Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Serangan Drone Irak Tutup Pipa Vital Arab Saudi, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Serangan Drone Irak Tutup Pipa Vital Arab Saudi, Harga Minyak Tembus US$100 per Barel
BAGIKAN:

Harga minyak mentah global melonjak melewati level psikologis US$100 per barel untuk pertama kali sejak Juli 2026, usai serangan drone dari Provinsi Maysan, Irak, memaksa penutupan pipa minyak strategis milik Arab Saudi pada Jumat (11/9/2026). Pipa sepanjang 1.200 kilometer itu mengangkut 4% hingga 5% pasokan global dan menjadi alternatif utama Riyadh untuk menghindari Selat Hormuz.

Eskalasi Geopolitik Ganda Mengancam Pasokan

Serangan yang dikonfirmasi BBC berasal dari wilayah berbatasan dengan Iran itu terjadi bersamaan dengan kemajuan milisi Houthi di Yaman yang merebut kendali Selat Bab al-Mandab, gerbang menuju Laut Merah dan Terusan Suez. Kombinasi gangguan di dua sisi Semenanjung Arab ini menciptakan tekanan pasokan ganda yang langka.

"Navigasi maritim aman bagi semua perusahaan kecuali untuk kapal-kapal Saudi," tegas pernyataan Houthi, menandai blokade maritim yang semakin nyata bagi eksportir energi terbesar dunia.

Respons Diplomatik dan Keamanan

Pemerintah Irak segera meluncurkan investigasi dan memecat komandan operasi militer Maysan. Riyadh, usai menerima telepon dari Perdana Menteri Irak, memilih menahan balasan militer namun menegaskan haknya melindungi kedaulatan dan fasilitas vital. Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengutuk serangan itu sebagai eskalasi berbahaya dan pelanggaran hukum internasional.

Insight Pasar: Penutupan pipa ini menghilangkan buffer logistik kritis saat Selat Hormuz dan Bab al-Mandab bersamaan terancam. Dengan 4-5% pasokan global terblokir fisik dan risiko premi perang AS-Iran bulan ketujuh, level US$100/barel kemungkinan besar menjadi lantai baru, bukan atap, selama ketidakpastian jalur laut dan darat belum terpecahkan.

harga minyak dan pasokan energi kini bergantung pada keberhasilan Baghdad mengamankan wilayah perbatasan dan dinamika perang proxy di Yaman.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸