Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Ancaman Erupsi Susulan Anak Krakatau: Bisnis Penerbangan dan Ekonomi Terancam Abu Vulkanik

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Ancaman Erupsi Susulan Anak Krakatau: Bisnis Penerbangan dan Ekonomi Terancam Abu Vulkanik
BAGIKAN:

Pakar vulkanologi Surono, yang akrab disapa Mbah Rono, menegaskan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berpotensi mengalami erupsi susulan sebagai bagian dari fase pertumbuhan fisik pasca-longsor besar pada 2018. Pernyataan ini muncul di tengah tingginya aktivitas kegempaan dan status Siaga Level III yang bertahan, mengancam tidak hanya keselamatan warga sekitar Selat Sunda, tetapi juga kelancaran operasional bandara strategis seperti Soekarno-Hatta dan Raden Inten. Dengan posisi geografis yang dekat dengan pusat ekonomi dan transportasi nasional, setiap letusan berisiko memicu gangguan rantai pasok, penundaan penerbangan, dan kerugian bisnis yang signifikan.

Fase Pertumbuhan dan Risiko Longsor

Mbah Rono menjelaskan bahwa sebagai gunung api muda, Anak Krakatau membutuhkan waktu untuk membentuk tubuhnya kembali agar utuh. Akumulasi tekanan magma mengharuskan gunung melepaskan energi ke permukaan. "Yang bahaya yang paling mungkin terjadi potensi masih tetap ada longsor. Tapi tidak dalam waktu dekat ini kan baru kemarin 2018. Perlu waktulah untuk membentuk tubuh yang utuh kembali," ujarnya kepada CNBC Indonesia, Senin (8/9/2026).

Menurutnya, frekuensi letusan yang intens merupakan cara alami gunung untuk membangun struktur puncaknya. Namun, proses ini sekaligus memperbesar kantong magma (magmatic chamber) yang berdampak pada peningkatan potensi kekuatan letusan di masa depan. "Semakin besar Anak Krakatau otomatis dapur magma-nya semakin besar. Kalau semakin besar ya potensi letusannya akan besar," tambahnya.

Dampak Ekonomi dari Gangguan Transportasi Udara

Abu vulkanik yang tersebar tinggi menjadi konsekuensi setiap erupsi. Mbah Rono menilai risiko ini menjadi perhatian besar karena kedekatan gunung dengan objek vital strategis nasional, seperti Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Raden Inten. "Soekarno-Hatta terkena, dan pasti akan terkena kembali di kelak kemudian hari. Bukan menakut-nakuti, tapi sesuatu yang sudah kena sekarang ini potensi kena kembali," tegasnya.

Dari sudut pandang ekonomi makro, ancaman abu vulkanik bukan sekadar masalah keselamatan penerbangan. Transportasi udara adalah urat nadi distribusi barang dan mobilitas pebisnis. Penutupan atau pengalihan rute akibat abu dapat menghentikan arus logistik, menekan sektor pariwisata, dan mengganggu jadwal ekspor-impor. Perusahaan asuransi dan maskapai penerbangan pun perlu mengkaji ulang skenario risiko bencana ini dalam rencana kontinuitas bisnis mereka.

Status Terkini dan Rekomendasi Badan Geologi

Kementerian ESDM mencatat, setelah episode erupsi menerus selama 25 jam (4–6 September 2026), Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan letusan ringan secara berkala. Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa setelah erupsi menerus berakhir, teramati tiga kali erupsi strombolian dengan kolom abu hitam—yang merupakan karakteristik khas gunung ini. "Untuk sementara diinterpretasikan sebagai akhir dari episode erupsi menerus," ujarnya di Bandung, Senin (7/9).

Meski episode panjang berakhir, pemantauan pada 6–7 September 2026 masih merekam dinamika kegempaan tinggi: tercatat 11 kali gempa letusan, 4 kali gempa hembusan, 7 kali gempa low frekuensi, dan puluhan gempa tremor. Potensi bahaya utama tetap berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, dan aliran lava jika erupsi menerus kembali terjadi. Badan Geologi mengingatkan masyarakat, wisatawan, dan pendaki untuk tidak mendekati radius 3 kilometer dari pusat aktivitas.

Kesiapan Daerah dan Kebijakan Tata Ruang

Pemerintah pusat telah menyediakan peta kawasan rawan bencana sebagai acuan penataan wilayah. Mbah Rono menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki hak penuh mengatur aktivitas masyarakat berdasarkan rekomendasi teknis dari pusat vulkanologi. "Sekarang tinggal bagaimana pemerintah daerah menyikapi laporan aktivitas gunung api tersebut," tandasnya.

Ia juga menepis kekhawatiran bahwa peningkatan aktivitas vulkanik di gunung lain (Semeru, Merapi, Ibu) secara bersamaan berasal dari sistem geologi yang sama. "Mereka punya sumber magma dan tekanan yang berbeda-beda, kebetulan saja bersamaan," jelasnya. Namun, bagi pelaku usaha dan investor, rentetan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia harus menjadi sinyal untuk memperkuat mitigasi risiko dan diversifikasi rantai pasok.

FAQ Terkait Berita Ini

Apakah erupsi susulan akan terjadi dalam waktu dekat?
Menurut Mbah Rono, potensi longsor tetap ada, tetapi tidak dalam waktu dekat karena gunung masih dalam fase membentuk tubuh. Namun, letusan kecil dapat terjadi kapan saja sebagai bagian dari proses pertumbuhan.

Bagaimana dampak abu vulkanik terhadap penerbangan?
Abu halus dapat mengganggu mesin pesawat dan visibilitas. Bandara seperti Soekarno-Hatta dapat ditutup sementara jika arah angin membawa abu ke jalur penerbangan, menyebabkan penundaan dan kerugian operasional.

Apa yang harus dilakukan masyarakat dan pelaku bisnis?
Masyarakat diimbau menjauhi radius 3 km dan mematuhi rekomendasi pemerintah daerah. Pelaku bisnis disarankan menyusun rencana kontingensi, termasuk asuransi bencana dan diversifikasi rute logistik, untuk mengantisipasi gangguan berulang.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸