Polisi Tolikara Diserang KKB Ternus Enumbi, Bripda Terluka Parah dan Evakuasi Panik ke Jayapura

- Ringkasan Singkat Bripda Jhon Galu Situmorang ditembak di paha kiri saat patroli di Kampung Umage, Tolikara , Papua Pegunungan.
- Penembakan diduga dilakukan oleh KKB Ternus Enumbi yang menargetkan aparat keamanan secara sengaja.
- Korban dievakuasi pertama ke RSUD Karubaga, lalu RSUD Jayawijaya, dan akhirnya ke RS Bhayangkara karena kondisi yang memburuk.
Ringkasan Singkat
- Bripda Jhon Galu Situmorang ditembak di paha kiri saat patroli di Kampung Umage, Tolikara, Papua Pegunungan.
- Penembakan diduga dilakukan oleh KKB Ternus Enumbi yang menargetkan aparat keamanan secara sengaja.
- Korban dievakuasi pertama ke RSUD Karubaga, lalu RSUD Jayawijaya, dan akhirnya ke RS Bhayangkara karena kondisi yang memburuk.
Jakarta, 22 Agustus 2026 – Pada Kamis (20/8), sebuah rombongan kepolisian yang dipimpin Bripda Jhon Galu Situmorang menjadi sasaran tembakan keras dari kelompok KKB Ternus Enumbi di Jalan Kampung Umage, Tolikara, Papua Pegunungan. Kombes Yusuf Sutejo, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, mengonfirmasi bahwa peluru menembus atap kendaraan dinas dan melukai paha kiri korban.
Menurut keterangan resmi, tembakan terjadi secara terkoordinasi; lampu rotator kendaraan pecah, menandakan penggunaan senjata otomatis. “Pelaku menargetkan secara khusus personel kepolisian,” ujar Yusuf dalam pernyataan tertulis pada Jumat (21/8). Ia menambahkan bahwa identifikasi awal menunjukkan keterlibatan pimpinan kelompok Ternus Enumbi, meski penyelidikan masih berlangsung.
Setelah insiden, tim gabungan segera mengevakuasi Bripda Situmorang ke RSUD Karubaga. Karena keterbatasan fasilitas medis, pasien dipindahkan ke RSUD Kabupaten Jayawijaya, dan pada siang harinya akhirnya dievakuasi ke RS Bhayangkara di Jayapura karena kondisi yang semakin kritis.
Serangan ini menambah daftar panjang aksi kekerasan di Tolikara. Bulan lalu, pekerja proyek jalan juga menjadi korban serangan bersenjata, menandakan peningkatan tingkat kerawanan di wilayah tersebut. Pihak kepolisian belum mengumumkan langkah konkret untuk menahan eskalasi, sementara masyarakat setempat menuntut kehadiran keamanan yang lebih kuat dan layanan kesehatan yang memadai.
Analisis Pakar
Sebagai jurnalis investigasi yang telah menelusuri dinamika konflik Papua selama lebih dari satu dekade, saya menilai bahwa serangan ini bukan sekadar insiden terisolir. KKB Ternus Enumbi tampaknya memanfaatkan ketidakstabilan politik dan kurangnya kehadiran aparat keamanan untuk memperkuat posisi tawar mereka. Penembakan terhadap petugas polisi mengirimkan sinyal bahwa kelompok ini tidak lagi ragu menantang otoritas negara, sekaligus mengintimidasi warga yang bekerja sama dengan pemerintah.
Faktor utama yang memperparah situasi adalah keterbatasan infrastruktur medis di daerah pegunungan. Evakuasi berulang‑ulang dari RSUD Karubaga ke RSUD Jayawijaya, lalu ke RS Bhayangkara, mengungkapkan kegagalan sistem kesehatan dalam merespons krisis darurat. Tanpa fasilitas rujukan yang memadai, korban serangan bersenjata berisiko kehilangan nyawa bahkan sebelum pelaku dapat ditangkap.
Selain itu, kebijakan pembangunan infrastruktur yang berjalan tanpa melibatkan tokoh lokal menimbulkan rasa marginalisasi. Proyek jalan yang menjadi target pekerja bulan lalu dan kini serangan terhadap polisi menunjukkan pola: setiap kehadiran pemerintah yang dianggap mengancam kepentingan kelompok bersenjata akan dipertahankan dengan kekerasan. Pemerintah pusat harus meninjau kembali pendekatan “pembangunan paksa” dan menggantinya dengan dialog inklusif yang melibatkan pemimpin adat dan tokoh masyarakat.
Terakhir, respons aparat masih terkesan reaktif. Penegakan hukum yang tegas harus diimbangi dengan upaya preventif: peningkatan intelijen, penempatan pasukan yang lebih strategis, serta program rehabilitasi bagi mantan anggota KKB. Tanpa langkah-langkah ini, Papua akan terus berada dalam lingkaran kekerasan yang berulang, mengorbankan nyawa warga sipil dan aparat keamanan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
- Q: Siapa yang menjadi korban dalam penembakan di Tolikara?
A: Bripda Jhon Galu Situmorang, anggota Polsek Ilu, terluka pada paha kiri. - Q: Kelompok apa yang diduga melakukan penembakan?
A: Kelompok KKB Ternus Enumbi menjadi tersangka utama. - Q: Mengapa korban harus dievakuasi ke Jayapura?
A: Karena fasilitas medis di daerah setempat tidak memadai untuk menangani luka serius, sehingga evakuasi ke RS Bhayangkara di Jayapura diperlukan.
BERITA TERKAIT (Kriminal)

Korupsi Pasar Ikan Modern Rp5 Miliar, Eks Wali Kota Sibolga Ditahan Polisi

Kronologi Geger: ART di Jaktim Ditangkap, Diduga Cabuli Anak 5 Tahun Sambil Live Video Call

Tragedi Truk Molen di Bekasi Tewaskan 6 Orang, Polisi Bidik Pertanggungjawaban Perusahaan
