Kubu Eks Kasi Intelijen Bea Cukai Sanggah Penerimaan Uang Blueray, Klaim Saksi Justru Bantah Dakwaan
Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Tim advokat Budiman Bayu Prasojo, mantan Kepala Seksi Intelijen Cukai Penindakan dan Penyidikan Ditjen Bea Cukai, dengan tegas membantah kliennya menerima aliran dana dari pemilik Blueray Cargo, John Field, dalam persidangan dugaan korupsi yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat. Bantahan ini muncul setelah Jaksa Penuntut Umum KPK menghadirkan sejumlah saksi pada 2 September 2026 yang dinilai tim hukum justru tidak menguatkan dakwaan.
Tim hukum Budiman menyatakan bahwa para saksi yang dihadirkan JPU tidak menerangkan adanya pemberian uang kepada Budiman terkait perkara yang sedang diperiksa. "Para saksi tersebut tidak menerangkan adanya pemberian uang kepada Budiman Bayu Prasojo," ujar kuasa hukum dalam keterangan persnya, Senin (7/9). Pernyataan ini menjadi bantahan terbuka atas pengakuan John Field dalam sidang sebelumnya yang mengaku telah menyerahkan uang Rp525 juta kepada Budiman.
Kesaksian Blueray: Uang Mengalir ke Ocoy, Bukan Budiman
Tim advokat merinci bahwa John Field justru menerangkan bahwa pengaturan dan pemberian uang dilakukan berdasarkan permintaan Kepala Seksi Intelijen Kepabeanan I, Orlando Hamonangan alias Ocoy, bukan kepada Budiman. Saksi lain juga menyebut pertemuan Budiman dengan pihak Blueray terjadi saat ia dipanggil atasannya, Sisprian Subiaksono, dan saat itu Budiman hanya diperkenalkan tanpa ada pembahasan penerimaan uang.
Fakta ini menjadi celah penting bagi pembelaan. Sebagai jurnalis investigasi, saya menilai strategi ini adalah upaya sistematis untuk memecah rantai pembuktian, dengan menggeser fokus ke peran aktor lain di lingkungan Bea Cukai. Namun, publik perlu mengingat bahwa dalam kasus korupsi yang bersifat kolektif, pembagian peran dan aliran uang seringkali tidak terang-terangan.
Dana Operasional dan Rokok: Bantahan Berlapis
Selain itu, tim hukum menyoroti penggunaan dana operasi Seksi Intelijen. Saksi bendahara menerangkan bahwa pertanggungjawaban dana operasi memerlukan persetujuan pimpinan, yaitu Direktur Penindakan dan Penyidikan Rizal dan Sisprian, bukan Budiman. Dengan demikian, klaim bahwa Budiman memiliki kewenangan atas dana tersebut tidak berdasar.
Tim juga membantah penerimaan dari pengusaha rokok. Para pengusaha yang diperiksa menyatakan tidak ada pemberian uang kepada Budiman; komunikasi yang terjadi hanya sebatas pertukaran informasi tentang dugaan pelanggaran cukai rokok, yang merupakan tugas kedinasannya. Menariknya, tim advokat mencatat bahwa Budiman justru pernah memperingatkan atasannya, Sisprian dan Rizal, agar tidak melakukan praktik melanggar hukum jauh sebelum kasus ini terungkap—sebuah pernyataan yang jika terbukti bisa mengubah narasi.
Kontradiksi Dakwaan dan Pengakuan John Field
Dalam persidangan 2 September, John Field mengakui telah memberi uang Rp525.000.000 kepada Budiman. Namun dakwaan menyebut total penerimaan yang dilakukan bersama Rizal dan Sisprian mencapai angka fantastis: Rp5.278.500.000, ditambah dolar Singapura, dolar AS, dolar Hong Kong, dan ringgit Malaysia, yang diperoleh tidak hanya dari John Field tetapi juga dari manajer operasional dan pengusaha rokok. Tim hukum Budiman berargumen bahwa keterangan saksi tidak secara spesifik menautkan penerimaan tersebut kepada Budiman, sehingga dakwaan menjadi kabur.
Dalam kasus korupsi yang melibatkan aparat penegak hukum, perbedaan antara pengakuan dan kesaksian adalah hal lumrah. Namun, sebagai pengamat, saya menilai majelis hakim harus mencermati apakah aliran uang yang diterima oleh oknum lain dapat dipertanggungjawabkan secara individual kepada Budiman. Jika tidak, maka dakwaan berpotensi lemah di ranah pembuktian.
Implikasi dan Harapan Publik
Kasus ini menjadi ujian bagi pemberantasan korupsi di lingkungan Bea Cukai, yang selama ini dikenal sebagai institusi dengan risiko tinggi penyelundupan dan pungli. Budiman didakwa bersama Rizal dan Sisprian, namun pembelaan justru menyeret nama Ocoy sebagai pihak yang meminta uang. Apakah ini sekadar pembelokan atau memang ada kesalahan penangkapan? Publik berhak mendapatkan kejelasan.
Persidangan selanjutnya akan mendengarkan saksi-saksi lain dan mungkin terdakwa lainnya. Kita tunggu bagaimana majelis hakim menyikapi bantahan ini, sementara KPK diharapkan dapat menghadirkan bukti yang lebih kuat untuk mengungkap siapa sebenarnya penerima uang dari Blueray dan para pengusaha rokok.
FAQ Terkait Berita Ini
1. Apa dakwaan yang menjerat Budiman Bayu Prasojo?
Budiman didakwa melakukan tindak pidana korupsi bersama Rizal dan Sisprian dengan menerima uang total sekitar Rp5,2 miliar dan berbagai mata uang asing dari John Field (Blueray Cargo) serta pengusaha rokok.
2. Apa bukti utama yang digunakan Jaksa KPK?
Jaksa menghadirkan saksi John Field yang mengaku memberi uang Rp525 juta kepada Budiman, namun tim advokat membantah dengan menyatakan saksi lain tidak menguatkan pemberian tersebut.
3. Mengapa pembelaan menyebut nama Ocoy?
Menurut tim hukum, John Field menerangkan bahwa pemberian uang dilakukan atas permintaan Ocoy (Orlando Hamonangan), bukan atas nama Budiman. Ini menjadi pokok perdebatan dalam persidangan.
BERITA TERKAIT (Hukum)

Menggali Praktik Pita Cukai Sejak 2010, KPK Tebas Aset PT Djarum dan Bea Cukai Kudus

Polsek Cengkareng Bongkar Sindikat Uang Palsu Rp20 Juta, Tersangka Diduga Gunakan Dana untuk Beli Narkotika Etomidate

Saksi Kunci Ungkap Perintah Jaksa Agung Muda Peras Tan Kian Rp50 Miliar
