Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Purbaya Tak Ingin Kembali ke Dunia Politik: ‘Pensiun, Mau Tidur Nyenyak’

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Purbaya Tak Ingin Kembali ke Dunia Politik: ‘Pensiun, Mau Tidur Nyenyak’
BAGIKAN:

Purbaya Yudhi Sadewa menolak tegas untuk kembali menjabat sebagai menteri setelah dicopot Presiden Prabowo Subianto dari jabatan Menteri Keuangan periode 2025–2026, dan bahkan menutup pintu peluang jabatan publik lainnya, termasuk sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan atau pimpinan Gubernur Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII).

Peristiwa serah terima jabatan dengan Menteri Keuangan Suahasil Nazara di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026), justru menjadi momen Purbaya mengklarifikasi niatnya. “Enggak lah. Baru dipecat. Masa jadi menteri lagi?” ujarnya dengan nada yang tak membiarkan ruang untuk interpretasi. Ketika ditanya tentang isu pemilihan sebagai Menteri Koordinator PMK, Purbaya hanya menggeleng dan berkata, “Tak tahu menahu.”

Tidak hanya itu, mantan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) periode 2020–2025 itu menegaskan, ia tidak lagi berminat menduduki jabatan publik apapun. Bahkan ketika ditanyakan tentang PFII, lembaga baru yang akan dibentuk pemerintahan Prabowo, Purbaya menjawab dengan tegas: “Enggak. Kalau udah pensiun, ya sudah.”

Keputusan ini tak lepas dari pengakuan pribadi Purbaya mengenai kondisi fisik dan mentalnya. Ia mengungkapkan, selama menjabat sebagai pejabat negara, ia sulit untuk tidur nyenyak. “Semalam masih susah tidur tuh, masih sebel juga tuh. Tapi sekarang sudah lumayan, ya kan gue juga orang,” ungkapnya sambil mengekspresikan keinginan untuk memancing di belakang rumah dan menikmati kehidupan sederhana.

Kebijakan Purbaya untuk pensiun dari dunia publik ini menandai akhir dari kariernya yang berlangsung selama lebih dari dua dekade, mulai dari jabatan di LPS hingga menjadi menteri. Keputusan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang dinamika pemerintahan baru yang sedang dibentuk, terutama dalam konteks pengangkatan menteri dan pengelolaan keuangan negara.

Analisis Redaksi

Pembacaan Purbaya untuk pensiun dari dunia publik tak lepas dari konteks tekanan dan kompleksitas jabatan menteri, terutama di era pemerintahan baru yang masih dalam proses penyusunan struktur. Keputusan ini juga mencerminkan ketidakpastian akan arah kebijakan ekonomi dan pembangunan manusia yang akan dijalankan oleh tim Prabowo. Bagi publik, hal ini menjadi tanda bahwa pemerintahan baru mungkin akan menghadapi tantangan dalam mempertahankan keberlanjutan kebijakan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Selain itu, keputusan Purbaya juga menimbulkan pertanyaan tentang siapa yang akan menggantikan posisinya dalam PFII dan Menteri Koordinator PMK. Pemilihan calon baru akan menjadi fokus utama pemerintahan Prabowo dalam beberapa minggu ke depan, karena kedua jabatan tersebut memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia. Apakah pemerintah akan memilih figur baru atau mengandalkan nama-nama yang sudah berpengalaman? Hal ini akan menentukan arah kebijakan di bidang tersebut.

Dampak terbesar dari keputusan Purbaya adalah pada stabilitas keuangan negara. Sebagai mantan Menteri Keuangan, ia memiliki pengalaman yang tak ternilai dalam mengelola anggaran negara dan pengendalian inflasi. Keberangkatannya dari dunia publik mungkin akan meninggalkan celah yang sulit diisi, terutama dalam konteks krisis ekonomi yang masih mengancam banyak negara, termasuk Indonesia.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸