi dangkal mengguncang Kabupaten Bandung dalam rentang waktu lebih dari satu bulan, mulai 11 Agustus hingga 17 September 2026 pukul 08.00 WIB, dengan magnitudo berkisar M1,0 hingga M3,4, menurut pencatatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Getaran terasa nyata di Pangalengan, Talegong, Cisewu, dan sekitarnya dengan intensitas II-III MMI, dirasakan seperti truk besar melintas di depan rumah. Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengonfirmasi bahwa seluruh kejadian tersebut tergolong gempa dangkal yang berkaitan dengan aktivitas sesar lokal.

Analisis BMKG menunjukkan pusat gempa membentuk pola kelurusan arah Barat Daya-Timur Laut, berjarak 5-8 kilometer sebelah Barat Sesar Garsela Segmen Kendang dan sebelah Utara Sesar Garsela Segmen Kencana. Pola ini menandakan adanya struktur geologi yang aktif di bawah permukaan, terpisah dari sesar utama yang sudah terpetakan.

Merujuk Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia edisi 2024 karya Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen), sebaran epicentrum justru berada di luar zona Sesar Garsela Segmen Kendang, Garsela Segmen Kencana, maupun Sesar Cicalengka. "Tetapi berada pada area yang belum terpetakan. Dalam hal ini perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait sumber gempa tersebut," ujar Wijayanto, Kamis (17/9/2026).

Untuk memantau aktivitas seismik skala kecil ini, BMKG mengandalkan 35 sensor seismik yang tersebar di seluruh Jawa Barat. Jaringan ini mampu mendeteksi gempa mikro dengan presisi cukup baik, mengungkap bahwa aktivitas tersebut umumnya bersumber dari pergerakan patahan aktif yang membentang di wilayah tersebut. BMKG berkomitmen terus memonitor dan menyampaikan pemutakhiran informasi ke pemangku kepentingan serta masyarakat.

Imbauan resmi tetap sama: masyarakat diminta tenang, tidak terbawa isu tak bertanggung jawab, dan hanya mempercayai informasi dari saluran terverifikasi BMKG seperti akun @infoBMKG dan @BMKGBandung.

Analisis Redaksi

Penemuan sebaran gempa di zona "buta" peta sesar nasional ini menegaskan keterbatasan pemetaan geologi detail di Jawa Barat, pulau paling padat penduduk di Indonesia. Ketika 35 sensor baru mengungkap pola kelurusan epicentrum yang tak tertulis di buku referensi 2024, artinya mitigasi bencana selama ini berlari di atas data tidak lengkap. Pemerintah daerah dan Kementerian PUPR harus segera mengintegrasikan temuan BMKG ini ke dalam rencana tata ruang dan standar bangunan gedung, sebelum gempa bermagnitudo lebih besar mengetes kesiapan yang belum pernah diuji.

Ke depannya, urgensi bukan hanya pada monitoring real-time, tapi pada percepatan survei geofisika detail โ€” gravimetri, magnetometri, dan seismik refraksi โ€” di wilayah Pangalengan hingga Cisewu. Biaya survei ini jauh lebih murah dibanding biaya evakuasi darurat dan kerusakan infrastruktur yang tak terduga. BMKG sudah menyediakan data mentah; bola sekarang ada di tangan pengambil kebijakan apakah akan menunggu gempa berikutnya atau bertindak preventif sejak sekarang.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ