⚠️INFO GEMPA BUMI: Magnitudo 5.1 di 19 km WNW of Tomohon, Indonesia pada 2/11/2026, 15.13.14. Baca peringatan dan analisis selengkapnya.
Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Misteri Hilangnya Speedboat di Selat Sunda: Delapan Penumpang Termasuk Lima Jurnalis Masih Dicari Setelah 24 Jam

Berita NasionalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Pimpinan Redaksi

Jurnalis senior dengan pengalaman 15 tahun meliput isu politik dan berita nasional di Indonesia.

Misteri Hilangnya Speedboat di Selat Sunda: Delapan Penumpang Termasuk Lima Jurnalis Masih Dicari Setelah 24 Jam
BAGIKAN:

Sebuah speedboat yang mengangkut delapan orang—tercatat lima di antaranya adalah jurnalis—masih belum ditemukan setelah dilaporkan hilang kontak di Perairan Selat Sunda saat hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, Selasa (8/9). Tim SAR Gabungan telah menyisir kawasan Pulau Sebesi, Pulau Panjang, hingga Pulau Rakata, namun hingga operasi hari pertama ditutup, hasilnya nihil.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten sekaligus SAR Mission Coordinator, Al Amrad, merinci identitas delapan penumpang tersebut. Dua awak kapal masing-masing Warta (55) sebagai kapten dan Surakman (60) sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto (49) sebagai pemandu atau guide. Sementara lima jurnalis yang ikut dalam pelayaran tersebut adalah M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Identitas Profesional Jurnalis yang Hilang

Organisasi Pewarta Foto Indonesia (PFI) segera mengonfirmasi identitas profesional para jurnalis tersebut. Mayoritas merupakan pewarta foto yang bertugas di berbagai media nasional. Pewarta Foto Indonesia merinci: Bagus merupakan Pewarta Foto Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro dari iNews.id, Firman dari Anadolu Agency, dan Donal berstatus jurnalis lepas.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, menegaskan bahwa keselamatan para jurnalis menjadi prioritas utama. "PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan ini," ujar Dwi dalam keterangan tertulisnya. Ia juga mengapresiasi gerak cepat Basarnas dan Ditpolairud Polda Banten yang menembus medan sulit di tengah paparan abu vulkanik dan ombak tinggi.

Kronologi Hilangnya Kontak

Berdasarkan laporan resmi Basarnas, komunikasi terakhir tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir (share location) kepada rekan anggota PFI, Putra M. Akbar, yang berada di Lampung. Lokasi terakhir yang terekam berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Setelahnya, pada pukul 18.13 WIB, speedboat tersebut dinyatakan hilang kontak sepenuhnya.

Tim Rescue Unit Siaga SAR Pandeglang langsung bergerak menuju lokasi kejadian sekitar pukul 14.15 WIB setelah menerima laporan. Penyisiran dilakukan menuju arah Krakatau dan sejumlah perairan yang diduga menjadi lokasi keberadaan speedboat. Namun, hingga operasi hari pertama berakhir, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun delapan orang yang masih dalam pencarian.

Operasi SAR yang Terus Berlanjut

KN SAR Tetuka 247 bertolak dari Pelabuhan BBJ pada sore hari untuk memperkuat operasi pencarian. Kapal tersebut melakukan penyisiran dan pemantauan visual di sepanjang rute pencarian hingga tiba di perairan Sangiang sekitar pukul 21.05 WIB. Sayangnya, kapal tidak dapat lego jangkar karena kondisi arus yang cukup kencang. KN SAR Tetuka 247 kemudian bergerak menuju Pelabuhan Ciwandan dengan tetap melakukan penyisiran, namun hasilnya tetap nihil.

Debriefing Tim SAR Gabungan dilaksanakan pada pukul 22.46 WIB di Dermaga Pelabuhan Ciwandan. Keputusan diambil untuk melanjutkan operasi SAR pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran sesuai hasil evaluasi dan kondisi lapangan.

Sejumlah unsur terlibat dalam operasi hari pertama, di antaranya personel KN SAR Tetuka, Rescuer USS Pandeglang, Rescuer Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Polairud Polda Banten, Polairud Mabes, Lanal, Polsek Carita, Satpol PP, Babinsa, unsur pemerintah daerah, Balawista, nelayan, masyarakat, hingga unsur media. Peralatan yang digunakan meliputi KN SAR Tetuka 247, RIB 02 Banten, rescue car, truk personel, drone thermal, serta berbagai peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.

Analisis: Risiko Jurnalisme di Zona Merah

Kasus ini kembali mengingatkan kita akan rapuhnya keselamatan jurnalis yang bertugas di wilayah bencana. Gunung Anak Krakatau bukan sekadar destinasi peliputan biasa—ia adalah zona aktif dengan paparan abu vulkanik, gelombang tinggi, dan arus berbahaya. Pertanyaan mendasar yang harus dijawab: apakah standar operasional prosedur (SOP) peliputan di kawasan rawan bencana sudah memadai? Apakah ada mekanisme perlindungan negara bagi jurnalis yang meliput di zona merah?

PFI telah mengingatkan seluruh pewarta foto dan kru media yang masih bertugas di sekitar wilayah terdampak erupsi untuk mematuhi batas radius aman yang direkomendasikan PVMBG. Imbauan ini seharusnya tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi pijakan kuat bagi setiap jurnalis untuk memprioritaskan keselamatan diri di atas eksklusivitas berita.

Di sisi lain, kecepatan respons Basarnas dan Polri dalam operasi pencarian ini patut diacungi jempol. Kolaborasi lintas institusi—dari SAR, Polri, TNI AL, hingga nelayan lokal—menunjukkan bahwa keselamatan warga, termasuk jurnalis, adalah tanggung jawab bersama. Namun, pencarian di medan ekstrem seperti Selat Sunda membutuhkan lebih dari sekadar semangat; dibutuhkan teknologi, kesabaran, dan doa dari seluruh pihak.

Semoga delapan penumpang speedboat tersebut dapat ditemukan dalam kondisi selamat. Satu per satu nama mereka—Warta, Surakman, Heriyanto, Bagus, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal—menjadi pengingat bahwa di balik setiap berita yang sampai ke pembaca, ada nyawa dan risiko yang dipertaruhkan.

FAQ Terkait Berita Ini

Apa penyebab hilangnya speedboat di Selat Sunda?
Belum ada penyebab pasti yang diumumkan secara resmi. Tim SAR menduga kombinasi faktor cuaca buruk, arus kencang, dan paparan abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau menjadi faktor risiko utama.

Siapa saja jurnalis yang hilang kontak?
Lima jurnalis yang hilang kontak adalah M Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudistiro (iNews.id), Firman (Anadolu Agency), dan Donal (jurnalis lepas). Mereka umumnya adalah pewarta foto.

Bagaimana perkembangan operasi SAR terbaru?
Operasi SAR hari pertama ditutup dengan hasil nihil. Tim SAR Gabungan telah memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada hari berikutnya dengan memperluas area penyisiran berdasarkan hasil evaluasi lapangan.

BERITA TERKAIT (Berita Nasional)

Meow! Tanya Nesi!
😸