Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Minyak Dunia Tembus US$108, Bahlil Jamin Pertalite-Solar Tak Naik: Daya Beli Rakyat Nomor Satu

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNN Ekonomi
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Minyak Dunia Tembus US$108, Bahlil Jamin Pertalite-Solar Tak Naik: Daya Beli Rakyat Nomor Satu
BAGIKAN:

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga BBM subsidi, Pertalite dan Solar, tidak naik meski harga minyak dunia kembali menembus US$100 per barel. Keputusan itu disampaikan di kantornya, Jumat (11/9), ketika Brent naik US$1,05 atau 1 persen menjadi US$108,68 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) AS naik 95 sen atau 1 persen menjadi US$103,45 per barel.

Bahlil menegaskan pemerintah tetap menjaga harga BBM subsidi. “Pemerintah sampai dengan hari ini memutuskan untuk tetap menjaga harga minyak subsidi tidak ada kenaikan,” ujarnya. Ia juga menyebut koordinasi terus dilakukan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pilihan kebijakan saat ini adalah menambah anggaran subsidi ketimbang menaikkan harga.

Secara politik-ekonomi, langkah itu mengirim pesan bahwa daya beli masyarakat menengah ke bawah menjadi prioritas. Bahlil menyatakan arahan Presiden Prabowo Subianto adalah membela dan menjaga daya beli rakyat, meski konsekuensinya pemerintah harus menanggung beban fiskal lebih besar. Ini bukan keputusan tanpa biaya: jika harga minyak bertahan tinggi, subsidi energi berpotensi membengkak dan menekan ruang fiskal.

Rata-rata ICP Masih Terkendali, tapi Risiko Fiskal Mengintai

Bahlil menekankan bahwa meski harga minyak saat ini di atas US$100, rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) Januari-September berada di kisaran US$85-US$90 per barel. “Overall masih oke,” pungkasnya. Namun, pasar perlu mencermati: lonjakan Brent dan WTI yang persisten dapat membuat asumsi ICP dalam APBN meleset. Bila itu terjadi, pemerintah menghadapi tiga pilihan sulit: menambah subsidi, menaikkan harga, atau mengalihkan belanja.

Bagi pelaku usaha, kepastian harga Pertalite dan Solar memberi ruang napas untuk menahan biaya logistik dan inflasi. Namun, sinyal fiskal tetap penting. Tanpa pengelolaan anggaran yang disiplin, perlindungan daya beli hari ini bisa menjadi tagihan APBN di kemudian hari. Pemerintah tampaknya memilih kombinasi komunikasi politik yang menenangkan pasar dan intervensi fiskal yang terukur.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah harga Pertalite dan Solar resmi tidak naik? Ya. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan tidak ada kenaikan harga BBM subsidi per Jumat (11/9).

Mengapa pemerintah memilih menambah subsidi? Untuk melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah sesuai arahan Presiden Prabowo, meski beban anggaran bertambah.

Apa risikonya jika harga minyak dunia tetap tinggi? Subsidi energi bisa membengkak, asumsi ICP APBN berpotensi meleset, dan ruang fiskal menyempit.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸