Selasa, 3 November 2026 ☼Jakarta 29°C
berita hari ini.

BRI Buka Jalan Pulang: Kejutan Reuni 10 Tahun bagi PMI Indonesia di Taiwan

Ekonomi & PasarHendra GunawanHendra GunawanSumber: CNBC Indonesia
Hendra Gunawan
Hendra Gunawan
Pengamat Bisnis

Menyoroti perkembangan startup, bisnis lokal, dan ekonomi digital di Indonesia.

BRI Buka Jalan Pulang: Kejutan Reuni 10 Tahun bagi PMI Indonesia di Taiwan
BAGIKAN:

Ringkasan Singkat

  • BRI selenggarakan Program Tali Kasih yang menyatukan PMI Indonesia di Taiwan dengan keluarga di tanah air.
  • Yuni Lestari, yang telah 10 tahun bekerja di luar negeri, akhirnya dapat bertemu ibunya Suyati berkat inisiatif Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.
  • Program tidak hanya menyediakan reuni, tetapi juga tiket pulang dan rencana literasi keuangan untuk meningkatkan produktivitas remitansi PMI.

Pada Minggu (23/8) dalam rangka Festival Budaya di New Taipei City, BRI menggebrak hati Yuni Lestari (34) dengan mempertemukannya kembali bersama sang ibu, Suyati (54) yang datang langsung dari Pati, Jawa Tengah. Pertemuan ini difasilitasi oleh program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI" dan diprakarsai oleh Direktur Utama BRI, Hery Gunardi.

Yuni memulai kariernya sebagai caregiver di Taiwan sekitar satu dekade lalu setelah ayahnya mengalami kecelakaan yang menurunkan pendapatan keluarga. Sejak saat itu, ia menjadi tumpuan ekonomi keluarga, mengirimkan sebagian besar penghasilannya untuk kebutuhan rumah tangga di Indonesia.

"Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai berbagai tantangan. Saya tidak menyangka akhirnya bisa bertemu dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi," ujar Yuni dalam wawancara usai reuni.

Suyati mengungkapkan rasa terima kasihnya, "Saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan seluruh tim BRI yang sudah membantu saya hingga bisa bertemu dengan anak saya di Taiwan. Semoga teman‑teman yang sedang berjuang jauh dari keluarga juga selalu diberikan semangat."

Selain reuni, BRI juga menyediakan tiket pulang bagi Yuni, menandai langkah pertama kembali ke Indonesia setelah hampir sepuluh tahun. Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa Program Tali Kasih adalah bagian dari strategi BRI untuk memperkuat ikatan dengan komunitas PMI, tidak hanya melalui layanan keuangan tradisional tetapi juga melalui dukungan sosial dan edukasi keuangan.

Ke depan, BRI berencana memperluas inisiatif ini dengan meningkatkan literasi keuangan PMI, memfasilitasi tabungan, investasi, kepemilikan aset, serta persiapan modal usaha. Dengan ekosistem BRI yang tersebar di seluruh Indonesia, diharapkan PMI tidak hanya kembali dengan remitansi, tetapi juga dengan bekal keterampilan dan modal yang dapat menumbuhkan usaha mikro‑kecil‑menengah (UMKM) di daerah asal mereka.

Analisis Pakar

Reuni Yuni Lestari bukan sekadar cerita human interest; ia menyoroti potensi ekonomi yang belum dimanfaatkan secara optimal oleh sektor perbankan Indonesia. PMI Indonesia tercatat mengirimkan remitansi sekitar US$10‑12 miliar per tahun, menjadikannya salah satu sumber devisa terbesar. Namun, sebagian besar aliran dana masih bersifat transaksional tanpa nilai tambah.

Dengan mengintegrasikan program sosial seperti Tali Kasih ke dalam portofolio produk, BRI tidak hanya meningkatkan loyalitas nasabah, tetapi juga membuka jalur cross‑selling: tabungan berjangka khusus PMI, produk investasi berbasis syariah, hingga kredit mikro untuk usaha pasca‑pulang. Pendekatan ini selaras dengan kebijakan OJK yang mendorong inklusi keuangan dan peningkatan literasi finansial.

Dari perspektif makro, dukungan semacam ini dapat menstabilkan arus remitansi, mengurangi volatilitas nilai tukar, dan memperkuat basis tabungan domestik. Jika BRI berhasil mengonversi 10% PMI yang berpartisipasi dalam program menjadi nasabah produktif, potensi tambahan simpanan dapat mencapai ratusan miliar rupiah, yang selanjutnya dapat dialokasikan untuk pembiayaan UMKM.

Namun, tantangan utama tetap pada skala dan keberlanjutan. Program harus didukung oleh infrastruktur digital yang memadai, terutama layanan mobile banking yang dapat diakses di luar negeri. Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah Indonesia dan Kedutaan Besar Taiwan diperlukan untuk mempermudah proses legalitas perjalanan dan perlindungan tenaga kerja migran.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

  • Q: Apa itu Program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI"?
    A: Program CSR BRI yang menyediakan bantuan sosial, tiket pulang, serta edukasi keuangan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.
  • Q: Berapa banyak PMI Indonesia yang bekerja di Taiwan?
    A: Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, sekitar 150.000‑200.000 PMI Indonesia berada di Taiwan, menjadikannya salah satu destinasi utama.
  • Q: Bagaimana BRI membantu PMI mengelola remitansi secara produktif?
    A: BRI menawarkan produk tabungan khusus PMI, layanan transfer biaya rendah, serta program literasi keuangan yang mencakup investasi, perencanaan pensiun, dan pembiayaan usaha mikro.

BERITA TERKAIT (Ekonomi & Pasar)

Meow! Tanya Nesi!
😸