Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Toyota Guncang Pasar: Lexus EV Diproduksi di Shanghai Mulai 2027!

OtomotifDoni SuryaDoni SuryaSumber: CNN Otomotif
Doni Surya
Doni Surya
Reviewer Mobil

Mengupas tuntas performa mobil terbaru dan memberikan tips otomotif terpercaya.

Toyota Guncang Pasar: Lexus EV Diproduksi di Shanghai Mulai 2027!
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Toyota akan memproduksi SUV listrik Lexus di Shanghai mulai 2027, melanggar pola tradisional yang biasanya berpusat di Jepang.
  • Mobil ini akan mengusung teknologi gigacasting aluminium, mengurangi berat bodi hingga 20% dan meningkatkan kekakuan struktural.
  • Strategi Toyota beralih ke produksi EV lokal di China untuk menaklukkan pasar SUV listrik yang diperebutkan oleh raksasa BYD .

Ringkasan Singkat

  • Toyota akan memproduksi SUV listrik Lexus di Shanghai mulai 2027, melanggar pola tradisional yang biasanya berpusat di Jepang.
  • Mobil ini akan mengusung teknologi gigacasting aluminium, mengurangi berat bodi hingga 20% dan meningkatkan kekakuan struktural.
  • Strategi Toyota beralih ke produksi EV lokal di China untuk menaklukkan pasar SUV listrik yang diperebutkan oleh raksasa BYD.

Dalam langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, Toyota mengumumkan rencana produksi generasi terbaru Lexus SUV listrik di pabrik baru mereka di Shanghai mulai musim gugur 2024, dengan target peluncuran pasar pada 2027. Volume produksi akan dimulai dari sekitar 1.000 unit per bulan pada tahun pertama, kemudian melaju ke puluhan ribu unit per tahun pada 2028.

Mobil ini akan menjadi pionir dalam penerapan gigacasting—proses pencetakan satu blok aluminium besar yang menggantikan rangkaian komponen bodi tradisional. Dengan mengurangi jumlah sambungan, berat keseluruhan bodi turun hingga 20%, meningkatkan rasio energi‑to‑weight dan memperpanjang jarak tempuh. Selain itu, kekakuan struktural yang lebih tinggi berkontribusi pada handling yang lebih tajam dan keamanan yang lebih baik, sekaligus menyederhanakan lini perakitan sehingga siklus produksi dapat dipercepat secara signifikan.

Strategi ini menandai pergeseran paradigma bagi Toyota. Selama ini, inovasi teknologi tinggi—baik itu hybrid maupun EV—selalu dikembangkan di Jepang, baru kemudian diekspor ke pasar global. Kini, perusahaan mengadopsi pendekatan “multi‑pathway”, menyesuaikan pengembangan dan produksi dengan kebutuhan spesifik tiap wilayah. Di China, di mana penjualan EV mencapai 8,57 juta unit pada 2023 (sekitar 60% penjualan global), permintaan SUV listrik diproyeksikan melonjak, menyaingi peluncuran BYD yang baru‑baru ini.

Keputusan ini juga bertepatan dengan penghentian pengembangan coupe listrik ramping di Jepang, menandakan bahwa Toyota menilai pasar SUV listrik di China lebih menguntungkan daripada segmen coupe di negeri asalnya. Dengan dukungan teknologi layar canggih dari Huawei pada model-model EV yang lebih terjangkau, penambahan lini premium Lexus diharapkan memperluas pangsa pasar dan menambah margin keuntungan.

Analisis Pakar

Langkah Toyota untuk memindahkan pengembangan EV premium ke China bukan sekadar keputusan produksi; ini adalah sinyal strategis bahwa China akan menjadi arena utama persaingan mobil listrik. Dengan infrastruktur pengisian yang terus berkembang dan kebijakan subsidi yang masih mendukung, produsen asing harus menyesuaikan diri atau akan terpinggirkan. Gigacasting yang diadopsi pada SUV Lexus ini menandakan bahwa Toyota tidak hanya meniru teknologi Tesla, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam filosofi manufaktur lean‑japan yang terkenal dengan presisi tinggi.

Namun, tantangan tetap ada. Kualitas aluminium yang dicetak dalam satu blok memerlukan kontrol suhu dan tekanan yang ekstrem; kegagalan kecil dapat berakibat pada distorsi dimensi yang mempengaruhi aerodinamika dan keamanan. Toyota harus memastikan bahwa rantai pasokan bahan baku aluminium di China dapat memenuhi standar toleransi yang ketat, terutama mengingat fluktuasi harga logam global.

Di sisi lain, keputusan ini dapat mempercepat adopsi EV di segmen premium di China, yang selama ini didominasi oleh merek lokal seperti BYD dan Nio. Jika Lexus berhasil menyeimbangkan performa, kemewahan, dan harga kompetitif, ia dapat membuka celah bagi produsen Jepang lainnya untuk masuk kembali ke pasar EV China dengan model yang lebih ambisius.

Secara makro, strategi “multi‑pathway” Toyota menegaskan bahwa diversifikasi portofolio—hybrid di Jepang & AS, EV di China—adalah kunci untuk bertahan dalam era desentralisasi produksi otomotif. Keberhasilan proyek ini akan menjadi studi kasus penting bagi industri: apakah produksi lokal dengan teknologi canggih dapat mengimbangi kecepatan inovasi produsen EV China yang dapat meluncurkan model baru dalam dua tahun?

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Kapan SUV listrik Lexus pertama akan tersedia di pasar?
    A: Penjualan diperkirakan dimulai pada tahun 2027 setelah fase produksi di Shanghai rampung.
  • Q: Apa keunggulan teknologi gigacasting pada mobil ini?
    A: Gigacasting mengurangi berat bodi hingga 20%, meningkatkan kekakuan struktural, dan menyederhanakan proses perakitan.
  • Q: Mengapa Toyota memilih China untuk produksi EV premium?
    A: China merupakan pasar EV terbesar dunia dengan permintaan SUV listrik yang tinggi, serta menawarkan skala produksi dan dukungan kebijakan yang menguntungkan.
Meow! Tanya Nesi!
😸