Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Bukan Cuma Konser Gratis, Ini Misi Besar LPS Sasar 15 Juta Warga RI yang Belum Punya Rekening Bank

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Bukan Cuma Konser Gratis, Ini Misi Besar LPS Sasar 15 Juta Warga RI yang Belum Punya Rekening Bank
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) berkolaborasi dengan CNBC Indonesia menggelar Financial Festival 2026 di Lampung pada 5-6 September 2026 secara gratis.
  • Acara ini mengusung konsep "edutainment" yang menggabungkan edukasi keuangan (business talks & educational class) dengan hiburan dari King Nassar, Charly Setia Band, hingga Stand Up Comedy.
  • Inisiatif ini merupakan langkah strategis KSSK untuk mengedukasi masyarakat, khususnya menargetkan lebih dari 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia yang belum memiliki rekening bank (unbanked).

Di tengah tantangan ketidakpastian global, memperkuat fondasi ekonomi domestik harus dimulai dari akar rumput. Salah satu pilar utamanya adalah peningkatan literasi keuangan yang mumpuni di kalangan masyarakat luas. Menyadari urgensi tersebut, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama CNBC Indonesia kembali menggebrak dengan menggelar Financial Festival 2026. Setelah sukses di Surabaya, Medan, dan Yogyakarta, kini giliran Lampung yang menjadi tuan rumah pada 5-6 September 2026.

Festival ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul biasa. Ini adalah wadah kolaboratif yang mempertemukan regulator, pelaku industri, akademisi, hingga masyarakat umum. Menariknya, pendekatan yang diambil kali ini sangat membumi: mengawinkan edukasi finansial yang sering dianggap rumit dengan hiburan populer. Pengunjung tidak hanya disuguhi kelas bisnis dan edukasi, tetapi juga penampilan dari Charly Setia Band, King Nassar, hingga Stand Up Comedy—semuanya dapat dinikmati tanpa dipungut biaya.

Namun, di balik kemeriahan panggung hiburan tersebut, ada misi makroekonomi yang sangat krusial. Sebagai bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), LPS memikul tanggung jawab besar bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional. Salah satu target utamanya adalah mengikis angka 15 juta penduduk usia produktif di Indonesia yang hingga kini belum tersentuh layanan perbankan formal (unbanked). Melalui festival ini, LPS mendorong akselerasi inklusi keuangan agar setiap warga negara memiliki akses terhadap rekening pribadi.

Analisis Pakar

Sebagai seorang ekonom, saya melihat langkah LPS mengadopsi konsep "edutainment" (education-entertainment) ini sebagai strategi komunikasi kebijakan yang sangat cerdas dan taktis. Selama bertahun-tahun, kampanye literasi keuangan konvensional sering kali gagal karena terlalu kaku, teoretis, dan terkesan intimidatif bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Dengan menghadirkan figur populer seperti King Nassar dan Charly Setia Band, LPS berhasil meruntuhkan barikade psikologis tersebut, menarik massa dalam jumlah besar, dan menyisipkan pesan-pesan finansial penting di sela-sela kegembiraan mereka.

Dari perspektif makroekonomi, keberadaan 15 juta penduduk usia produktif yang berstatus unbanked adalah sebuah kehilangan potensi ekonomi yang sangat besar (economic leakage). Ketika uang masyarakat berputar di luar sistem perbankan formal—misalnya disimpan di bawah kasur atau diinvestasikan pada skema informal yang berisiko—dana tersebut tidak dapat diintermediasikan oleh bank untuk menjadi kredit produktif bagi UMKM atau sektor riil. Oleh karena itu, mendorong kepemilikan rekening bank bukan sekadar urusan administratif, melainkan upaya vital untuk mempertebal likuiditas domestik dan memperkuat struktur pendanaan pembangunan nasional.

Namun, tantangan terbesar setelah inklusi (kepemilikan rekening) tercapai adalah memastikan keberlanjutan literasi itu sendiri. Memiliki rekening bank hanyalah langkah awal. Tanpa pemahaman yang memadai tentang manajemen risiko, masyarakat baru yang masuk ke ekosistem formal ini justru rentan menjadi korban jeratan pinjaman online ilegal atau investasi bodong. Di sinilah sinergi KSSK diuji. Festival seperti di Lampung ini harus menjadi pintu masuk (funneling) untuk program edukasi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan di tingkat daerah.

Pemilihan Lampung sebagai lokasi festival juga sangat strategis. Sebagai gerbang Pulau Sumatra, Lampung memiliki pertumbuhan ekonomi yang dinamis namun sekaligus menghadapi tantangan penetrasi keuangan formal yang belum merata. Keberhasilan acara ini nantinya tidak boleh hanya diukur dari seberapa padat penonton yang bergoyang bersama King Nassar, melainkan dari seberapa signifikan lonjakan pembukaan rekening baru pasca-acara dan seberapa jauh pemahaman masyarakat Lampung terhadap fungsi penjaminan simpanan oleh LPS. Ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan ekonomi nasional.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa itu Lampung Financial Festival 2026?
A: Lampung Financial Festival 2026 adalah acara edukasi keuangan gratis yang diselenggarakan oleh LPS dan CNBC Indonesia pada 5-6 September 2026, menggabungkan seminar bisnis dengan konser musik.

Q: Mengapa LPS mengadakan acara edukasi keuangan dengan konsep konser musik?
A: Konsep ini digunakan sebagai strategi "edutainment" untuk menarik minat masyarakat luas secara non-formal, guna mempermudah penyampaian edukasi keuangan dan menjangkau 15 juta warga produktif yang belum memiliki rekening bank.

Q: Siapa saja artis yang akan tampil di Financial Festival Lampung 2026?
A: Acara ini akan dimeriahkan oleh penampilan dari King Nassar, Charly Setia Band, serta pertunjukan Stand Up Comedy yang semuanya dapat dinikmati secara gratis.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸