Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Yamaha Belum Jual Motor Listrik di RI, Tunggu Kepastian Insentif Pemerintah

OtomotifDoni SuryaDoni SuryaSumber: CNN Otomotif
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Yamaha Belum Jual Motor Listrik di RI, Tunggu Kepastian Insentif Pemerintah
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • "Kita tunggu saja," kata Rifkie di sela acara Yamaha Dirt Bike Experience Chapter Skill Up, Bekasi, Jumat (11/9).
  • Kita wait and see dan studi, sabar aja," ujarnya lagi.
  • Untuk urusan motor listrik, Yamaha Indonesia telah melakukan riset sejak lama, tepatnya dimulai pada 2017 hingga sekarang.

Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) belum menunjukkan gelagat bakal menjual motor listrik dalam waktu dekat meski pemerintah tengah menyiapkan insentif bagi industri otomotif yang kemungkinan dikucurkan tahun ini. Manager Public Relations, YRA & Community YIMM Rifkie Maulana menyampaikan pihaknya memilih sikap menunggu dan melihat perkembangan kebijakan tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan di pasar motor listrik nasional.

"Kita tunggu saja," kata Rifkie di sela acara Yamaha Dirt Bike Experience Chapter Skill Up, Bekasi, Jumat (11/9). "Belum (akan jualan motor listrik). Kita wait and see dan studi, sabar aja," ujarnya lagi.

Untuk urusan motor listrik, Yamaha Indonesia telah melakukan riset sejak lama, tepatnya dimulai pada 2017 hingga sekarang. Sejumlah model percontohan sudah diuji, termasuk dengan menggandeng aplikator transportasi online untuk melakukan riset terkait penggunaan motor listrik. Namun, hingga kini belum ada keputusan mengenai kapan motor listrik Yamaha akan mulai dipasarkan di Indonesia.

Yamaha dan Suzuki adalah dua produsen anggota AISI yang belum menjual motor listrik. Tiga anggota lainnya, TVS, Honda dan Kawasaki, sudah melakukannya. Yamaha sebenarnya sudah punya model motor listrik yang dijual, salah satunya Aerox-e di India.

Insentif motor listrik dari pemerintah seharusnya terbit bulan ini setelah sebelumnya bergeser disepanjang 2026. Pada awal Mei, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sempat mengungkap pemerintah tengah menyiapkan insentif untuk 200 ribu kendaraan listrik, terdiri dari 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu sepeda motor listrik, dengan target berjalan pada Juni.

Jadwal itu mundur ke Juli. Menjelang akhir Juni, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut kemungkinan implementasinya digeser lagi ke Agustus karena kebijakan masih dikaji. Penerapan subsidi motor listrik lalu ditunda lagi hingga akhirnya diputuskan bakal berlaku September 2026, namun kini belum menemui titik terang. Nilai insentif pembelian motor listrik yang ditetapkan adalah Rp3 juta per unit, lebih kecil dari penetapan sebelumnya, Rp5 juta per unit.

Analisis Redaksi

Sikap wait and see Yamaha masuk akal dari kacamata industri. Insentif yang belum jelas dan nilai Rp3 juta per unit belum tentu cukup mengerek permintaan secara signifikan. Yamaha sudah punya Aerox-e di India, tetapi membawa model itu ke Indonesia butuh perhitungan harga, jaringan, dan volume. Tanpa kepastian regulasi, pabrikan besar cenderung menahan investasi.

Yang perlu diwaspadai adalah momentum. TVS, Honda, dan Kawasaki sudah lebih dulu menjual motor listrik. Jika insentif terus mundur, mereka bisa memperkuat posisi di segmen yang masih kecil. Yamaha dan Suzuki berisiko kehilangan kesempatan membentuk pasar. Pemerintah juga perlu menjaga kredibilitas jadwal karena kebijakan yang berulang kali bergeser membuat pelaku usaha sulit menyusun rencana.

Langkah selanjutnya secara logis: Yamaha akan tetap menunggu detail insentif dan respons pasar. Jika kebijakan final dan permintaan tumbuh, mereka bisa masuk dengan model yang sudah diuji. Sebaliknya, bila ketidakpastian berlanjut, fokus tetap pada motor konvensional. Bagi publik, pertanyaannya bukan hanya kapan Yamaha jual motor listrik, tetapi seberapa serius insentif ini dirancang untuk mempercepat transisi.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ