Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

Reformasi BUMN: Dari Krisis ke Laba Triliunan, Apa Kata Dony Oskaria?

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNBC Indonesia
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

Reformasi BUMN: Dari Krisis ke Laba Triliunan, Apa Kata Dony Oskaria?
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • COO Dony Oskaria menilai reformasi BPI Danantara sudah membuahkan hasil positif pada semester I‑2026.
  • Transformasi digital dan restrukturisasi manajemen meningkatkan profitabilitas PT Pegadaian, PT Pupuk Indonesia, dan PT Pertamina.
  • Strategi merger di sektor energi dan perbaikan produksi di Krakatau Steel menandai langkah besar BUMN menuju kemandirian finansial.

Jakarta – Dalam wawancara eksklusif di Squawk Box CNBC Indonesia, Dony Oskaria, Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, menyoroti serangkaian transformasi yang telah mengubah lanskap kinerja BUMN pada semester I‑2026.

Di sektor pertambangan, PT Semen Indonesia menjalani restrukturisasi mega‑distribusi terpusat yang sempat menghambat akses pasar. Melalui perombakan manajemen, perusahaan kini menata ulang model bisnis, pemasaran, dan operasional untuk memulihkan daya saing.

Transformasi PT Pegadaian difokuskan pada digitalisasi layanan dan ekspansi produk emas ke segmen pasar baru. Perombakan susunan manajemen diproyeksikan menghasilkan laba bersih mencapai Rp 12 triliun pada akhir 2026.

Di PT Pupuk Indonesia, perubahan model bisnis menurunkan biaya produksi pupuk sekaligus meningkatkan kapasitas ekspor, memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok pupuk utama di kawasan Asia‑Pasifik.

Sektor energi tidak ketinggalan. PT Pertamina (Persero) mengkonsolidasikan tiga entitas – PT Pertamina International Shipping, PT Kilang Pertamina Internasional, dan PT Pertamina Patra Niaga – menjadi Subholding Downstream sejak Februari 2026, menyiapkan sinergi operasional dan keuangan yang lebih kuat.

Restrukturisasi PT Krakatau Steel berhasil menstabilkan produksi dan memperbaiki neraca keuangan, sehingga perusahaan kembali mencatatkan keuntungan setelah bertahun‑tahun berada di zona merah.

Analisis Pakar

Sebagai ekonom makro dan pengamat pasar, saya menilai bahwa rangkaian reformasi ini bukan sekadar “penyusunan kembali” organisasi, melainkan upaya strategis untuk mengubah fundamental value proposition BUMN. Digitalisasi di Pegadaian, misalnya, menurunkan biaya akuisisi nasabah dan membuka jalur pendapatan baru melalui platform fintech, yang pada gilirannya meningkatkan margin laba bersih secara signifikan.

Di sektor energi, merger downstream Pertamina menciptakan entitas yang lebih terintegrasi, memungkinkan optimalisasi rantai nilai dari pengangkutan, pengolahan, hingga distribusi BBM. Hal ini penting mengingat tekanan global pada harga minyak dan kebutuhan transisi energi bersih; sinergi internal dapat menjadi penyangga terhadap volatilitas pasar.

Transformasi model bisnis Pupuk Indonesia menandakan pemahaman mendalam akan dinamika harga komoditas pertanian. Dengan menurunkan biaya produksi, perusahaan tidak hanya meningkatkan profitabilitas domestik, tetapi juga memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar ekspor, yang dapat menambah devisa negara.

Namun, tantangan tetap ada. Restrukturisasi manajemen harus diimbangi dengan budaya organisasi yang adaptif. Tanpa perubahan mindset, risiko kegagalan implementasi tetap tinggi. Pemerintah dan regulator perlu memastikan bahwa akuntabilitas dan transparansi tetap menjadi pilar utama, terutama dalam proses merger dan konsolidasi yang melibatkan aset strategis.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa target laba bersih PT Pegadaian pada 2026?
    A: Target laba bersih Pegadaian adalah Rp 12 triliun pada akhir tahun 2026.
  • Q: Bagaimana struktur baru PT Pertamina downstream?
    A: Tiga entitas sebelumnya digabung menjadi Subholding Downstream untuk meningkatkan sinergi operasional dan keuangan.
  • Q: Apa langkah utama yang diambil BPI Danantara untuk memperbaiki kinerja BUMN?
    A: Fokus pada digitalisasi, restrukturisasi manajemen, dan konsolidasi aset strategis guna menurunkan biaya dan meningkatkan profitabilitas.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸