Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Polri Bagikan Snack di Bandara Soekarno-Hatta, Apakah Ini Pengamanan atau Sekadar Pencitraan?

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Polri Bagikan Snack di Bandara Soekarno-Hatta, Apakah Ini Pengamanan atau Sekadar Pencitraan?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Personel Polri bersama stakeholder membagikan snack dan minuman kepada penumpang di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu pagi.
  • Kapolsubsektor Terminal 2 Ipda Septian Wahyudi menyatakan situasi check-in aman dan tertib, dengan personel siaga di sejumlah titik.
  • Kegiatan ini diklaim sebagai bentuk pelayanan dan perhatian, namun menuai pertanyaan tentang efektivitasnya dalam meningkatkan keamanan substansial.

Minggu (6/9) pagi, suasana di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang tampak berbeda. Sejumlah personel Polri dan stakeholder terkait tidak hanya memantau aktivitas penumpang, tetapi juga menyapa langsung para calon penumpang sambil membagikan snack dan minuman. Kegiatan yang berlangsung di sela pemantauan situasi terminal ini dipimpin oleh Kapolsubsektor Terminal 2, Ipda Septian Wahyudi, yang memastikan bahwa area konter check-in dalam kondisi aman dan tertib.

"Untuk situasi di area konter check-in Terminal 2 secara umum masih aman, tertib, dan terkendali," ujar Septian. Personel gabungan pun disebar di berbagai titik untuk membantu pengguna jasa dan memantau kondisi terminal. Pembagian snack dan minuman, menurut keterangan resmi, merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan dan perhatian kepada masyarakat yang berada di area bandara. Polri juga menegaskan koordinasi dengan stakeholder terus berjalan agar aktivitas terminal berlangsung aman, nyaman, dan tertib, serta mengingatkan masyarakat untuk menghubungi Call Center 110 jika membutuhkan bantuan.

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi yang telah mengikuti dinamika kepolisian selama dua dekade, saya menilai aksi bagi-bagi snack ini sebagai taktik public relations yang sudah sangat usang. Di tengah tingginya angka kejahatan di bandara—mulai dari pencopetan, penipuan calo, hingga potensi penyusupan barang terlarang—apakah senyum dan biskuit benar-benar menjawab kebutuhan pengamanan riil? Masyarakat tidak butuh camilan, mereka butuh kepastian bahwa setiap sudut terminal diawasi secara profesional, bukan sekadar panggung hiburan dadakan. Polri seharusnya fokus pada peningkatan kualitas deteksi dini, penguatan intelijen, dan penindakan tegas terhadap pelanggaran, bukan menghabiskan energi untuk kegiatan yang lebih cocok disebut sebagai 'safari donor darah' daripada operasi keamanan.

Lebih jauh, momen pembagian snack ini sering kali dijadikan alat untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu besar, seperti lemahnya pengawasan di area kargo atau maraknya pungutan liar yang justru meresahkan. Saya menduga, kegiatan ini hanya menjadi lip service untuk menunjukkan bahwa Polri 'dekat dengan rakyat', padahal dalam praktiknya, banyak laporan masyarakat yang tidak tertangani dengan baik. Bandara Soekarno-Hatta adalah pintu gerbang nasional, dan setiap kegagalan pengamanan bisa berdampak pada citra bangsa. Daripada berfoto ria dengan penumpang, alangkah lebih baik jika personel digunakan untuk mengecek kelayakan sarana keselamatan, menertibkan taksi gelap, atau memastikan protokol kesehatan benar-benar dijalankan—hal-hal yang nyata dan terukur.

Kita juga perlu bertanya: siapa yang menilai bahwa pembagian snack ini efektif? Tidak ada survei kepuasan, tidak ada indikator kinerja yang jelas, hanya klaim sepihak. Apakah ini bagian dari program nasional atau inisiatif lokal? Jika ini hanya gimmick sesaat, maka anggaran dan waktu yang dihabiskan menjadi sia-sia. Sebagai wartawan, saya mendesak Kapolri untuk mengevaluasi seluruh kegiatan serupa dan meminta laporan capaian konkret, bukan hanya liputan manis di media. Rakyat butuh polisi yang tegas, bukan polisi yang manis. Semoga ke depan, Polri lebih berani melakukan terobosan substantif, seperti menerapkan sistem body camera di seluruh petugas lapangan dan membuka akses publik pada data pengawasan terminal, sehingga kepercayaan publik tidak bergantung pada bungkusan kerupuk.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apakah pembagian snack di bandara dilakukan secara rutin oleh Polri?
    A: Tidak ada jadwal tetap. Kegiatan ini bersifat insidental, biasanya dilakukan saat momen tertentu atau sebagai bagian dari program pelayanan masyarakat, namun tidak menjadi standar operasional harian.
  • Q: Apa tujuan sebenarnya Polri membagikan snack di bandara?
    A: Secara resmi, untuk menjalin kedekatan dan memberikan perhatian kepada pengguna jasa. Namun secara kritis, banyak pihak menilai ini lebih sebagai strategi pencitraan untuk memperbaiki persepsi publik terhadap institusi Polri.
  • Q: Bagaimana cara melapor jika mengalami kendala di bandara dan butuh bantuan polisi?
    A: Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 (24 jam) atau mendatangi pos polisi terdekat di masing-masing terminal. Namun, disarankan juga untuk mencatat nomor petugas dan waktu kejadian agar laporan dapat ditindaklanjuti.
Meow! Tanya Nesi!
😸