Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Popularitas Presiden Korea Selatan Turun di Bawah 40%: Dampak Harga Properti & Krisis Kepercayaan

Ekonomi & PasarDian KusumaDian KusumaSumber: CNBC Indonesia
Dian Kusuma
Dian Kusuma
Pakar Keuangan

Edukator keuangan milenial dengan pendekatan yang mudah dipahami.

Popularitas Presiden Korea Selatan Turun di Bawah 40%: Dampak Harga Properti & Krisis Kepercayaan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Survei Realmeter menunjukkan persetujuan Lee Jae Myung jatuh ke 38,9%, pertama kalinya di bawah 40% sejak dilantik.
  • Penurunan tajam dipicu oleh kenaikan harga rumah dan sewa, serta skandal penunjukan hakim MA dan kasus orang hilang di Jeju.
  • Kelompok pemilih 50-an menjadi yang paling menurun, sementara dukungan di kalangan 30-an justru naik, menandakan fragmentasi basis politik.

Jakarta, CNBC Indonesia – Popularitas Presiden Lee Jae Myung terus merosot, dengan tingkat persetujuan turun menjadi 38,9% pada survei Realmeter yang dirilis Senin (31/8/2026). Ini menandai pertama kalinya sejak ia menjabat, persetujuannya berada di bawah ambang 40%.

Menurut data, persetujuan Lee menurun 1,3 poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya, sementara tingkat ketidaksetujuan naik 1,8 poin menjadi 58,7%. Selisih keduanya kini mencapai 19,8 poin persentase, menandai penurunan ketujuh berturut‑turut.

Realmeter mengaitkan tren negatif ini dengan tiga faktor utama: (1) kenaikan harga properti dan sewa yang menekan daya beli rumah tangga, (2) kontroversi penunjukan hakim Mahkamah Agung (MA) yang menimbulkan persepsi politisasi yudikatif, dan (3) menurunnya kepercayaan publik terhadap kepolisian setelah kasus orang hilang di Jeju.

Kelompok pemilih usia 50‑an menjadi yang paling terdampak, dengan persetujuan anjlok 7,5 poin menjadi 40,8% – penurunan berkelanjutan sejak awal Agustus (dari 53%). Penurunan serupa juga terlihat di kalangan pemilih 40‑an, 60‑an, dan 70‑an ke atas. Sebaliknya, dukungan dari pemilih 30‑an melonjak 8,8 poin, menandakan pergeseran demografis yang signifikan.

Secara geografis, penurunan terbesar tercatat di Daejeon, Sejong, dan wilayah Chungcheong, dengan penurunan persetujuan rata‑rata 8,5 poin persentase.

Survei Realmeter dilakukan 24‑28 Agustus dengan sampel 2.509 responden berusia 18 tahun ke atas, melalui panggilan telepon otomatis. Margin of error 2 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95% dan tingkat respons 3,9%.

Analisis Pakar

Penurunan popularitas Lee Jae Myung bukan sekadar masalah politik; ia mencerminkan tekanan struktural pada ekonomi rumah tangga Korea Selatan. Kenaikan harga properti dan sewa yang melampaui pertumbuhan pendapatan menurunkan daya beli konsumen, yang pada gilirannya menurunkan konsumsi ritel – komponen utama PDB. Jika pemerintah tidak dapat menstabilkan pasar perumahan melalui kebijakan suku bunga atau subsidi perumahan, risiko penurunan konsumsi akan memperdalam resesi teknis.

Kontroversi penunjukan hakim MA menambah dimensi institusional. Persepsi politisasi lembaga yudikatif menggerogoti kepercayaan investor asing, yang mengandalkan kepastian hukum. Penurunan indeks kepercayaan bisnis (IBB) yang tercatat pada kuartal kedua 2026 dapat dipicu oleh sentimen ini, memperlambat aliran investasi langsung asing (FDI).

Kasus orang hilang di Jeju menyoroti kelemahan penegakan hukum. Kepercayaan publik terhadap kepolisian turun, yang berpotensi memicu peningkatan permintaan akan layanan keamanan swasta dan asuransi kriminal. Sektor ini dapat menjadi peluang pertumbuhan bagi perusahaan asuransi lokal, asalkan regulator memberikan kerangka kerja yang jelas.

Demografis pemilih menunjukkan fragmentasi: generasi milenial (30‑an) masih memberi dukungan, sementara generasi X dan baby boomer (50‑an ke atas) menolak. Bagi perusahaan yang menargetkan konsumen domestik, strategi pemasaran harus menyesuaikan pesan yang menekankan stabilitas ekonomi dan keamanan sosial, bukan sekadar agenda politik.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Mengapa persetujuan Presiden Lee Jae Myung turun di bawah 40%?
    A: Penurunan dipicu oleh kenaikan harga rumah, kontroversi penunjukan hakim MA, dan menurunnya kepercayaan pada kepolisian setelah kasus orang hilang di Jeju.
  • Q: Bagaimana penurunan popularitas ini memengaruhi ekonomi Korea Selatan?
    A: Kenaikan harga properti menurunkan daya beli, mengurangi konsumsi rumah tangga, dan dapat memperlambat pertumbuhan PDB serta menurunkan indeks kepercayaan bisnis.
  • Q: Kelompok pemilih mana yang paling menolak Lee Jae Myung?
    A: Pemilih berusia 50‑an menurun paling tajam, dengan persetujuan turun 7,5 poin menjadi 40,8%.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸