Rabu, 4 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Pengiriman Gummy THC Raksasa dari Inggris ke Malang: Empat Pesanan, Rp639 Juta, dan Jejak Penyelundupan Baru

KriminalBudi SantosoBudi SantosoSumber: CNN Nasional
Budi Santoso
Budi Santoso
Editor

Tim kurasi konten viral yang menyeleksi berita paling relevan untuk pembaca.

Pengiriman Gummy THC Raksasa dari Inggris ke Malang: Empat Pesanan, Rp639 Juta, dan Jejak Penyelundupan Baru
BAGIKAN:
INTISARI BERITA (POIN PENTING)
  • Ringkasan Singkat Polri bongkar jaringan pengiriman Delta‑9 THC dalam bentuk permen gummy dari Inggris ke Malang senilai Rp639 juta.
  • Pelaku Abram Jetro Endiera melakukan empat pemesanan narkoba antara Maret‑Agustus 2026, termasuk LSD dan cairan berbentuk lilin.
  • Semua paket dikirim atas nama Sally Hartanto , menandai jenis narkoba Delta 9 THC pertama kali terdeteksi di Indonesia.

Ringkasan Singkat

  • Polri bongkar jaringan pengiriman Delta‑9 THC dalam bentuk permen gummy dari Inggris ke Malang senilai Rp639 juta.
  • Pelaku Abram Jetro Endiera melakukan empat pemesanan narkoba antara Maret‑Agustus 2026, termasuk LSD dan cairan berbentuk lilin.
  • Semua paket dikirim atas nama Sally Hartanto, menandai jenis narkoba Delta 9 THC pertama kali terdeteksi di Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, mengungkap bahwa barang bukti berupa tiga pouch berisi masing‑masing 10 permen gummy berberat total 231 gram ditemukan di Malang. Berat dan nilai pasar narkotika tersebut diperkirakan mencapai Rp639 juta. Setiap paket disegel, ditimbang, dan diuji laboratorium untuk memastikan kandungan Delta‑9 Tetrahydrocannabinol (THC).

Menurut hasil interogasi, Abram Jetro Endiera memesan narkoba melalui situs web gelap dan mengatur pengiriman dari Inggris. Empat kali pemesanan tercatat: 4 Maret 2026 (10 gummy), 31 Maret 2026 (cokelat berisi 30 LSD), 21 Mei 2026 (cairan mirip lilin), dan 19 Agustus 2026 (tiga pouch gummy bermerk AI). Semua kiriman ditujukan ke alamat di Lowokwaru, Malang, dengan penerima bernama Sally Hartanto.

Brigjen Eko menegaskan bahwa pelaku mengklaim barang‑barang tersebut untuk konsumsi pribadi. Namun, fakta bahwa paket‑paket itu dikirim secara berulang dengan nilai ekonomi tinggi menimbulkan dugaan kuat adanya jaringan distribusi yang lebih luas. Kombes Zulkarnain Harahap, Kasubdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba, menambahkan bahwa ini merupakan jenis narkoba pertama yang teridentifikasi di wilayah Indonesia, menandai evolusi modus operandi penyelundupan narkotika internasional.

Analisis Pakar

Kasus ini menggarisbawahi transformasi pasar narkotika global yang kini tidak lagi berfokus pada bahan baku tradisional seperti ganja kering atau heroin, melainkan pada produk olahan yang mudah disamarkan—seperti permen gummy, cokelat, atau cairan berbentuk lilin. Delta‑9 THC dalam bentuk makanan mengaburkan batas antara narkotika dan barang konsumen legal, mempersulit deteksi di titik masuk.

Penggunaan platform daring untuk memesan narkotika menandakan peningkatan kemampuan kriminalitas siber Indonesia. Penyelundup tidak lagi mengandalkan jaringan fisik tradisional; mereka memanfaatkan e‑commerce gelap, mengirimkan paket kecil bernilai tinggi yang sulit dibedakan dari barang legal. Ini menuntut aparat untuk memperkuat kerja sama intelijen siber lintas negara, khususnya dengan otoritas di Inggris, yang menjadi titik asal pengiriman.

Selain itu, fakta bahwa semua paket dicatat atas nama Sally Hartanto menimbulkan pertanyaan tentang keterlibatan pihak ketiga—apakah ia sekadar “front” atau ada jaringan lebih dalam yang memanfaatkan identitas warga sipil untuk menutupi alur logistik. Penyelidikan lanjutan harus menelusuri jaringan keuangan, termasuk aliran dana yang memungkinkan transaksi senilai ratusan juta rupiah.

Terakhir, penemuan ini menegaskan perlunya regulasi yang lebih ketat terhadap novel psychoactive substances (NPS). Undang‑Undang Narkotika masih berfokus pada zat‑zat klasik; adaptasi hukum untuk mencakup senyawa sintetis dan produk olahan akan memperkuat dasar penegakan hukum serta memberikan landasan bagi penuntutan yang lebih efektif.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu Delta‑9 THC dan mengapa permen gummy menjadi sarana penyelundupan?
    A: Delta‑9 THC adalah senyawa psikoaktif utama dalam ganja. Bentuk gummy memudahkan penyamaran sebagai makanan ringan, sehingga sulit dideteksi oleh bea cukai.
  • Q: Bagaimana polisi mengidentifikasi pengirim paket dari Inggris?
    A: Melalui analisis data logistik, pelacakan nomor resi, serta kerja sama dengan otoritas pos Inggris, polisi dapat menelusuri asal pengiriman.
  • Q: Apa implikasi hukum bagi Abram Jetro Endiera?
    A: Ia dapat dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) UU Narkotika karena kepemilikan, pengedaran, dan impor narkotika jenis baru yang belum pernah terdeteksi sebelumnya.
Meow! Tanya Nesi!
😸