Rabu, 4 November 2026 โ˜ผJakarta 29ยฐC
berita hari ini.

Siasat Kapolri Rangkul Eks Jamaah Islamiyah: Di Balik Lahirnya Garda Satya NKRI dan Janji 'Saduluran Saklawase'

HukumSiti RahmawatiSiti RahmawatiSumber: CNN Nasional
Siti Rahmawati
Siti Rahmawati
News Desk

Menyajikan liputan berita terkini secara cepat dan akurat langsung dari sumbernya.

Siasat Kapolri Rangkul Eks Jamaah Islamiyah: Di Balik Lahirnya Garda Satya NKRI dan Janji 'Saduluran Saklawase'
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merangkul mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang tergabung dalam Garda Satya NKRI untuk menjaga stabilitas kamtibmas.
  • Wadah ini dibentuk sebagai ruang reintegrasi sosial bagi eks kombatan yang telah berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI.
  • Selain aspek keamanan, Polri mendorong kemandirian ekonomi para anggota melalui sektor ketahanan pangan dan kewirausahaan.

Ringkasan Singkat

  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merangkul mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang tergabung dalam Garda Satya NKRI untuk menjaga stabilitas kamtibmas.
  • Wadah ini dibentuk sebagai ruang reintegrasi sosial bagi eks kombatan yang telah berikrar setia kepada Pancasila dan NKRI.
  • Selain aspek keamanan, Polri mendorong kemandirian ekonomi para anggota melalui sektor ketahanan pangan dan kewirausahaan.

Langkah tidak biasa namun sangat strategis diambil oleh Korps Bhayangkara dalam peta jalan deradikalisasi di tanah air. Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara terbuka merangkul mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang kini bernaung di bawah bendera Garda Satya NKRI. Kapolri mengajak mereka untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta merawat keutuhan bangsa.

Garda Satya NKRI sendiri merupakan wadah rekonsiliasi yang diinisiasi untuk menampung para mantan kombatan yang telah menyatakan ikrar setia kepada Pancasila dan UUD 1945. Di bawah koordinasi Polri, kelompok ini diharapkan bertransformasi menjadi kekuatan positif dalam menangkal paham radikal ekstrem sekaligus menjaga stabilitas nasional.

Dalam acara Syukuran Kemerdekaan RI ke-81 dan silaturahmi yang digelar pada Minggu (30/8), Jenderal Listyo Sigit mengapresiasi keberanian moral para anggota Garda Satya NKRI. Menurutnya, keputusan untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi adalah langkah mulia yang didasari oleh panggilan nurani yang jujur.

"Semangat, militansi, kedisiplinan, dan kekompakan yang saudara-saudara miliki kini harus diarahkan menjadi energi positif untuk membangun bangsa," ujar Sigit. Ia juga menegaskan bahwa negara memberikan ruang, kepercayaan, dan kesempatan yang sama bagi setiap anak bangsa untuk melangkah ke depan tanpa bayang-bayang masa lalu.

Lebih dari sekadar menjaga keamanan, Kapolri mendorong anggota organisasi ini untuk mandiri secara finansial melalui sektor riil, seperti ketahanan pangan, UMKM, dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Hubungan ini, tegas Sigit, bukan sekadar formalitas keamanan, melainkan komitmen persaudaraan yang tulus atau yang ia sebut sebagai saduluran saklawase (persaudaraan selamanya).

Analisis Pakar

Sebagai jurnalis investigasi, saya melihat langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ini sebagai sebuah perjudian geopolitik dan keamanan domestik yang sangat tinggi (high-stakes gamble). Di satu sisi, pendekatan lunak (soft approach) melalui pembentukan Garda Satya NKRI patut diapresiasi. Sejarah membuktikan bahwa represi militeristik semata tidak akan pernah mampu memberantas ideologi radikal hingga ke akarnya. Merangkul mantan kombatan dan memberi mereka ruang hidup yang layak adalah kunci untuk memutus rantai regenerasi sel-sel teror.

Namun, kita tidak boleh naif dan menutup mata terhadap potensi risiko yang membayangi. Reintegrasi mantan anggota Jamaah Islamiyah (JI) bukanlah perkara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Ideologi yang telah tertanam selama puluhan tahun memerlukan pengawasan dan evaluasi yang konsisten, bukan sekadar seremonial ikrar setia. Polri harus memiliki indikator kinerja utama (KPI) yang jelas dan transparan dalam memantau apakah proses deradikalisasi ini benar-benar menyentuh aspek kognitif, atau hanya sekadar kompromi taktis dari para eks anggota untuk menghindari tekanan aparat.

Selain itu, pelibatan Garda Satya NKRI sebagai "mitra kamtibmas" berpotensi memicu kecemburuan sosial atau bahkan gesekan di akar rumput jika tidak dikelola dengan hati-hati. Masyarakat sipil lainnya mungkin akan bertanya-tanya mengapa kelompok yang memiliki rekam jejak radikal justru mendapatkan panggung khusus dan akses ekonomi yang difasilitasi langsung oleh negara. Oleh karena itu, transparansi alokasi anggaran dan program pemberdayaan ekonomi untuk organisasi ini harus dibuka ke publik agar tidak menimbulkan kecurigaan adanya "keistimewaan" yang tidak adil.

Pada akhirnya, inisiatif ini membutuhkan pengawasan independen dari lembaga luar seperti Komnas HAM, BNPT, dan akademisi. Kita mendukung perdamaian dan rekonsiliasi, namun kewaspadaan nasional tidak boleh digadaikan atas nama retorika persaudaraan. Garda Satya NKRI harus membuktikan bahwa mereka benar-benar menjadi tameng republik, bukan justru menjadi bom waktu yang siap meledak kembali saat konstelasi politik dan keamanan berubah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apa itu Garda Satya NKRI?
A: Garda Satya NKRI adalah organisasi wadah bagi mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang telah berikrar setia kepada NKRI dan berkomitmen membantu menjaga keamanan di bawah koordinasi Polri.

Q: Apa tujuan Kapolri merangkul organisasi ini?
A: Tujuannya adalah menerapkan pendekatan lunak (soft approach) dalam deradikalisasi, mengarahkan militansi eks anggota JI ke arah positif, serta membantu proses reintegrasi sosial dan ekonomi mereka ke masyarakat.

Q: Bagaimana peran konkret anggota Garda Satya NKRI di masyarakat?
A: Selain membantu menjaga kamtibmas bersama Polri, mereka didorong untuk aktif dalam kegiatan produktif seperti ketahanan pangan, kewirausahaan (UMKM), dan aksi sosial kemasyarakatan.

Meow! Tanya Nesi!
๐Ÿ˜ธ