Harga Minyak Global Melonjak ke US$106 akibat Serangan Houthi pada Pipa Saudi
Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Serangan Houthi terhadap infrastruktur energi Arab Saudi memicu kenaikan signifikan harga minyak dunia, dengan Brent mencapai US$106,93 per barel pada Selasa (15/9). Pipa East-West yang mengalirkan 4 juta barel minyak per hari, setara 4 persen pasokan global, lumpuh akibat serangan, membangkitkan kekhawatiran akan gangguan pasokan jangka panjang.
Dampak pada Harga dan Pasokan
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,24 persen menjadi US$102,65 per barel. Gangguan pipa East-West, yang digunakan untuk mengalihkan minyak Saudi menuju pelabuhan Tanpa melewati Selat Hormuz, berpotensi mengurangi ekspor dalam waktu dekat. Menurut analis, durasi gangguan menjadi kunci, karena Arab Saudi bisa kehabisan stok ekspor dalam beberapa hari jika pipa tidak segera dipulihkan.
Ketegangan Regional dan Pelayaran
Serangan Houthi, yang didukung Iran, juga menyerang pangkalan militer Saudi, memperdalam konflik di Timur Tengah. Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun menjadi kurang dari 10 transit per hari, meningkatkan risiko terhadap pasokan minyak global. Kondisi ini membuat pasar very sensitif terhadap setiap perkembangan operasional pipa atau arus minyak melalui jalur strategis tersebut.
Komentar Ahli: Tim Waterer, kepala analis pasar KCM Trade, menekankan bahwa pelaku pasar minyak menganggap setiap kerusakan infrastruktur sebagai tambahan risiko, dan durasi gangguan pipa East-West menjadi perhatian utama.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

IHSG Anjlok 3,78% ke 4.904,29, Bayang-Bayang Pemilu AS dan Pelemahan Minyak Tekan Pasar

PGN Perkuat Komitmen Pengembangan Energi Rendah Karbon dengan Infrastruktur dan Inisiatif Dekarbonisasi

IHSG Anjlok 3,52%, Analis Mirae Asset Soroti Kombinasi Rebalancing dan Sikap Risk-Off Investor
