Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

TNI AU Bantah Isu Mi, Serda Ahmad Muzammil Tewas Setelah Dipukul Senior

HukumBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

TNI AU Bantah Isu Mi, Serda Ahmad Muzammil Tewas Setelah Dipukul Senior
BAGIKAN:

TNI AU membantah informasi yang menyebut Serda Ahmad Muzammil tewas dianiaya senior karena salah membeli mi. Bantahan itu disampaikan Komandan Puspom TNI AU Marsda Daan Sulfi dalam konferensi pers, Rabu (16/9). Daan menegaskan isu “mi godog dan mi goreng” tidak punya korelasi dengan kasus yang sedang disidik. “Terkait opini di masyarakat mengenai sekarang yang ramai itu sebutan masalah mi godog dan mi goreng, sama sekali tidak ada korelasinya dengan yang kami sidik saat ini, dan tidak ada hubungannya sama sekali,” kata Daan.

Daan menjelaskan peristiwa penganiayaan bermula Selasa (8/9). Saat itu, salah satu tersangka, Serda MTS, menelepon juniornya, Serda RP, untuk meminta bantuan. “Sebenarnya si seniornya meminta tolong untuk titip bahwa dia akan dinas. Dinasnya akan tugas luar ke luar kota untuk memasukkan data namanya ke pesawat Angkatan Udara. Nah, jadi masalahnya di situ,” kata Daan. Namun di tengah obrolan, Serda RP menutup telepon. Serda MTS jengkel, tersinggung, dan marah karena hal itu.

Keesokan harinya, Rabu (9/9) sekitar pukul 21.10 WIB, para junior dikumpulkan untuk diberi pembinaan. “Kemudian Serda RP langsung diberikan tindakan berupa push up dan sit up sebanyak 100 kali oleh Serda MTS,” katanya. Di momen itu, Serda MTS juga memukul junior lainnya, Serda ZN.

Lalu sekitar pukul 21.40, rekan Serda MTS, yakni Serda MAD, Serda AH, dan Serda JM, tiba di lokasi. Saat itu, Serda JM memukul korban Serda Ahmad Muzammil sebanyak tiga kali dengan tangan kosong. Korban dipukul di bagian dada. Setelah menerima pukulan ketiga, korban langsung jatuh jongkok dan lemas, terjatuh, kemudian pingsan.

Menurut Daan, Serda JM saat itu hendak memberi nasihat kepada Serda Ahmad Muzammil. Namun, Serda JM juga memukul Serda Ahmad Muzammil. “Serda JM itu Inisiatif untuk memberikan santiaji (nasihat), mengasih tahu bahwa karena almarhum ini paling senior di antara tiga orang itu. Jadi, intinya bahwa kamu harus ngasih tahu ke adik-adikmu, itu adalah tanggung jawab adik-adikmu,” kata Daan. “Namun, ditambahkannyalah oleh dia itu, bahwa ya konsekuensinya kalau misalkan jadi senior ya harus bertanggung jawab. Ini adalah peringatan dari saya begitu kan. Tapi peringatan itu malah dilakukan penganiayaan,” imbuh dia. Saat korban tidak sadar, para pelaku membawa ke rumah sakit terdekat. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 23.45 WIB. Puspom TNI AU menetapkan empat tersangka: Serda MTS, Serda MAD, Serda JM, dan Serda AH. Keempatnya telah ditahan.

Analisis Redaksi

Bantahan Puspom TNI AU soal isu mi menunjukkan ada jarak antara desas-desus yang menguasai ruang publik dan fakta yang resmi disidik. Dalam kasus ini, yang dipersoalkan bukan sekadar salah beli makanan, melainkan rangkaian komunikasi yang memicu kemarahan, lalu berujung pada pembinaan yang keluar dari koridor. Fakta bahwa Serda RP diminta push up dan sit up 100 kali, lalu Serda ZN ikut dipukul, memperlihatkan bagaimana instruksi disiplin bisa cepat berubah menjadi tindakan brutal ketika tidak ada pengawasan.

Kematian Serda Ahmad Muzammil setelah tiga pukulan ke dada adalah titik yang tidak bisa ditutup dengan penjelasan teknis. Keempat tersangka sudah ditahan, tetapi publik berhak tahu apakah ada pola pembinaan yang selama ini dibiarkan. Jika benar Serda JM datang untuk memberi nasihat, maka pertanyaannya logis: mengapa nasihat itu justru disertai kekerasan? Di sinilah integritas penyidikan diuji.

Langkah selanjutnya yang wajar adalah mendalami peran masing-masing tersangka, memeriksa apakah ada senior lain yang mengetahui atau membiarkan, dan memastikan proses hukum berjalan tanpa tebang pilih. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi institusi: budaya hierarki yang kaku tanpa mekanisme pengaduan yang aman hanya akan melahirkan kematian berikutnya.

Meow! Tanya Nesi!
😸