Kenaikan Harga BBM Nonsubsidi Picu Lonjakan Permintaan Pertalite, Antrean di Sulsel Mengular
Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengungkapkan bahwa fenomena antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah SPBU di Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan dipicu oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mendorong peralihan konsumsi masyarakat ke Pertalite. Lonjakan permintaan ini terjadi secara bertahap, namun kini mencapai angka signifikan secara nasional.
“Setelah kenaikan BBM nonsubsidi jenis Pertamax Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax Turbo itu ada kenaikan permintaan masyarakat untuk BBM subsidi secara bertahap. Awalnya cuma dua persen dari kondisi normal. Sekarang Pertalite itu kenaikannya bisa mencapai 11 persen secara nasional,” ujar Wahyudi di SPBU 74.902.32 Jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Minggu (13/9).
Ia tidak memungkiri bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi ikut berpengaruh pada perilaku konsumsi masyarakat yang semula menggunakan Pertamax dan jenis lainnya, kemudian beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran permintaan yang elastis terhadap perubahan harga BBM di pasar.
Jaminan Stok dan Intervensi Pemerintah
BPH Migas memastikan ketahanan BBM tersedia hingga 14 hari ke depan, bahkan diintervensi dengan penambahan stok. Wahyudi menegaskan pihaknya berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan PT Pertamina Patra Niaga untuk mengatasi antrean panjang yang terjadi di Sulsel. Langkah ini diambil untuk memastikan distribusi tetap lancar di tengah lonjakan permintaan yang tidak biasa.
BPH Migas turut mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang menerapkan regulasi pembatasan pembelian BBM bersubsidi agar tidak terjadi kebocoran maupun salah sasaran penerima. Regulasi tersebut antara lain penerapan sistem ganjil-genap plat kendaraan serta batas maksimal pembelian, yaitu kendaraan roda dua maksimal Rp50 ribu dan roda empat maksimal Rp300 ribu. Berbagai aturan itu dinilai mampu mengurai antrean panjang pembelian BBM di SPBU.
“Contohnya, pembelian BBM, kalau tanggalnya (hari ini) ganjil adalah plat nomor ganjil. Nanti kalau genap besok. Tadi, kita sudah dialog dengan masyarakat, ternyata ojol, grab saja, butuh lima liter untuk dipakai dua hari,” ucapnya.
Respons Pertamina dan Pengawasan DPRD
PT Pertamina Patra Niaga sebelumnya mengungkap penyebab fenomena antrean panjang di SPBU Kota Makassar yang mengular hingga ke badan jalan beberapa bulan terakhir. Sales Area Manager Retail Sulselbar PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Rainier Axel Siegfried Parlindungan Gultom, mengatakan antrean dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk meningkatnya permintaan dari sektor pariwisata dan logistik.
“Untuk kasus antrean yang terjadi dalam 2-3 bulan terakhir, memang ditengarai oleh banyak faktor. Kenaikan demand dari sektor-sektor pariwisata, logistik, itu juga memiliki peranan yang cukup besar,” kata Rainier usai rapat bersama DPRD Sulsel, Rabu (9/9).
Rainier menyebut kondisi antrean tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya kekurangan stok. Pertamina memastikan penyaluran Pertalite dan LPG di wilayah Kota Makassar tetap berjalan. “Stok selalu kami suplai ke SPBU, tidak pernah putus setiap hari, tetapi antrean terus saja terjadi,” ujarnya. Pertamina menduga antrean panjang juga dipicu isu kenaikan harga BBM dan LPG yang membuat masyarakat panik membeli.
Untuk mengurai antrean, Pertamina menyiapkan sejumlah langkah, termasuk penambahan jam operasional SPBU dan meminta dukungan aparat penegak hukum (APH) serta Dinas Perhubungan setempat untuk mengatur kendaraan yang mengantre hingga keluar area SPBU. Sementara itu, Ketua DPRD Sulsel Andi Rachmatika menegaskan seluruh anggota dewan akan turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk memastikan ketersediaan BBM dan LPG subsidi tepat sasaran.
Dari sisi ekonomi makro, peralihan konsumsi ini menunjukkan elastisitas permintaan terhadap perubahan harga. Ketika harga BBM nonsubsidi naik, konsumen rasional akan mencari substitusi yang lebih murah, dalam hal ini BBM subsidi. Namun, lonjakan permintaan yang mencapai 11 persen secara nasional ini menegaskan pentingnya penyaluran subsidi yang tepat sasaran agar tidak membebani APBN dan mengganggu stabilitas distribusi di daerah.
Pertanyaan Terkait
Apakah stok BBM di Sulsel aman?
BPH Migas memastikan ketahanan stok BBM tersedia hingga 14 hari ke depan, dengan intervensi penambahan stok dan koordinasi bersama Pertamina Patra Niaga.
Apa penyebab utama antrean panjang di SPBU?
Penyebab utamanya adalah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang mendorong masyarakat beralih ke BBM subsidi seperti Pertalite, ditambah meningkatnya permintaan dari sektor pariwisata dan logistik, serta isu kenaikan harga yang memicu panic buying.
BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Robert Budi Hartono Kembali Jadi Orang Terkaya RI, Kekayaan Capai US$12,2 Miliar

Emiten TAPG Bagi Dividen Interim Rp1,39 T, Rekaman pada 12 November 2026

IHSG Raih Penguatan 0,95% di Sesi I, Asing Borong 10 Saham Ini Meski Catat Net Sell
