Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bukan Sekadar Seremoni: 10 Produk Pangan UMKM Binaan Kemendag Masuk 19 Gerai AEON Indonesia

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNN Ekonomi
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

Bukan Sekadar Seremoni: 10 Produk Pangan UMKM Binaan Kemendag Masuk 19 Gerai AEON Indonesia
BAGIKAN:

Sepuluh produk pangan dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Kementerian Perdagangan resmi menembus jaringan ritel AEON Indonesia. Penandatanganan kerja sama berlangsung di AEON Mall BSD City, Kabupaten Tangerang, Rabu (9/9), dan membuka akses ke 19 gerai AEON Mall serta pasar swalayan di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi sinyal bahwa ritel modern semakin serius mencari pasokan lokal yang punya standar, legalitas, dan konsistensi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai keberhasilan ini sebagai bukti bahwa UMKM pangan berdaya saing mampu memenuhi standar ritel modern. Menurut Mendag Busan, sinergi Kemendag dengan HIPPINDO dan AEON Indonesia menjadi upaya menjawab tantangan pembukaan pasar yang lebih luas. “Kemendag bersama HIPPINDO, melalui AEON Indonesia, memberi akses kepada UMKM untuk memasarkan produk di jaringan ritel AEON Indonesia,” ujarnya.

Masuknya sepuluh UMKM itu ditandai dua kerja sama. Pertama, nota kesepahaman antara Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwan dan Presiden Direktur PT AEON Indonesia Miyata Masato. Kedua, kontrak dagang antara 10 UMKM pangan dan AEON Indonesia. Produk yang lolos ialah keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju, kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang.

Kurasi Ketat, Bukan Asal Lokal

Kesepuluh produk itu merupakan hasil kurasi ketat terhadap 121 UMKM unggulan binaan Kemendag, pemenang UKM Pangan Award, dan peserta Pangan Nusa Expo. Dalam kacamata saya, ini poin penting yang sering luput dari sorotan: ritel modern tidak sedang melakukan charity. Mereka memilih pemasok yang bisa menjaga kualitas, volume, dan jadwal kirim. AEON Indonesia memberi ruang, tetapi ruang itu tetap diuji oleh pasar.

Mendag Busan menegaskan, kesepuluh UMKM telah dikurasi dari segi standar produk, legalitas, hingga konsistensi pasokan. “Kami terus mendorong UMKM untuk berinovasi menghasilkan produk berkualitas sehingga mampu memenangkan pasar di dalam dan luar negeri,” katanya. Pernyataan itu tepat, tetapi eksekusinya menuntut pendampingan lanjutan: sertifikasi, kemasan, manajemen stok, dan akses pembiayaan.

Open Call dan Proyeksi Pasar

Kemitraan ini dapat menjadi percontohan. Kemendag dan AEON Indonesia membuka open call kurasi pada 26 Agustus–1 September 2026. Lebih dari 1.200 UMKM sektor makanan, minuman, kecantikan, dan kesehatan mendaftar sebagai calon pemasok. Saat ini, pasar swalayan AEON Indonesia diisi lebih dari 77 persen produk dalam negeri. Berdasarkan Statista, nilai pasar domestik makanan dan minuman diproyeksikan tumbuh rata-rata 6,95 persen per tahun selama lima tahun ke depan.

Sepanjang 2025–2026, Kemendag memfasilitasi 1.488 UMKM melalui program perluasan akses pasar dalam negeri, antara lain Pangan Nusa Expo, UKM Pangan Award Goes to Ritel Modern, penjajakan bisnis dengan peritel dan department store, kemitraan dengan KAI dan Teras Indonesia IKEA, serta berbagai promosi lain. Bagi saya, angka itu menunjukkan satu hal: masalah utama UMKM bukan lagi sekadar produksi, melainkan akses distribusi dan kepercayaan pasar.

Pengalaman AEON dan Suara Pelaku Usaha

Presiden Direktur PT AEON Indonesia Miyata Masato mengapresiasi dorongan Kemendag. Ia menyebut AEON berkomitmen mendukung produk lokal, termasuk UMKM. “Kerja sama harmonis antara ritel dan UMKM akan berjalan baik dengan dukungan dari pemerintah. Kami berharap dukungan Kemendag dapat segera tumbuh lebih besar melalui pemberian akses, baik dalam bentuk finansial, pelatihan, maupun kemudahan dalam proses-proses perizinan,” ujar Miyata.

Miyata menyebut AEON Indonesia telah bekerja sama dengan UMKM sejak 2015. Tercatat lebih dari 100 mitra UMKM dengan lebih dari 500 Stock Keeping Unit (SKU) dipasarkan di jaringan AEON. Dari pengalaman 11 tahun itu, ia menekankan tiga pegangan: menjaga standar dan konsistensi kualitas, menetapkan harga yang tepat dan berkelanjutan, serta melakukan pemasaran proaktif melalui kemasan, cerita, sampling, dan promosi.

Peter Hutomo, co-owner keripik tempe Arva, mengapresiasi dukungan Kemendag. Ia berharap produknya semakin dikenal lokal dan internasional. “Semoga melalui produk lokal kita, tempe, kita dapat mempersatukan dengan cita rasa luar sehingga wisatawan mancanegara bisa menikmati hasil dari pangan lokal kita,” kata Peter. Sementara itu, Supervisor Finance Rendang Gadih Salmi Nazila Salsabila menyambut baik dukungan Kemendag. Rendang Gadih telah mengikuti program Kemendag sejak 2017 dan memenangi UKM Pangan Award 2017 lewat rendang tumbuk serta UKM Pangan Award 2024 lewat bumbu rendang instan.

Analisis: Momentum yang Harus Dijaga

Masuknya 10 produk ke AEON Indonesia bukan akhir, melainkan ujian awal. Jika pasokan lancar dan penjualan berputar, akan terbuka pintu bagi ratusan UMKM lain. Sebaliknya, satu kegagalan pasokan bisa menutup kepercayaan yang mahal. Karena itu, pemerintah dan peritel perlu memperkuat pendampingan, standardisasi, dan logistik. Bagi UMKM, cerita lokal memang menarik, tetapi rak ritel modern hanya tunduk pada tiga hal: kualitas, harga, dan konsistensi.

FAQ Terkait Berita Ini

Produk UMKM apa saja yang masuk AEON Indonesia?

Keripik jamur tiram, keripik tempe, bawang goreng premium, peyek, rendang kemasan, granola, brownies panggang, stik keju, kentang mustofa oven, dan kraker vegan panggang.

Mengapa kesepakatan ini penting bagi UMKM?

Karena membuka akses ke 19 gerai AEON Indonesia, memperluas distribusi, dan menjadi bukti bahwa produk lokal mampu memenuhi standar ritel modern.

Apa tantangan utama agar UMKM bertahan di ritel modern?

Konsistensi kualitas dan pasokan, penetapan harga yang berkelanjutan, legalitas, kemasan, serta pemasaran proaktif.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸