Senin, 2 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

IHSG Menguat, 3 Saham Unggulan & Sentimen Global yang Patut Diperhatikan Pekan Ini

Ekonomi & PasarSiti AmaliaSiti AmaliaSumber: CNN Ekonomi
Siti Amalia
Siti Amalia
Analis Finansial

Pakar ekonomi makro yang sering menulis mengenai investasi dan pasar saham.

IHSG Menguat, 3 Saham Unggulan & Sentimen Global yang Patut Diperhatikan Pekan Ini
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • IHSG naik 0,37% menjadi 6.525, kapitalisasi pasar naik 1,83% menjadi Rp11,449 triliun.
  • Investor asing mencatat beli bersih Rp974,58 miliar, sementara akumulasi jual bersih tahun ini mencapai Rp70,64 triliun.
  • Analisis teknikal menyoroti tiga saham potensial: ANTM, AMRT, BBCA, serta sentimen global dari dolar AS, emas, dan minyak.

Indeks Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat pada Jumat (21/8) dengan kenaikan 24,10 poin atau 0,37% ke level 6.525. Volume transaksi harian melonjak menjadi 59,12 miliar lembar, setara Rp17,47 triliun, menandakan likuiditas yang masih kuat meski pasar global masih bergejolak.

Selama empat hari perdagangan (18‑21 Agustus 2026), semua sesi berakhir positif. Kapitalisasi pasar naik 1,83% menjadi Rp11,449 triliun, rata‑rata volume harian naik 47,9% menjadi 50,30 miliar lembar, dan nilai transaksi harian meningkat 2,36% menjadi Rp15,57 triliun. Frekuensi transaksi harian pun naik 5,52% menjadi 2,21 juta kali.

Data investor asing menunjukkan beli bersih Rp974,58 miliar pada hari itu, namun akumulasi jual bersih tahun 2026 masih tinggi di angka Rp70,64 triliun, menandakan sikap hati‑hati terhadap volatilitas global.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG akan bergerak dalam kisaran 6.450‑6.620. Sentimen utama berasal dari potensi pelemahan dolar AS akibat rencana buyback obligasi pemerintah AS, yang dapat mengalirkan dana ke aset safe‑haven seperti emas. Harga emas diperkirakan naik, menguntungkan emiten pertambangan emas domestik.

Di sisi komoditas, minyak mentah tetap menguat karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama setelah Uni Emirat Arab memutus hubungan ekonomi dengan Iran. Hal ini menambah tekanan inflasi global.

Rupiah stabil di level Rp17.647 per dolar, memberikan ruang bagi aliran dana ke pasar emerging, termasuk Indonesia, setelah tekanan obligasi AS mereda.

Berikut rekomendasi teknikal untuk pekan ini:

  • ANTM (PT Aneka Tambang) – target 3.370, naik 0,96% pekan lalu.
  • AMRT (PT Alfamart) – target 1.560, naik 4,73% pekan lalu.
  • BBCA (PT Bank Central Asia) – target 6.750, naik 0,78% pekan lalu.

Analisis teknikal MNC Sekuritas (Herditya Wicaksana) menambahkan level support 6.373 dan resistance 6.628, serta menyoroti dua agenda penting: Jackson Hole Symposium yang dapat mengubah kebijakan The Fed, dan rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan September, berpotensi memicu aliran masuk dana ke saham-saham Indonesia.

Herditya juga menyoroti tiga saham yang patut dipertimbangkan: FORE (PT Fore Kopi Indonesia) target 915, MBMA (PT Merdeka Battery Materials) target 660, dan TLKM (PT Telkom Indonesia) target 2.840.

Analisis Pakar

Secara makro, pergerakan IHSG mencerminkan dinamika antara aliran dana global dan fundamental domestik. Pelemahan dolar AS, meski masih dalam tahap awal, membuka peluang bagi investor institusional untuk menambah eksposur ke pasar emerging. Namun, volatilitas obligasi AS tetap menjadi faktor risiko yang tidak dapat diabaikan. Jika The Fed tetap dovish setelah Jackson Hole, aliran modal ke ekuitas Asia dapat menguat secara signifikan.

Di dalam negeri, stabilitas rupiah di level Rp17.647 memberikan dukungan bagi perusahaan yang mengimpor bahan baku, sekaligus meningkatkan daya beli konsumen. Kombinasi ini memperkuat outlook sektor konsumer dan ritel, yang terlihat dari performa AMRT yang menguat tajam.

Komoditas tetap menjadi katalis utama. Harga emas yang naik akan menguntungkan ANTM, sementara kenaikan minyak mentah menambah tekanan inflasi, yang pada gilirannya dapat memicu kebijakan moneter yang lebih ketat di negara‑negara produsen minyak. Investor harus menyeimbangkan eksposur antara saham komoditas dan sektor non‑komoditas untuk mengelola risiko siklus.

Rebalancing indeks MSCI pada September menjadi momen krusial. Jika Indonesia berhasil meningkatkan bobotnya dalam MSCI Emerging Markets, aliran pasif fund akan mengalir masuk, mendongkrak likuiditas dan valuasi. Oleh karena itu, saham-saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi seperti BBCA, TLKM, dan MBMA berada pada posisi yang menguntungkan untuk jangka menengah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa faktor utama yang mendorong IHSG menguat minggu ini?
    A: Kombinasi likuiditas tinggi, stabilitas rupiah, dan sentimen global dari pelemahan dolar AS serta kenaikan harga komoditas.
  • Q: Saham mana yang paling potensial untuk dibeli minggu ini?
    A: Berdasarkan analisis teknikal, ANTM, AMRT, BBCA, FORE, MBMA, dan TLKM menunjukkan peluang kenaikan dengan target harga yang realistis.
  • Q: Bagaimana rebalancing indeks MSCI memengaruhi pasar Indonesia?
    A: Jika bobot Indonesia naik, dana pasif dari rebalancing akan mengalir masuk, meningkatkan permintaan saham dan potensi kenaikan harga secara keseluruhan.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸