Senin, 2 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Prancis Tangkap 514 Tersangka Pembakar Hutan: Motif di Balik Aksi Kriminal yang Meningkat

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Prancis Tangkap 514 Tersangka Pembakar Hutan: Motif di Balik Aksi Kriminal yang Meningkat
BAGIKAN:

Prancis mencatat musim panas terparah dalam sejarah kebakaran hutan dengan 115.000 hektare lahan hangus, dan aparat telah menangkap 514 orang, termasuk 198 anak di bawah umur, yang diduga sengaja memicu api. Kementerian Dalam Negeri Prancis mengungkapkan bahwa sejak awal musim panas, tersangka berkisar dari remaja 15 tahun yang membuang rokok menyala di dekat Bordeaux hingga perempuan 50 tahun yang memicu 17 kebakaran di selatan La Rochelle. Angka ini memicu pertanyaan mendalam: siapa para pembakar ini dan apa yang mendorong mereka?

Kejahatan Misterius dengan Hukuman Berat

Thierry Toutin, peneliti kriminologi di kepolisian nasional Prancis, menyebut pembakaran hutan sebagai "kejahatan misterius" yang sulit dipecahkan karena api menghancurkan barang bukti. Hukuman bagi pelaku kini mencapai 10 tahun penjara dan denda 150.000 euro, meningkat menjadi 15 tahun jika melanda kawasan lindung, dan seumur hidup jika ada korban jiwa. Pada masa Napoleon, aksi serupa diancam guillotine, menunjukkan keseriusan negara dalam menindak tindakan ini.

Motif: Dari Balas Dendam hingga Gangguan Psikologis

Data resmi menunjukkan 29,4% kebakaran hutan di Prancis pada 2025 dipicu sengaja, menjadikannya penyebab tunggal terbesar. Para kriminolog mengidentifikasi empat kategori motif utama: konflik pribadi, keuntungan finansial (misalnya klaim asuransi), keyakinan ideologis, dan patologi psikologis seperti pyromania. Namun, hanya sekitar 5% pelaku yang benar-benar menderita pyromania, gangguan kontrol impuls yang ditandai ketertarikan obsesif pada api.

Johanna Rozenblum, psikolog klinis yang bekerja dengan pemadam kebakaran, menyatakan banyak pelaku memiliki "profil antisosial yang kuat" dan melakukan aksi sebagai bentuk pembangkangan terhadap sistem. Pada remaja, impulsivitas dan frustrasi masa pubertas berpadu dengan ketidakdewasaan, membuat mereka tidak menyadari dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Dampak Ekonomi dan Upaya Pencegahan

Kebakaran hutan tahun ini tidak hanya merusak ekosistem, tetapi juga mengancam sektor pariwisata dan asuransi di wilayah selatan Prancis yang menjadi destinasi utama. Pemerintah telah membentuk unit khusus yang melibatkan polisi, ahli kehutanan, dan layanan setempat untuk mengidentifikasi pelaku. Selain itu, dinas pemadam kebakaran kini menerapkan tes psikologis dalam rekrutmen untuk menyaring calon dengan kecenderungan membakar, meski setiap tahun masih ada yang lolos.

Kasus-kasus yang terungkap menunjukkan variasi pelaku: seorang pria 27 tahun dengan autisme dan skizofrenia membakar surat untuk mendiang putrinya, seorang petugas pemadam sukarela yang mencari pengakuan, hingga pengendara mobil yang menyalakan api untuk meminta bantuan. Hukuman berat telah dijatuhkan, termasuk lima tahun penjara bagi pria 51 tahun di Perpignan yang memicu empat kebakaran.

Analisis awal dari laporan polisi menunjukkan 97,5% tersangka adalah laki-laki dengan usia rata-rata 32,5 tahun, dan 95% merupakan warga negara Prancis. Sebagian besar tidak memiliki pekerjaan, namun motif sebenarnya sering kali sulit dipastikan karena api menghancurkan jejak. Para ahli menekankan bahwa pencegahan tetap menjadi kunci, mengingat sembilan dari sepuluh kebakaran disebabkan aktivitas manusia, baik disengaja maupun kelalaian.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ