Semai Garam di Langit Kalsel vs Ancaman Cabut Izin: TNI dan Prabowo Hadapi Karhutla yang Terencana

Di tengung asap yang menyelimuti Kalimantan Selatan, TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sjamsuddin Noor menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) dengan menebar tiga ton natrium klorida (NaCl) menggunakan pesawat BNPB, Senin (7/9). Tiga sortie penerbangan itu menargetkan kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, dan Tabalong—dan berhasil memicu hujan lokal. Namun, di balik upaya teknis ini, Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras: ada unsur kesengajaan di balik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kini merambah dua pulau besar.
Komandan Lanud Sjamsuddin Noor, Kolonel Pnb Hilman LP Ambarita, menegaskan bahwa OMC bukanlah solusi tunggal, melainkan bagian dari penanganan terpadu yang membutuhkan sinergi lintas sektor. "Dengan dukungan pesawat BNPB dan personel pangkalan, kami akan terus memperkuat kontribusi TNI AU," ujarnya. Namun, pernyataan itu terasa hambar ketika Presiden, dalam rapat terbatas secara virtual sehari sebelumnya, membuka tabir bahwa kebakaran justru kerap diikuti oleh lahan perkebunan sawit baru dalam waktu singkat—sebuah pola yang mengindikasikan pembakaran terencana untuk kepentingan korporasi.
Prabowo: Cabut Izin Korporasi Bandel, Selidiki Pemilik Lahan
Prabowo secara terang-terangan menginstruksikan jajarannya untuk menindak tegas korporasi yang menjadi dalang karhutla di Kalimantan dan Sumatra. "Kalau perlu kita segera cabut semuanya. Semua izin-izinnya kita cabut ya, HGU-nya dan sebagainya. Ini sudah kelewatan, dan saya juga ingin tahu benar-benar korporasi itu milik siapa," tegasnya. Presiden meminta Menteri Kehutanan, ATR/BPN, dan Satgas PKH untuk menyiapkan daftar perusahaan yang izinnya akan dicabut. Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan bahwa 200 laporan polisi telah diproses, dengan 138 tersangka dan 119 di antaranya sengaja membakar lahan. Delapan perusahaan besar pun sedang dalam penyelidikan.
Yang mengkhawatirkan, fenomena lahan perkebunan yang muncul pasca-kebakaran menguatkan dugaan bahwa ini bukan kebakaran alami atau kelalaian, melainkan metode ekstrem pembukaan lahan. Sebagai jurnalis investigasi yang telah meliput karhutla selama dua dekade, saya melihat siklus ini berulang: ketika musim kemarau tiba, titik api bermunculan, aparat disibukkan dengan pemadaman dan OMC, namun setelah asap reda, lahan gambut berubah menjadi kebun sawit. Tidak ada perbaikan sistemik tanpa penegakan hukum yang menyentuh pemilik manfaat (beneficial owner) di balik konsesi.
Teknologi Modifikasi Cuaca: Solusi Jangka Pendek atau Pengalihan Isu?
Operasi penaburan garam yang dilakukan Lanud Sjamsuddin memang menunjukkan hasil taktis—hujan turun di sejumlah titik—namun efektivitas OMC sangat bergantung pada kondisi atmosfer dan tidak pernah mampu menghentikan kebakaran yang terus dipicu ulang. Danlanud sendiri mengakui bahwa ini hanya satu bagian dari penanganan terpadu. Pertanyaannya, mengapa upaya pencegahan seperti penguatan patroli, pengawasan lahan, dan sanksi berat terhadap pembakar tidak digenjot dengan skala yang sama? Presiden telah memberi sinyal kuat, tetapi eksekusi di lapangan sering terbentur kepentingan ekonomi dan birokrasi yang berbelit.
Kita patut mengapresiasi langkah TNI AU yang sigap, namun jangan sampai operasi semai garam ini menjadi bentuk simbolis yang menutupi kelemahan sistemik. Sebab, menebar NaCl ke awan hanya mengatasi gejala, sedangkan akar masalah—yaitu korporasi dan oknum yang bermain di balik izin lahan—memerlukan keberanian politik untuk membongkar struktur kuasa. Prabowo tampaknya sadar akan hal itu, dan pernyataannya yang menuntut identifikasi pemilik korporasi adalah terobosan yang patut diawasi.
FAQ Terkait Berita Ini
Apa itu Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan bagaimana cara kerjanya?
OMC adalah upaya rekayasa cuaca dengan menebarkan garam (NaCl) atau bahan lain ke awan untuk memicu hujan. Tujuannya mengurangi kebakaran hutan dan lahan dengan menurunkan intensitas api melalui presipitasi buatan.
Mengapa Presiden Prabowo menyoroti korporasi dalam kasus karhutla?
Karena pola kebakaran yang berulang dan munculnya lahan perkebunan baru pasca-kebakaran mengindikasikan adanya pembakaran yang disengaja untuk membuka lahan, yang kerap melibatkan korporasi pemegang konsesi, bukan masyarakat kecil.
Berapa jumlah tersangka dan perusahaan yang diproses dalam kasus karhutla?
Hingga saat ini, Polri telah memproses 200 laporan polisi, menetapkan 138 tersangka (119 karena pembakaran sengaja, 18 karena kelalaian), serta 8 perusahaan besar sedang dalam penyelidikan mendalam.
BERITA TERKAIT (Hukum)

Menggali Praktik Pita Cukai Sejak 2010, KPK Tebas Aset PT Djarum dan Bea Cukai Kudus

Polsek Cengkareng Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp20 Juta, Tersangka Diduga Gunakan Dana untuk Beli Narkotika Etomidate

Saksi Kunci Ungkap Perintah Jaksa Agung Muda Peras Tan Kian Rp50 Miliar
